Sita Sings The Blues (2008)

Film animasi ini sangat unik dan lucu. Diciptakan oleh Nina Paley dibawah naungan Creative Commons dan dengan bujet yang dibiayai audiens (donasi).

Lagu-lagu blues didalamnya dinyanyikan oleh penyanyi jazz lawas era 1920an, Annette Hanshaw.

Dalam animasi ini ada lebih dari satu ciri khas ilustrasi. Gambar-gambar kartun yang memerankan cerita dan yang menyanyi berbeda modelnya. Kalo udah ditonton pasti ngerti deh maksud saya. Hehe.

Film animasi ini cocok buat yang ingin tahu ringkasan cerita Ramayana yang terkenal itu dengan cara yang lebih mudah dipahami dan menghibur.

Selain kisah Ramayana, dalam film ini juga ada alter-story atau cerita sampingan yang berseting masa kini, tentang sepasang kekasih, Nina dan Dave yang terpisah jarak gara-gara pekerjaan, kemudian bertemu, berpisah lagi dan akhirnya putus. Kayaknya sih pengalaman pribadinya mbak Nina Paley. Haha soalnya nama si cewek juga Nina.

Ringkasan kisah “Ramayana” dalam Sita Sings The Blues

Ramayana berkisah tentang Rama, pengeran Ayodhya pada masa abad ke-14 SM.  Atas bujukan jahat istri ke-3-nya Kaikeiy, raja Dasharata memerintahkan agar Rama pergi ke hutan selama 14 tahun sebelum meneruskan tahtanya sebagai raja. Sita istrinya yang setia pun ikut bersama dirinya kedalam hutan.

Hal ini diketahui seorang raja Lanka (Sri Lanka), Ravana (yang kepalanya ada 9 :shock: ). Atas bujukan jahat saudari perempuannya, Surphanaka, Ravana pun mencoba menculik Sita dari Rama.

Ia mengutus adik laki-lakinya, Mareecha untuk berubah menjadi rusa emas untuk mengalihkan perhatian Rama.

Sita pun diculik ketika Rama berusaha menangkap si rusa emas atas permintaan istrinya.

Untuk mendapatkan kembali Sita, Rama bekerjasama dengan Hanuman, kera prajurit.

Setelah mendapatkan kembali Sita, Rama sempat meragu apakah istrinya itu masih ‘suci’ karena sudah disekap di istana Ravana.

Kemudian ia mencobakan Sita untuk masuk kedalam api. Jika ia terbakar, maka artinya Sita tidak lagi suci dan murni. Dan ternyata Sita, secara ajaib, selamat dari kobaran api.

Mereka pun kembali ke Ayodhya dan Rama menerima tahtanya sebagai raja.

Namun keraguan Rama datang kembali gara-gara salah satu rakyatnya, Dhobi yang suka memukuli istrinya. “Aku tidak seperti Rama yang sudi bersama istri yang tak lagi suci.”

Dengan alasan itu, Rama tega mengusir Sita yang tengah hamil ke hutan belantara. Karena ia tidak ingin menjadi contoh buruk bagi rakyatnya.

Di dalam hutan, Sita bertemu seorang guru atau orang bijak bernama Valmiki. Dialah yang membimbing Sita hingga akhirnya melahirkan putra kembar, Luv dan Kush.

Valmiki mengajari kedua putra Siat itu lagu-lagu pujian terhadap Rama. Ketika mendengar nyanyian itu di hutan, Rama menemui kedua putranya. Namun ia masih belum bisa menerima Sita.

Lagi-lagi dia mencobakan Sita, kali ini dengan media air. Jika Sita tidak tenggelam, maka Rama akan menerimanya kesuciannya. Sedih dan marah, Sita memutuskan untuk kembali ke perut bumi,…yang bisa diasumsikan sebagai kematian. :(

Akhirnya Rama pun menyesali tindakannya.

Film berdurasi 1 jam 21 menit ini dibawakan oleh tiga karakter yang mirip wayang kulit yang saling berdiskusi dengan gaya lucu dan logat India mengomentari jalan ceritanya.

Alter-story atau cerita sampingannya juga punya ending yang cukup bisa dijadikan pelajaran khususnya buat yang lagi galau karena baru putus. Tagline-nya aja “the Greatest Break-Up Story Ever Told”. :lol:

Kalau penasaran, silahkan download gratis disini.

Mohon maaf kalo di postingan terlalu banyak gambar dan bikin lambat loading. Soalnya saya suka gambar-gambarnya. :lol:

About these ads

13 pemikiran pada “Sita Sings The Blues (2008)

  1. hihi, gambarnya lucu dan…kereeen!!! :lol:
    lagu blues? wuah, mesti download nih~ :D

    tetap semangat pagi ini~ :D

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s