Lho Kok Udah Ilang

Tadi siang saya mencoba jalan-jalan dikit. Karena nggak punya duit, jadi niatnya saya cuma mau numpang baca-baca gratis di Gramedia atau Wali Songo. Hehe. Waktu sampai di Palladium (Grand Palladium Mall, Jl. Kapten Maulana Lubis No. 8, Medan) awalnya masih kelihatan banyak yang berjualan, terutama baju-baju. Tapi ternyata di dalamnya ada juga beberapa lapak yang kosong alias nggak dipake lagi.

Saya mikir kok cepat sekali mall ini jadi sepi. Padahal terbilang baru dibuka. Menurut gugel, Palladium resmi dibuka tahun 2005. Sementara saya baru tahu dan berkunjung sekitar tahun 2007 atau 2008. Tapi satu yang pasti selalu laris dikunjungi, yaitu bioskopnya (Grand Palladium Cinema). Selebihnya, nasib mall itu udah hampir sama kayak pusat perbelanjaan yang lebih tua di Medan, Deli Plaza, yang saat ini udah kayak tempat syuting film horor (katanya sih mau direnovasi untuk dijadikan kompleks ‘bangunan mewah’ dengan mall, apartemen, hotel, dsb).

ilustrasi (lebay) – sumber: core77.com

Saya bahkan nggak inget tepatnya Gramedia di lantai berapa. Udah cukup lama saya nggak ke tempat ini. Yang saya inget box toko Gramed luas dan memanjang, jadi nggak mungkin sulit dicari. Saya pun terkaget-kaget (nggak sampe salto-salto sih) melihat ternyata Gramedia udah nggak ada, udah ilang! Ah saya langsung ngerasa kecewa. Udah capek-capek, ternyata tempat yang dituju udah ilang, diganti dengan semacam toko baju mewah.

Akhirnya saya langsung turun lagi. Nggak mau lama-lama karena saya pengen sampe rumah pas waktu Ashar. Saya sempet nanya sama teknisi yang lagi kerja diatas eskalator. Ya jelas lah dia nggak tahu menahu soal hilangnya Gramedia.

Selepas dari Palladium saya muter lewat jalan Guru Patimpus, melewati Deli Plaza yang saya sebut tadi. Kemudian mengarah ke Gatot Subroto lalu Iskandar Muda, menuju toko buku Wali Songo. Tapi sebenernya saat itu saya udah laper. Karena dari rumah emang belum makan. Di perjalanan saya beli minuman buat mengganjal perut. Ketika sampai di toko buku Wali Songo akhirnya saya cuma baca-baca dikit. Mencoba mencari salah satu bukunya Ustad Mansyur tapi nggak kelihatan. Dan kalo ada pun saya nggak mampu belinya saat ini. XD

Itulah anehnya, pas nggak ada duit, keinginan baca buku baru berbunga-bunga, rasanya gampang sekali tersedot kedalam bacaan baru apapun. Tapi begitu udah kebeli buku baru, bacanya males-malesan. Ckck. Misteri dunia.

Nggak lama saya langsung pulang pas adzan Ashar mulai terdengar di mesjid-mesjid.

Kalo mengingat pemandangan di Palladium tadi, saya jadi mikir, selanjutnya mana lagi mall atau tempat rekreasi yang bakal hilang ditelan popularitas bangunan-bangunan mewah di Medan ini? Taman ria atau PRSU (Pekan Raya Sumatra Utara) sudah digantikan dengan Plaza Medan Fair atau yang lebih dikenal dengan Carrefour-nya.

Sampai hari ini Karfur masih sukses jadi tujuan utama masyarakat Medan (selain Sun Plaza) untuk rekreasi. Lapak-lapak toko penjualan elektronik hingga properti menyambut pengunjung sejak lantai pertama. Anak-anak muda berdatangan bersama teman dan pacar.

Di sisi lain, taman ria PRSU yang udah pindah lokasi beberapa kilometer dari posisi lama, terus berjuang menarik pengunjung dengan pameran-pameran kebudayaan dan pekan raya. Mereka juga menyewakan gedung-gedungnya untuk berbagai hajatan. Just like old time, but with more improvements, yang sebenernya cukup sangat bagus.

Dulu ketika belum begitu banyak tujuan rekreasi modern, tempat-tempat seperti kebun binatang dan taman ria udah bisa membuat orang dewasa dan anak-anak puas menghabiskan sebuah hari Minggu. Cuma sekedar berjalan-jalan sambil makan kacang rebus, tanpa disodorkan etalase-etalase toko kemana mata memandang.

Mungkin perkembangan yang ada di kota Medan sedikit mengejutkan ke-ndeso-an dalam diri saya. Sekilas para pengembang dari luar itu tampak sekedar ‘mengeksploitasi’ kota dengan ‘bisnis gaya hidup’ seperti yang mereka lakukan di kota-kota besar lainnya. Tapi, mungkin juga perubahan ini bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat, melalui lapangan kerja atau sekedar membuka wawasan mengenai peluang usaha yang lebih beragam. Atau jadi makan banyak aja jalan utama yang dijadikan tempat para polisi menjaring ‘keuntungan ekstra’.

Well, we’re all gonna die anyway. =.= *pasrah*

Bagaimana perkembangan tempat rekreasi umum di kotamu? Masih banyakkah tempat-tempat rekreasi lama yang bertahan?

About these ads

30 pemikiran pada “Lho Kok Udah Ilang

    • hehehe. dulu saya juga pernah kesana lho mbak. kalo gak salah inget benda pertama saya beli bkn buku tp justru vcd film kuntilanak yg di lantai 1nya. :lol:

  1. Saya paling suka jalan-jalan keliling kota, mengamati kota yang semakin tua. Banyak bangunan/spot lama yang tersingkirkan, namun pesonanya tak pernah pudar..

    • kalo disini kebanyakan banguan2 lama (peninggalan belanda) ketutup atau dipake jadi kawasan komersil, jadi agak kurang terasa sejarahnya. tapi mungkin saya yang belum liat sudut2 lain kota medan.

  2. kebalikan sama di sini ya, di sekitarku sini nggak ada deh mall , di kota kecamatan juga nggak ada mall, yg ada toko toko kecil berjejer jejer di satu jalan, tapi di satu jalan itu bisa ada 3 – 4 toko buku
    yang ada di sekitar sini adalah taman taman umum yg luas di mana orang bisa dtg ke sana bersama keluarga, baca buku atau sering ada pertunjukkan live musik

  3. loh ? palladium ilang kak ? sebelum saya pindah ke sidoarjo, saya sering loh mainmain ke palladium.__. 3 tahun perkembangannya cept yah. ckck
    kalo rekreasi lama di tempat saya nggak terlalu keurus kak, contohnya aja kayak surabaya zoo di sini. udah beda lah sama yang duluuduluuuu~

  4. kota saya termasuk kota yang sedang naik tanjakan untuk maju berkembang…

    ruko2 baru juga mulai dibangun..
    well, saya juga merasakan hal yang sama dengan sobat..

    ada kalanya kata tinggal sejarah itu akan melekat pada sebuah bisnis yang tidak diberikan inovasi.. :)

    • tapi semoga gak terjadi pada tempat2 yang punya nilai budaya seperti pekan raya sumatra utara… soalnya saya udah suka kesana sejak masih kecil sebelum lokasinya dipindah… :cry:

  5. saya paling suka jalan jalan di sekitar kota saya !! memprediksi perubahan demi perubahan !! dansekarang sudah terlihat hasilnya !! waaaaa klo di abadikan pasti seru yaaa !!! :D

  6. Wah wah, kadang saya merasakan hal yang sama seperti yang Mas Ilham rasakan. Saat di toko, saya numpang baca dikit, semangat mbaca membara. Eh pas udah kebeli, di rumah malah males2an. :mrgreen: Misteri dunia. :lol:

  7. di jogja semakin banyak pantai baru buat wisata, Mas Ilham. Di semarang juga, mulai ada tempat-tempat wisata baru. Tapi ya begitulah, tetep Moll yang banyak bercokol. he.he.. :)

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s