Tulisanku…

Liat tulisan-tulisan lama…pusing… Langsung mikir “Kenapa lah saya bisa nulis kayak gitu”. Saya jadi sadar tentang kurangnya kemampuan saya mengkomunikasikan sesuatu dengan baik. Tulisan saya masih kaku dan melompat-lompat, saya sendiri aja pusing bacanya.

Rasanya pengen banget ngapus tulisan-tulisan lama di blog ini tapi rasanya sayang juga.

Kenapa ya selalu begitu? Tiap melihat tulisan-tulisan atau karya-karya lama kita sendiri, rasanya karya itu jadi keliatan sooo crappy, jelek dan ‘bergerigi’. Hahaha ungkapannya.

Padahal mungkin belum tentu bagi orang lain tulisan atau karya kita seperti itu.

Mungkin beberapa bulan atau tahun lagi, saya melihat tulisan ini pun seperti melihat tulisan lama yang crappy dan buruk juga. Apakah ini yang namanya perkembangan atau memang sayanya aja yang gak bisa menulis dengan lebih baik?

Hnnn… #mulaigalau

Pernahkah kalian merasakan hal yang sama kawan?

About these ads

30 pemikiran pada “Tulisanku…

  1. Iya mas, buat saya menulis itu kayak mengukir kedewasaan. Baik gaya menulis, baik sudut pandang menulis, baik alur menulis, semuanya pasti akan berkembang sesuai jaman. Jadi ya wajar, kalo ngerasa tulisan kita sebulan, atau setahun kemarin berasa aneh. Ya sama kayak dewasa, dewasanya kita sekarang, mungkin dianggap anak kecil di beberapa tahun kemudian, atau malah sebaliknya :D

  2. Itu namanya proses, Ham. Jangan dihapus, bagaimana pun, kalau gak ada post-post lama itu, gak akan ada post yg skrg. ;)

    Anyhow, semakin berkembang dan semakin bagus kok cara kamu mengkomunikasikan dan menyampaikan pesannya. Yang bagian ini juga terlihat makin kerasa di fiksi yang kamu buat. :D

  3. di mana mana byk yg lagi galau ya Ilham
    aku juga kalau lihat tulisanku yg lama rasanya gimana gitu , skrg juga msh sama, kadnag mikir tulisanku kaku, tapi ya masa bodoh ah, yg penting nulis sesuai kata hati dan sesuai kemampuan, drpd copy paste bener nggak ?

  4. Gak tuh… biasa aja…. karena apa yang saya tulis di waktu itu ya benar-benar apa yang saya pikirkan pada waktu itu.. kemampuan menulis saya yang waktu itu, ya emang cuma segitu… semuanya butuh proses, bayi yang bisa berdiri, dulunya juga merangkak, masa kenangan pas merangkaknya dihilangkan???

    Bagi saya setiap tulisan punya kisah dibaliknya, walau kacrut tapi tetep aja berkesan buat saya. Kalau ternyata postnya gak bagus untuk konsumsi publik (terlalu personal atau galau), tinggal private aja… O(∩_∩)O

  5. ha ha..itu pertanda bagus, Il. Jika kita bisa melihat kekurangan pada tulisan yang rasanya sudah bagus banget, berarti ada kemajuan. lebih parah kalau kita tidak melihat itu atau kadang kadang berpikir,kok bisa ya saya nulis sebagus gitu dulu? nah, berarti yang sekarang qualitasnya sudah tidak sebaik dulu lagi. Kemunduran itu namanya he he he.

    Tapi aku sih nulis aja Il. jarang mikirin qualitasnya yang dulu. Cuma kadang-kadang baca lagi untuk mengingat content dan mengambil pelajaran darinya.

  6. tentu saja pernahlah … tapi gimana lagi, jelek ato bagus itu karya sendiri.
    orisinil. gak nyontek dari manapun hehehe
    soal penilaian orang lain ya terserah aja.
    tapi soal manfaat kan yg rasain orang lain yang baca

    so, keep writing yaaa :)

  7. Samaa bangeet! kadang geregetaaaan pengen di hapus. What the hell ive been thinking gitu yah pas nulis haha. tapi yaudahlahyah, mungkin kaya kata yang lain di atas, kita berkembang :)

  8. Banget kaka… itu saya banget… Tapi akhir2 saya ini ngerti kenapa bisa begitu. Kalau mulai menulis saya pasti pengen sempurna, apalagi saya sering baca tulisan-tulisan di novel atau koran. saya sering kepengen nulis kayak di karbonjournal.org atau kompas. Tapi niatnya juga udah salah. Kalau menurut temen saya yang jadi pemred di salmanitb.com, niat menulis yang bener itu to express, not to impress. Itulah. kalau pertama kali udah pengen langsung terlihat kayak @gm_gm atau penulis kompas lainnya, ya gak akan kesampean dengan instan. Nulis itu ya pertama-tama untuk mengekspresikan atau sharing pengetahuan tentang sesuatu. Tentang nanti akan bikin impress orang, atau mengena di hati orang, itu hal lain. Kita ini para blogger single fighter keren, kita gak punya editor. Kalau penulis2 di buku dan di koran itu bisa sempurna banget, ya karena mereka dibantu editor yang punya kemampuan profesional. Mengedit tulisan sendiri itu kan gak gampang… ya gak? hehe… Keep writing my friend… Ini saya juga lagi mecut diri sendiri buat rajin nulis lagi… To express.. not to impress… Blog kamu keren, rajin posting dan jujur isinya :)

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s