Tuhan Menyaksikan

Tuhan tidak membiarkanmu menderita, tapi menyaksikan bagaimana kita melewati sebuah cobaan, sebuah fase, sebuah proses. Jika kita melaluinya dengan baik, percayalah bahwa imbalannya sangat indah.

Walau saya sendiri tidak yakin, apa yang seseorang dapatkan jika ‘lulus’ dari sebuah fase dan cobaan, apa yang akan Tuhan berikan untuk nilai yang lumayan, baik atau sangat baik. Mungkin sesuatu yang kita butuhkan suatu hari nanti. Mungkin juga sesuatu yang kita butuhkan sekarang.

Berbagai pikiran boleh terlintas; gusar, gelisah, putus asa, berusaha membangun harapan, dan itu semua adalah bagian dari prosesnya, dan bahwa ketika kita bertarung untuk menghasilkan sikap yang terbaik terhadap cobaan, kita berurusan langsung dengan Tuhan, dengan Allahu ta’aala. Maka tidak perlu menghiraukan apapun lagi, tapi bersikaplah ikhlas dan percaya bahwa dunia berniat baik kepada kita.

Yang bisa saya katakan adalah berbagai pikiran yang negatif, naik-turun motivasi diri itu adalah wajar dan bagian dari proses yang sedang dijalani. Terkadang cobaan berusaha membalik tubuh kita membelakangi cahaya. Tuhan menyaksikan apa yang kita lakukan dengan itu, apakah tetap berdiri membelakangi jalan-Nya atau berusaha kembali.

Dia punya jalan untuk kita. Jalanilah meski dengan tangis kepasrahan, marah terhadap kegagalan, dan putus asa sesaat. Karena Tuhan menyaksikan tiap langkahmu dan membimbingmu. Mamak saya menyuruh saya untuk percaya akan hal ini.

About these ads

9 pemikiran pada “Tuhan Menyaksikan

  1. yah..begitulah gan kita sbg makhluk..
    tapi bneran deh klo kita renungin,pikirin…selalu ada sisi positif (someone said hikmah) di balik cobaan…

    ane selalu coba renunginklo kejadiannya bgini mungkin yg itu ga bkal jadi begtu , dsb dsb

  2. Perlahan mulai muncul cobaan – cobaan kecil dan alhamdulillah bisa kulalui walau dengan derai air mata berusaha tegar dan kuat. Hanya Allah tempat aku bersandar. Hanya Allah tempatku meluapkan seluruh emosiku. Aku benar-benar berada di titik terlemahku. Hanya sholat malam dan Qur’an yang menjadi teman setiaku. Teman tuk menemani agar iman tetap terhujam dalam diri. Hingga bulan juni aku masih sanggup melaluinya bahkan sempat acuh dengan permasalahan itu. Aku sudah tidak peduli lagi dan menjalani hari ku dengan semangat baru.

    • wow terimakasih sudah sharing. :) terkadang kita dicoba demikian berat ketika hendak diberikan sesuatu yang besar. semoga kesabaran dan keikhlasan menyertai kita semua.

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s