Mengedit Tulisan

mengedit tulisanApakah kamu selalu mengedit tulisanmu? Seberapa sering kamu melakukannya setiap kali menulis postingan?

Saya termasuk sering mengedit tulisan saya, bahkan bisa berjam-jam untuk membuat satu postingan pendek saja karena kelamaan mengedit, mempertimbangkan dan menelaah. :D Nggak jarang pula saya mengedit beberapa kali lagi setelah tulisan sudah di-publish.

Sebagai “penulis” saya memang termasuk yang overthink dan kurang efisien dalam mengerjakan tulisan. Saya sangat peduli bagaimana pemilihan kata bisa mengubah kesan dan mood dari keseluruhan tulisan. Atau bagian mana yang bisa dipotong agar mempersingkat isinya.

Dalam prakteknya saya bisa mengedit dan mengubah-ubah gaya penulisan. Tergantung apakah saya merasa nyaman jika memasukkan komentar pribadi atau lebih suka to-the-point dan ‘melangkah cepat’ tapi emotion-less.

Mungkin orang bilang, menulis saja secara bebas, baru diedit nanti atau nggak usah diedit sama sekali. Well, bagi saya nggak semua orang ketika menulis bebas dan lepas jadinya bisa bagus, spontan dan penuh emosi yang mengalir. Seperti saya yang masih cenderung overthink dan kurang efisien. Tapi sih bukan mustahil jika terus berlatih, ya nggak. :)

Seberapa sering kamu mengedit tulisan/postingan blog?

About these ads

39 pemikiran pada “Mengedit Tulisan

    • oh gitu ya, boleh juga tuh dicoba. ditulis dulu di notepad ya. iya, rasanya kok kayaknya banyak blogger dan penulis yang bisa nulis lepas dan ekspresif, mau nyoba niru rasanya masih canggung alias gak pede. :D

  1. yang selama ini kulakukan…
    • ada yang kutulis di organizer dulu, ini klo lagi pengen cirat-coret.
    • ada yang kutulis di epistle (semacam notepad/onenote di android), klo tulisannya bakal panjang, ini biar aman aja misalnya hp ke-exit sendiri, tulisan kan gak jd ilang..
    • kalau ringan2 ya langsung nulis di dashboard…
    setelah jadi, preview dulu klo ada yang kurang sreg edit lagi..
    setelah publish, juga suka iseng baca2 lagi biasanya saat itu baru nyadar klo ada typo, hehehe…
    banyak edit menurutku sah-sah aja yang penting endingnya PUAS!! :)

  2. Saya termasuk yang sangat setuju bahwa seorang penulis harus bisa mengedit tulisannya sendiri. Logikanya begini, jika penulisnya sendiri saja tidak peduli dengan tulisannya sendiri, bagaimana dengan pembaca yang notabenenya adalah orang lain?

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s