Kemarin saya menyempatkan ke toko buku dan membeli sebuah buku berjudul “Tips Jitu Menguasai Ilmu Ikhlas” karya Abdul Aziz Sa’du. Ceritanya meneruskan amanat dari sinshe kepada saya untuk belajar lebih ikhlas.
Saya memilih buku ini karena ringkas dan penjelasannya mudah dipahami. Disini saya mau membagikan sedikit isinya. Semoga bermanfaat.
Kata “Ikhlas” berasal dari bahasa Arab akhlasa, yukhlisu dan ikhlasan yang berarti “memurnikan”. Menurut para ulama ada beberapa makna dari ikhlas, diantaranya sebagai berikut.
- Menyendirikan Allah SWT sebagai tujuan dalam ketaatan.
- Membersihkan perbuatan dari perhatiakn makhluk/manusia.
- Menjaga amal dari perhatian manusia, termasuk diri sendiri.
- Melalui ibadah, seseorang ebrmaksud ber-taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT dan mendapatkan keridhaan-Nya.
- Sesuatu yang paling mulia di dunia.
- Rahasia antara Allah SWT dan hamba-Nya yang tidak diketahui, kecuali oleh malaikat yang mencatatnya.
- Membersihkan amal dari segala “campuran”.
- Orang yang ikhlas adalah orang tidak peduli pada sesuatu, meskipun seluruh penghormatan dan penghargaannya hilang dari dirinya dan berpindah ke orang lain. Hal ini bertujuan memperbaiki hati yang hanya untuk Allah SWT dan ia tidak senang jika amalan yang ia lakukan diperhatikan oleh orang lain, meski terlihat sepele.
Intinya, ikhlas adalah beribadah dan beramal dengan tujuan semata-mata untuk Allah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Serta memurnikan niat dari “kotoran” yang bisa merusak nilai suatu amalan.
Ikhlas adalah menyerahkan segala perbuatan, amalan, pekerjaan hanya untuk Allah dan tidak menyekutukan-Nya.
Pelajaran yang bisa saya petik dari sini adalah: kita hendaknya menyerahkan segalanya kepada Allah SWT.
Kita mungkin sering meragukan masa depan, berprasangka buruk pada nasib, dan tidak yakin dengan diri kita sendiri. Tapi Dia-lah yang paling baik mengetahui tentang diri kita, Dia yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi kita.
Hal-hal sering tidak berjalan sesuai yang kita inginkan. Tapi semua itu bertujuan agar kita kembali pada-Nya dan merevisi ulang niat kita hanya untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Hingga pada akhirnya kita menjadi orang yang ikhlas yang menjadikan setiap perbuatan kita sebagai ibadah.
Menjadi orang yang ikhlas memang tidak mudah dan membutuhkan proses. Terkadang kita harus dihadapkan dulu dengan berbagai kejadian yang tidak menyenangkan, seperti kegagalan, kehilangan, dan sebagainya, agar kita belajar ikhlas dari peristiwa-peristiwa itu.
Semoga saya dan kita semua bisa menjadi orang yang ikhlas agar hati ini senantiasa lapang dan tentram. Amin.
gambar: inspiringbetterlife.blogspot.com
Semoga kita bisa ikhlas
seperti quote “Jika semua yang kita hendaki harus kita miliki, darimana kita belajar ikhlas??”
betul banget quotenya.
ikhlas dan sabar adalah dua kata singkat yang mudah diucapkan, tapi butuh hati yang lapang untuk memperaktekkannya…..
apalagi bersabar untuk selalu ikhlas
semoga kita dimudah kan untuk ikhlas dan sabar…
Amin…
bener, memang ikhlas itu nggak semua orang mudah melakukannya
yap bener mbak.
bagus infonya
http://gombongmotorcommunity.com/
saya lagi belajar untuk bisa bersabar dan ikhlas… tapi sangat sulit gan….
iya kang memang nggak gampang. kata bukunya, hati manusia itu memang penuh dengan berbagai sifat dan kecenderungan, semuanya mau mendominasi hati, jadi kita harus memilah yang baik yang mendominasi hati kita. cie.
Thanks sharingnya atas 8 makna dari kata ikhlas..
Saya selalu berusaha memaknainya dengan sebaik-baiknya, walaupun tidak selalu mudah.
iya memang tidak mudah.
Tidak gampang..
http://gombongmotorcommunity.com/
yoi gan. memang susah tapi asal ada kemauan, pasti lama2 sifat2 kita yang baek2 lebih mendominasi. moga. Insya Allah. Amin. hehe
Tidaklah mudah untuk ikhas yang sebenar-benarnya ikhlas, karena setitik noda saja yang muncul akan mengurangi kadar keikhlasan itu sendiri.
iya betul. banyak godaan dan cobaan yang bisa mengubah ‘arah’ hati kita.
ikhlas tu sbenar mdah klo qt yakin ma kehendak dan menerima sgala pemberian Allah,,,,
mudah-mudahan saya dan kita semua bisa melakukannya. terimakasih mbak nur.
Ping-balik: Pengembangan Diri? | The Moon Head