Menggeliat, Licin, Unyu

They’re fast.

They’re wild.

They’re also…cute.

Hasil lele kami bisa dibilang…gagal. Dari ribuan bibit, entah berapa yang sudah mati di minggu-minggu awal.

Rencana semula mau dipanen tepat empat bulan sejak pembenihan awal. Yaitu pada tanggal hari Jum’at 13 April, dan dipanen pada Jum’at 13 Juli. Keren kan tanggalnya: sama-sama Friday 13th ngono lho. :lol:

Cuman saya nggak sempat mengambil foto ikan-ikannya. Sore kemarin sebelum saya pergi ke dokter, saya sibuk, eh keasikan lebih tepatnya, bantuin Bapak saya ngumpulin ikan-ikan dengan jaring atau disebut tanggok. Itu jaringnya lumayan gede dan berat, membuat saya galau pas nyoba nangkep ikan. Jadi saya cuma bantuin mindahin ikan yang udah ditangkep Bapak saya doang.

Jujur saya sebenernya nggak kepengen geli, tapi ngeliat ikan yang menggeliat-geliat dan licin di tangan, sempet lumayan horor juga. Kalo ikan yang bentuknya normal seperti ikan lele pada umumnya saya nggak begitu masalah. Tapi ada ikan yang ekornya cacat, kemungkinan digigit temennya pas masih bayi. :cry: Jadi bentuknya itu pendek, gendut, kayak teripang atau cacing raksasa. Hii… :( Tapi sebenernya mereka unyu-unyu kok. :razz:

Karena hasil yang tidak memuaskan ini, Bapak saya bilang nggak usah dijual, dimakan sendiri aja. Wah saya kira walaupun nggak banyak tetep bisa dijual. Paling banyak 5kg total ikan yang ada.

Jaring Sakti Poseidon

Yah saya berharap selanjutnya kolam ikan kami bisa menghasilkan lebih banyak. Bapak saya sempet bilang mau ganti lele jadi ikan gurame. Tapi saya bilang kenapa nggak dua-duanya aja, karena jujur saya agak ngerasa sayang sekaligus penasaran dengan ikan lele yang ceritanya bisa menghasilkan berton-ton. Lagipula lele bisa lebih cepat masa panennya, yaitu sekitar 3-4 bulan, sementara gurame 6 bulan.

Bendungan untuk menghadang air yang sedang dikuras keluar.

Mungkin karena kasian liat saya masih sayang sama si lele, :razz: Bapak saya memutuskan akan coba dengan lele lagi. Tapi nanti pangannya akan lebih bervariasi. Nampaknya lele nggak bisa terus-terusan dikasih pelet doang. Pada usia tertentu mereka pengen makan daging seperti jeroan atau potongan daging/ikan. Mungkin karena itu juga lele yang tersisa di kolam cuma sedikit, karena mereka makan temennya sendiri alias kanibalisme. Wew, sungguh tak berkeprielelan. :?

About these ads

17 pemikiran pada “Menggeliat, Licin, Unyu

  1. Ping balik: Lele Goreng (Dari Kolam Sendiri) « The Moon Head

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s