Seperti kata Djenar Maesa Ayu, menulis itu seperti mengumpulkan potongan-potongan puzzle dan yang harus kita satukan menjadi karya yang utuh.
Saya suka mengkhayalkan adegan-adegan acak yang menurut saya lucu, mengejutkan atau tidak masuk akal dan membayangkan reaksi orang lain (yang juga rekaan) dalam pikiran saya. Saya juga suka mengingat adegan-adegan lucu dalam film atau kartun, ataupun buku yang saya baca.
Detil-detil itu lah yang bisa kita jadikan referensi dan inspirasi untuk membuat cerita yang berbeda.
Meskipun saya suka mengkhayal (but I’m not the only one… *nyanyi*) tapi saya juga bukan orang yang puitis. Memori saya tidak tajam.
Karena itulah ketika saya kesulitan menyambung adegan karena buntu, saya cenderung menghubungkannya dengan adegan verbal aktif (eh bener gak ya istilahnya).
Misalnya jika saya tidak tahu lagi bagaimana mengungkapkan perasaan si tokoh, saya langsung saja menghadirkan adegan berikutnya dengan kata-kata kerja untuk mengekspresikan perasaannya. Contohnya, jika saya ingin menggambarkan rasa “terkejut” tapi saya rasakan kata itu sendiri terlalu abstrak dan sulit saya proses, maka saya ganti menjadi “matanya terbelalak” atau “nafasnya tercekat” dan sebagainya. Semoga bisa dipahami ya.
Sebagai penghobi menulis, saya juga masih kurang berani mengeksplor. Saya masih terlalu berkutat pada apa yang saya ketahui dari khayalan-khayalan saya. Karenanya ini berhubungan erat dengan kemampuan penulis untuk bisa menulis berbagai hal secara bebas.
Maka, yang bisa saya sarankan untuk kita semua termasuk saya, adalah supaya kita mempelajari hal-hal baru dan biarkan diri terinspirasi olehnya. Lalu tulislah tentangnya dengan caramu sendiri.
Kita tidak akan pernah selesai dalam urusan menulis ini. Karena selama peradaban manusia ada, maka tulisan akan terus berkembang dan akan semakin banyak generasi yang merasakan manfaatnya.
Saya menulis postingan ini sekedar untuk berbagi, tapi apapun tips yang saya muat disini, itu semua kembali kepada kamu bagaimana memprosesnya. Padu-padankan apa yang kamu terima dengan cara-caramu sendiri.
Dan yang terpenting: jangan ragu untuk mencoba. Karena kata pertama yang kamu tulis memiliki kekuatan besar untuk mengaburkan segala rintangan dalam menyelesaikan tulisan. Memulai adalah bagian terbaiknya. So, menulislah sekarang.
“jangan ragu mencoba”
ini yang selalu kusugestikan pada diri sendiri
tapi masih mandek aja hehehe
terus dicoba mbak. sambil iseng2 kan lumayan menghasilkan sesuatu yang paling nggak kita sukai.
buatlah pembaca ikut berkhayal, tapi yang baik baik, bukan berkhayal diri elu, xixixi
wakaka. *benerin kutang*
Mari menulis.
Kalau mau mencoba mengeksplor sudut pandang. Bisa dicoba untuk bermain-main dengan ini Ham. Kalau memang kamu mau mencoba.
Manusia – Etalase – Nyamuk
Buat cerita dari sudut pandang mereka. Itu menantang lho. Hihi.
)
hihi… mas teguh emang tau aja sudut pandang yang unik2. pernah juga baca cerita dee dari sudut pandang kecoa yang sedang jatuh cinta ama manusia. emang unik dan bikinnya pasti menantang. mungkin kapan2 bisa saya coba.
Hihi. Iseng itu kadang membawa banyak hal menarik. :p
Mau tahu kalau nanti tulisannya selesai.
Dulu pernah iseng buat tulisan ini Ham. :p
http://wholesketch.wordpress.com/2011/09/12/mos-invasion-edisi-iseng/
Mampir deh.
haha keren. lagi bikin juga mas. tapi kayaknya gak serame punya mas ceritanya.
Ah! Tulisan kamu keren, dengan ciri khasmu sendiri.
Luar biasa!
tapi aku bukan seorang penulis bang ^____^ bagaimana ini
ah masa. nulis blog kan juga nulis itu namanya. asal kamu suka menulis dan melakukannya sebagai rutinitas, itu berarti kamu penulis.
Ijin nyimak mas..
karna saya msh sngt awam dg dunia kepenulisan..
kita masih sama2 belajar… mari nulis. hehe