Menjadi Yang Diharapkan

Saya menulis ini hanya sekedar menyalurkan sedikit kegelisahan hati saya. Ini berhubungan dengan kejadian beberapa bulan lalu ketika saya gagal pada kesempatan yang diberikan oleh keluarga saya. Hari ini rasanya kegagalan itu sedikit terungkit lagi. Udah deh nggak ya usah panjang-panjang #curhat-nya. :razz:

Nah, pastilah kita pernah gagal menjadi sesuatu yang orang harapkan. Sementara tidak semua orang memahami apa motivasi kita melakukan ini dan itu. Karena tidak ada yang tahu apa yang ada dalam hatimu selain dirimu sendiri dan Tuhan.

Mungkin yang bisa dilakukan hanya sabar dan berlapang dada, apalagi jika menghadapi sikap kecewa orang-orang yang memang tulus peduli padamu.

Karena toh semua sudah ada jalannya.

Kita tidak boleh menyempitkan hati hanya kepada sikap atau tanggapan orang lain terhadap kegagalan kita. Tapi harus berfokus pada membesarkan hati untuk mau menerima tantangan dan kesempatan selanjutnya untuk berusaha.

Dan memang butuh banyak tenaga untuk berusaha dan berhasil, walaupun kecil, hanya untuk membuktikan bahwa kita masih memperjuangkan hidup. Karena saat ini, berputus asa juga bisa dianggap sebagai bentuk ‘kejahatan’. :lol: Karena kita dituntut untuk membusungkan dada meski perut kosong. Harus ikhlas menyatu dengan situasi meski memendam masalah di dalam hati.

Saya bilang begitu bukan berarti itu tidak adil, tapi justru untuk memotivasi supaya kita melapangkan dada agar kita bisa menerima berbagai anugerah kehidupan secara seimbang. Jangan terpusat hanya pada satu masalah saja, tapi pada berbagai kemungkinan yang mendatangkan kebaikan.

Masalah dan ketidakpuasan itu bisa saja datang dan terjadi, menampar wajah kita mengingatkan kegagalan yang sudah kita alami/lakukan. Orang bisa bersikap sebagaimana ia mau, dan itu kita jadikan teman yang kepadanya kita berkata, “Iya, kemarin itu aku gagal… Tapi permisi, aku mau berusaha lagi dulu ya…” :razz:

Semoga apapun yang kita terima dan hadapi dalam kehidupan ini jadi motivasi, bukan menjadikan kita bersedih. Batu-batu yang ada di jalan jangan jadi penyesalan, tapi lanjutkan menyusuri jalan panjang yang sudah disediakan Allah untuk masing-masing kita.

Semoga bisa meringankan beban hati yang gelisah oleh penyesalan masa lalu. (Eaakk eaakk… :razz: )

gambar: acidandcream.blogspot.com

About these ads

12 pemikiran pada “Menjadi Yang Diharapkan

  1. gagal menjadi yang diharapkan orang itu rasanya seperti pengin menghilang saja, apalagi jika itu harapan orang tua yang paling menyayangi kita
    tapi tetap menjadi diri sendiri, itulah yang terbaik
    selamat berusaha menjadi yang diharapkan, Ilham :D

  2. Amiiiin :) Semoga bisa jadi motivasi.
    Saya selalu percaya kalau memang kita sudah berusaha tapi gak tergapai juga kesempatan itu berarti ada jalan lain yang lebih baik yang dipersiapkan buat kita :)

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s