Chandra Writes Fiction Blog

Aku mulai menulis di blog baruku, Chandra Writes Fiction. Di blog itu, aku akan berbagi pengalaman dan perkembangan penulisan cerita fiksi yang tengah kugeluti dan kerjakan, khususnya buat persiapan NaNowriMo. :D

Aku mencoba selonggar mungkin dalam mengerjakan ceritaku, tapi sekaligus lebih disiplin dengan menulis setiap hari.

The Moon Head masih merupakan blog utamaku, tapi aku berusaha menulis sama regulernya di blog baruku sebagai dokumentasi atau laporan pribadi atas perkembangan cerita fiksi yang kukerjakan

Semoga kedua blogku menginspirasi dan memotivasi pembaca untuk terus menulis (dan membaca). Selain karena berbagai kebaikan dalam menulis (dan membaca) itu sendiri, secara pribadi masih aku ingin mengejar salah satu mimpiku untuk menjadi bagian dari “penghibur paling awet bagi umat manusia”, penulis.

Aku sering mengatakan itu belakangan ini, sampai aku nyaris lupa darimana aku mendapatkan kata-kata itu. Hehe. Well, aku mengambil kutipan itu dari dialog sebuah film berjudul Hearts in Atlantis yang dibintangi aktor senior Sir Anthony Hopkins. Tidak persis seperti itu, tapi setidaknya begitulah yang kumaknai dari dialog tersebut.

Hearts in Atlantis adalah sebuah film suspense thriller yang dirilis pada tahun 2001, bercerita tentang Amerika di era 1960-an, dimana kehidupan seorang anak 11 tahun dan ibunya yang janda berubah ketika seorang asing yang misterius datang untuk menyewa bagian atas rumah mereka.

Ted adalah pria paruh baya yang ternyata memiliki kemampuan khusus, yaitu semacam cenayang atau indera keenam, ia mampu membaca pikiran dan masa depan, sehingga ia diburu oleh agen pemerintahan untuk ditangkap dan dipakai sebagai ‘senjata’ negara.

Filmnya sendiri lebih bercerita tentang bagaimana Ted menyembunyikan jati dirinya tersebut, sembari membantu dan melindungi Bobby melewati masa kecilnya bersama teman-temannya.

Ketika Bobby kecewa karena ibunya hanya memberinya hadiah ulangtahun berupa kartu anggota perpustakaan, Ted berkata, “Don’t you give up on this card. Because books can be solid gold. The great ones have gotten us through the nights for centuries. Give a writer an hour to hook you. If he can’t, find someone else. Think you can try that?” Dan akhirnya Bobby memberi kesempatan untuk dirinya mencoba membaca beberapa buku, dan menjadi sangat menyukai membaca buku cerita karya penulis-penulis legendaris seperti Charles Dickens. Filmnya sangat layak dicari dan ditonton, apalagi bagi para penyuka film-film berlatar jaman dulu.

Sekarang, untuk cerita yang sedang kukerjakan, aku hanya bisa menggantungkan hasil usahaku pada Yang Maha Sempurna, sambil terus berusaha, ditambah sedikit disiplin dan banyak spontanitas.

So, Bismillah, let’s write some story. :)

About these ads

4 pemikiran pada “Chandra Writes Fiction Blog

  1. pengen juga deh bikin blog khusus buat saya latihan menulis novel. Tapi ngisi blog satu aja udah bingung bagi waktunya. Hehehe… Udah deh, mau meluncur ke CWF dulu!

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s