Ali Negro adalah karakter unik yang sudah tinggal di sekitar kampung kami sejak mata saya baru terbuka.
Entah sudah berapa lama dia tinggal disini. Kemungkinan sejak dia masih kecil.
Kata Bapak saya, dia adalah anak pengungsian dari Papua dan dilindungi pemerintah.
Tak jauh dari rumah saya ada yang menggelar pesta, yang pestanya itu sampai memakan setengah jalan. Saat berkendara naik motor, jalan saya terhalang oleh sosok pria berkulit legam dan berambut kribo seperti brokoli
yang berjalan dengan santai. Awalnya saya kesal juga, ini orang jalannya kok santai amat, nggak liat apa banyak pengendara motor di belakangnya.
Tapi setelah sadar orang itu Bang Ali, saya malah negur. Dia pun menyahut dengan ramah.
Menurut saya dia orang yang ramah dan menyenangkan, makanya saya suka negur kalo melihat dia di jalan. Padahal dia itu juga dikenal masyarakat kerap melakukan berbagai tindak ‘kejahatan’. Saya banyak mendengar cerita dan rumor (ceila, rumor) tentang hal-hal yang dilakukan Bang Ali sejak saya masih kecil. Tapi kayaknya nggak perlulah saya ceritain disini. Takut salah dan malah menyebar aib. Mending kita cerita yang baik-baiknya aja.
Bang Ali sering terlihat menggowes becak barang, tapi saya nggak tahu pasti apa nama pekerjaannya. Saya juga nggak tahu dimana dia tinggal, apakah dia pernah sekolah, atau apakah dia punya orangtua angkat disini. Tapi saya yakin, selama hidupnya sebagai anak pengungsian yang jauh dari tanah kelahirannya, dia pasti mendapat banyak bantuan dari orang-orang sekitar. Dan kehidupan seperti itu rasanya agak menyedihkan kalau dibayangkan. Saya merasa bersyukur karena ada rumah untuk berteduh, makanan setiap hari, dan orangtua yang masih lengkap.
Saya bertanya-tanya apakah Bang Ali Negro pernah berpikir untuk memiliki keluarga, baik dulu sebagai seorang anak atau sebagai orang dewasa saat ini. Kata Bapak saya, sampai saat ini dia belum menikah, tapi dia sudah memiliki rumah sendiri di pinggir sungai Deli. Hidupnya sudah lebih baik, nggak seperti masa-masa mudanya dulu. Well, sekarang dia juga masih muda sih, mungkin masih 30an.
Ali Negro memang sosok yang benar-benar unik. Terkadang kita ngeri jika melihatnya sebagai kriminal, terkadang kita kasihan karena dia sudah kehilangan orangtua sejak kecil, tapi secara umum dia adalah sosok yang ramah dan rajin.
Adakah “karakter unik” di sekitar tempat tinggalmu?
gambar: coolmenshair.com
emmmm, ada! karakter uniknya tuh bikin kesel. yaitu ngomongin orang
haha… pasti ada ya yang kayak gitu..
they’re all among us… *kayak tagline pilem alien aja*
rambutnya ali negro klo di pillox, tmpngnya nnti kyk bntang sepakbola dr kolombia…carlos valderama
haha.. tapi gak pake kumis.
ada gan di depan menyanjung di belakang ngomongin hehe
wah wah..
banyak gan….cuma yang paling tren yah itu sama kayak yg diatas…didepan baik, ramah, tapi dibelakang suka gosipin kita ke orang lain…
wah… sepertinya banyak ya yang kayak gitu di sekitar kita.
emang sering menjumpai org spt itu di sana ya Nal ?
banyak el…..terutama ibuk ibuk komplek hahaha
Rambutnya gaul yah. .
Nitip.Potongan Tangan Makhluk Misterius di Temukan di Queensland .http://erit07.wordpress.com/2012/10/20/potongan-tangan-makhluk-misterius-di-temukan-di-queensland-utaraaustralia/
waaaaaaaaaahh napa ga pasang fotonya lgsg gan hhehehehehehehe…………….
ntar kalo saya minta fotonya, dia pasang ekspresi unyu pula. repot jadinya.
tapi yang di gambar itu udah mirip sama aslinya, malah lebih ganteng bang Ali tuh…
saya rasa, setiap orang itu unik mas..
tapi kalo uniknya agak gimanaa gitu, ya ada…
tapi kalo diceritakan, takutnya malah aibnya yg keliatan
hehe iya mendingan kalo uniknya gak baik, lebih baik gak usah diceritain. walau kadang2 nggosip itu asik. hihihi
Iyaaa kenapa gak pasang foto aslinya hehe..
Di sekitarku paling yang unik aku *huahahaha pede*
Soalnya rambutku aneh T.T
hihi jarang ketemu juga soalnya mbak.
bukan aneh mbak…unyu.