Pola Hidup Sehat

Sinshe tempat saya menjalani terapi menyuruh saya untuk menjaga pola makan. Diantaranya saya tidak boleh mengkonsumi mi instan, kopi, teh dan cabe.

Wah semua jenis makanan yang enak-enak tuh. :?

Walhasil, di momen-momen nocturnal seperti saat ini, saya bingung mau ngemil apa. Biasanya gampangnya saya tinggal masak mi instan dan/atau kopi. Tapi sekarang hanya bisa ‘ngemil’ air putih.

Selain itu saya juga disuruh diet mengurangi porsi makan.

Walaupun mengurangi yang enak-enak, tentunya anjuran pola makan itu bertujuan menyehatkan, dan hasilnya memang terlihat. Saya susut beberapa ons :lol: dan saya merasa kerja otak jadi sedikit lebih ringan.

Hari kedua terapi kami bertemu dengan pemilik warung makan tak jauh dari tempat sinshe. Ibu itu orangnya ramah dan senang mengobrol, dia juga berbagi cerita tentang temannya yang juga mengalami masalah syaraf.

Menurut ceritanya, setelah ke berbagai tempat pengobatan, temannya itu akhirnya sembuh setelah melakukan perawatan di Penang, Malaysia. Memakan biaya sekitar 15-20 juta, harga yang menurut ibu itu lebih murah jika dibandingkan di Indonesia.

Mencoba berbagai macam cara pengobatan dan terapi itu menurut saya sah-sah saja, kembali pada yang menjalani apakah mau mencoba pilihan terapi lain selain pengobatan medis. Karena banyak juga pasien yang konservatif, hanya memilih terapi pengobatan medis, tradisional atau keagamaan/spiritual saja.

Menurut sinshe, obat-obatan jika kelamaan dikonsumsi juga bisa merusak syaraf. (Sinshe juga memberikan obat tapi saya duga obatnya itu buatan sendiri dari ramuan herbal.) Dari sinilah saya mendapatkan pandangan yang berbeda terhadap pengobatan medis.

Saya mulai memandang obat-obatan tidaklah ‘sesempurna’ seperti sebelumnya. Jika dulu saya menganggap obat-obatan tertentu sebagai ‘penyelamat jiwa’, sekarang saya semakin sadar bahwa itu hanya efek sementara yang akhirnya mau nggak mau akan membuat ketergantungan. Meski saya tetap menghargai pelajaran yang saya dapat selama menggunakan obat-obatan.

Sekarang obat-obatan terasa sebagai shortcut (yang mahal :( ) bagi saya jika ingin mendapatkan kondisi yang stabil secara instan, itupun belum tentu semua jenis obat memiliki efek yang serupa.

Apa yang saya lakukan dengan terapi yang sekarang adalah cara yang lebih sulit dalam level prakteknya, karena benar-benar 99,9% mengandalkan kekuatan motivasi diri.

Pelajaran yang saya dapat dari terapi ini memiliki efek jangka panjang jika saya bisa terus melaksanakannya dan menetapkan hati. Seperti motivasi, cara pandang dan pola pikir yang positif, hingga pola makan sehat, sesuatu yang tidak banyak saya usahakan selama menggunakan obat dari psikiater.

Intinya, sehat itu tidak bisa didapatkan hanya dari obat-obatan kimiawi saja. Tapi juga dari bagaimana kita menjaga tubuh agar bersih dari zat-zat yang tidak sehat dan merugikan dengan pola hidup yang benar.

Karena tubuh dan pikiran itu merupakan satu kesatuan. Jika tubuh dan pola pikir tidak bagus, lama kelamaan akan merusak syaraf-syaraf dan bisa menyebabkan masalah-masalah lain seperti penyakit mental. Peran bawah sadar sangat berpengaruh dalam kesehatan seseorang secara menyeluruh. Menurut sinshe, kebanyakan penyakit fisik itu justru berasal dari pikiran.

Yang paling penting, sehat itu adalah pilihan yang ada di tangan kita masing-masing.

About these ads

31 pemikiran pada “Pola Hidup Sehat

  1. coba tanyalah, ada cabang di Jkt gak :D

    tapi iya sih, katanya sehat pikiran ya sehat badan
    makanya kita disuruh mikir dan bertindak positif terus
    semoga upayamu berhasil yaa

  2. kalau prinsip aku dan suamiku , bergerak termasuk juga dalam elemen pola hidup sehat, bergerak tiap hari apapun cuacanya, makanya kami bersepeda tiap hari , kalau aku bisa 3 kali sehari, itu juga salah satu cara buat tubuh fit, yang pengen aku biasakan skrg adalah berjalan kaki, habis liburan kemarin yg tiap hari bisa sampai 6 jam berdiri atau berjalan mau diteruskan di rumah jadi nggak hany abersepeda saja

    good luck ya Ilham

    • iya mbak sinshe juga menganjurkan olahraga, sekalian sebagai kegiatan mengisi waktu. 6 jam berdiri atau berjalan ya…wah menarik. saya mah kebanyakan duduk atau tidur. :oops:
      trims mbak El…

      • iya .. pas kemarin liburan itu sehari hari bisa 6 jaman berdiri dan berjalannya, di rumah nggak mungkin sih sampai segitu , tapi paling tidak satu jam berjalan kaki sdh bagus mnrt kami ya plus bersepeda itu

        kalau dilakukan tiap hari spt kalau km bersepeda itu, rasanya kalau seklai nggak bersepeda tubuh jadi kaku kaku lho, malah jadi capek

      • apa mungkin udara dingin berpengaruh juga ya mbak? kadang kalo saya mengerjakan fotokopi sambil berdiri di depan printer memang langsung bikin keringetan dan capek. semoga kebiasaan itu bisa saya lakukan lagi, yang artinya semoga banyak pelanggan yang fotokopi. haha.

      • bener, udara dingin salah satu pengaruhnya Ilham, kalau di tanah air memang terlalu panas ya, mungkin bis ajuga dimaklumi kalau byk yg nggak suka bersepeda atau jalan kaki

        tapi mnrtku berdiri utk melayani pelanggan yg fotokopi belum ada apa apanya Ilham, hrs ada waktu khusus utk keluar, bergerak di udara bebas

      • bener Llham, semoga segera ketemu daerah pedesaan itu deh ya, soalnya bergerak di luar itu salah satunya yg bikin org sehat, prinsip org sini sih, jadi tiap hari itu tetanggaku banyak yg jalan jalan di gang perumahan, atau bersepeda, bisa beberapa kali sehari

  3. wah selmat mas, bisa memetik hikmah luar biasa dari sebuah pengalaman. Penyembuhan diri sendiri atau self terapy sebenarnya juga bisa lewat ibadah, misalnya sholat Tahajud dsb.
    Memang efek obat terkadang membuat ketergantungan malah kadang bisa menjadi racun.
    Kalaupun memilih herbal pastikan kita mendapat bimbingan hari herbalis yang terakreditasi alias senshei yang Ok. hehehe
    salam 2PAI 8-)

  4. Di kedokteran gigi, sebisa mungkin sedikit banget kasih obat karena yang nyembuhin penyakit ya penanganan langsung dari dokter gigi itu..
    obat diperlukan hanya dalam keadaan infeksi atau menangani gejala…
    sayangnya pasien gigi pada puas dengan obat saja padahal itu gak menyembuhkan dengan tuntas (makanya dokter gigi sering menyarankan kalau obat habis langsung dateng ke dokter gigi untuk penanganan sebenarnya), akhirnya pasien sakit lagi dan ke butuh obat lagi.. *sigh

    yah intinya sih…
    setiap penyakit memang beberapa butuh obat tapi obat itu belum tentu jadi sarana yang menyembuhkan..
    setiap penyakit harus ditangani penyebabnya..
    dan untuk selanjutnya mencegah lebih baik drpd mengobati ^^„

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s