Sejujurnya saya agak nggak yakin bisa bikin review tentang buku ini. Entah karena saya yang kurang menyerap dan menyimak saat membaca atau karena memang bukunya yang klasik memiliki banyak detil kehidupan sosial yang rumit. Jadi saya bahas ringkasan singkatnya aja ya…
Di dalam buku terbitan Serambi ini terdapat lima buah cerita:
- Dimana Ada Cinta, Disana Tuhan Ada
- Tuhan Tahu, tapi Menunggu
- Tiga Pertapa
- Majikan dan Pelayan
- Dua Lelaki Tua
Cerita #1 bercerita tentang seorang pembuat sepatu yang merasakan kehadiran cinta kasih Tuhan lewat orang-orang di sekitarnya.
Cerita #2 bercerita tentang keikhlasan seseorang yang dipenjara selama puluhan tahun untuk kejahatan yang tidak ia lakukan.
Cerita #3 saya sempat kaget dan lucu membaca akhirnya. Mengisahkan tentang tiga pertapa di sebuah pulau terpencil. Dalam kisah ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa kita tidak tahu bagaimana tingkat kesalehan setiap orang di mata Tuhan.
Cerita #4 adalah yang paling panjang diantara kelimanya. Bercerita tentang seorang majikan yang angkuh dan arogan bersama pelayannya yang rendah hati serta setia saat keduanya terjebak dalam badai salju. Dalam peristiwa ini, arogansi sang majikan luluh dalam cara yang mengharukan.
Cerita #5 bercerita tentang dua sahabat yang berziarah ke Yerusalem. Namun keduanya terpisah dan terlibat dalam peristiwa yang berbeda dan ‘ajaib’.
Kisah-kisah dalam buku ini sarat akan pesan moral dan peristiwa relijius seperti keajaiban dan mukjizat dalam ajaran agama Nasrani. Walaupun demikian tetap bisa dinikmati secara universal.
Leo Tolstoy (1828-1910) adalah penulis Rusia yang juga merupakan pemikir dan penggagas isu-isu moral dan relijius. Ia menjadi yatim piatu pada usia 9 tahun dan wafat pada bulan November 1910 di sebuah stasiun kereta api.
gambar: goodreads.com
penasaran dengan cerita 4 yang komplit
saya ketemu bahasa inggrisnya nih mbak: http://www.readbookonline.net/readOnLine/10568/
cerita2 lain oleh leo tolstoy: http://www.readbookonline.net/books/Tolstoy/13/
ke tkp ^^
Sama mbak El, saya juga penasaran sama isinya
monggo kak…
Tiap ke perpus tempat kerja, saya cuma liatin aja nih buku tanpa pernah membacanya
cukup asik kok mbacanya mas el.
saya belum pernah membaca karya-karya Tolstoy
sepertinya menarik dan nyastra banget…
he’e nyastra banget mbak puch. kaya akan gambaran kehidupan sosial jaman dulu.
review buku yang keren
makasih oom.
Mau bukunya dong Ham
#nodong
wehehe. beli dong.
mas teguh wajib koleksi nih bukunya.
Belum sempat menyisihkan uang untuk membelinya Ham. Hehehe. Tapi mungkin nanti kalau ada cukup rizki, menyengajakan untuk membeli salah satu bukunya.
Tetap membaca buku-buku yang inspiratif ya. Dan jangan lupa share.
Ping-balik: (Fiksi) Pahlawan Yang Dipeluk Tuhan « The Moon Head