Dua Sisi Amal Perbuatan

ImageTerkadang bisa mengejutkan (sekaligus mengharukan) ketika mengetahui perbuatan kita dipandang dengan cara berbeda oleh orang lain.

Selama ini saya sering membangunkan Emak saya untuk shalat malam sesuai permintaannya. Tapi itu juga kadang-kadang saya lupa atau saya sendiri ketiduran. Saya tidak tahu bahwa perbuatan seperti itu juga ada pahalanya (Insya Allah). Walau sayangnya, saya sendiri jarang shalat malam, padahal saya selalu yang melek malam dan bangunin si Emak…

Beberapa waktu lalu saya mengutarakan kegelisahan saya kepada Emak, bahwa saya tidak/belum bisa menjadi anak yang bisa dibanggakan, justru membuat susah dengan kondisi dan perangai saya. Saya terenyuh ketika mendengar bahwa Emak saya justru masih merasa bangga karena saya masih mau shalat dan membangunkan beliau shalat malam… :cry: Beliau menyimpan kebanggaan pada saya meskipun saya tidak sesukses orang lain.

Selalu ada sisi lain disamping cara kita melihat segalanya. Kita mungkin melihat suatu perbuatan dari jendela yang sempit dan pahit. Namun orang lain menyaksikan melalui pintu keikhlasan yang terbuka lebar. Sebaliknya, terkadang kita dibutakan oleh perbuatan kita yang sebenarnya dinilai buruk atau menyakiti orang lain. Saya sendiri sadar bahwa sengaja maupun tidak saya menyinggung perasaan orang lain, bahkan keluarga saya sendiri, dengan sikap dan perilaku saya…

Mengingat kesalahan memang bisa membuat kita merasa sangat ‘lusuh’. Namun terkadang orang masih menghargaimu melalui sekedar kehadiranmu di sekitar mereka atau amal perbuatanmu meskipun terhitung sepele di mata kita sendiri.

Pernahkan kamu melakukan kesalahan yang sangat ingin kamu ubah? Dan bagaimana cara kamu untuk mengikhlaskannya?

gambar: haisobat.com

About these ads

10 pemikiran pada “Dua Sisi Amal Perbuatan

  1. jadi terharu… tidak semua orang punya pandangan sama.
    *pernah dan pernah.. kesalahan dalam bertindak yang sudah terjadi memang ga bisa diedit..tapi itu bisa dijadikan pengalaman berharga untuk menjalani hidup dengan lebih baik.

    • iya mbak, gimana supaya kesalahan masa lalu nggak menghambat masa kini dan kita bisa move on.. karena sering kesalahan di masa lalu bikin kita ragu, takut gagal, dsb… :?

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s