Passion

passion

Tulisan inspiratif mas Ryan yang ini sudah membuat saya bersenang-senang dengan visulisasi yang tujuannya adalah untuk menemukan passion atau hasrat. Seperti yang diinstruksikan dalam tulisannya, saya pun menutup mata dan membayangkan sebuah tempat yang nyaman dimana saya melakukan pekerjaan yang saya nikmati. Kemudian membayangkan melakukan pekerjaan itu di tempat yang tidak terlalu nyaman, apakah masih menikmati mengerjakannya?

Pertama-tama, saya sadar passion saya nggak jauh-jauh dari menulis. Saya kemudian membayangkan sebuah tempat di dekat alam terbuka, bisa jadi dekat sebuah danau, atau diatas perbukitan yang berangin. Saya menulis berbagai macam tulisan. Fiksi, non fiksi, hingga sekedar menulis dan membalas email.

Dan kedua, jika lingkungannya diubah menjadi tempat yang tidak begitu menyenangkan, saya melihat itu sebagai tantangan untuk mencari inspirasi tulisan dari tempat-tempat baru.

Mungkinkah terwujud visualisasi ini? Pastilah butuh usaha besar dan waktu yang panjang (bagi saya) untuk mewujudkannya. Bagaimanapun saya akan berusaha mencari cara untuk melebarkan jalan untuk passion saya ini. Karena memiliki passion itu seperti juga mencintai seseorang. Ada tahap perkenalan, eksplorasi hingga menemukan titik nyaman.

Jadi tidak ada kata terlambat untuk menemukan passion-mu dan menjalankannya dengan caramu sendiri. Itu adalah hak istimewa yang patut kita syukuri.

Apa passion-mu?

Ngeblog: Apa Yang Kau Cari?

ngeblog

Apa yang kamu cari dari ngeblog?

Saya mulai ngeblog sekitar 2008. Sejak itu udah gonta-ganti blog entah berapa kali dan juga mencoba tema yang berbeda-beda. Semua itu adalah proses pencarian apa yang sebenarnya saya mau, atau lebih tepatnya, bisa saya nikmati dari ngeblog. Karena pada dasarnya saya suka nulis sehingga saya terus mencari cara yang lebih baik untuk menyalurkannya.

Hingga akhirnya saya memutuskan berbagi pengalaman dan ide di The Moon Head sebagai blog utama sejak dua tahunan ini. Saya masih punya beberapa blog lain yang memang sengaja nggak terlalu diurus. Saya cukup percaya aja orang masih bisa menemukan blog-blog tersebut dan mengambil manfaatnya.

Pelajaran yang bisa saya ambil dari pengalaman ngeblog selama ini adalah, semua orang punya karakter dan minat yang beda-beda. Dan dalam ngeblog, kedua hal itu bisa jadi sumber yang sangat powerful untuk memulai kebiasaan menulis blog yang menyenangkan dan bermanfaat.

Nggak masalah apakah akhirnya kamu menikmati menulis dalam niche tertentu, atau campur-campur kayak blog ini. Apapun yang kamu tuliskan nantinya bakal memperkaya hidup kamu dengan kepuasan berkarya dan pelajaran bahwa memperbaiki diri itu nggak kenal waktu dan terus berkelanjutan.

Kamu bisa coba berbagai persona, karakter, gaya menulis, topik, tapi jangan palsukan identitas ya hehe. Kamu akan menciptakan sebuah dunia disini dan itu akan jadi sesuatu yang menyatukan kita melalui gagasan yang berbeda-beda. Misalnya kita jadi tahu gimana kehidupan dan ekspresi orang yang suka traveling, yang suka menulis, fotografi, dan sebagainya. Dan itu adalah wawasan yang bisa diberikan secara eksklusif lewat media personal bernama blog.

Disiplin Mental Sebagai Anak Tunggal Dengan Bipolar

disiplin mental

Hari ini 30 Maret 2014 ditetapkan sebagai HARI BIPOLAR SE-DUNIA. Tapi saya disini bukan mau cerita tentang Bipolar secara khusus. Melainkan sesuatu yang nggak kalah pribadi maknanya bagi saya, yaitu disiplin mental sebagai anak tunggal.

Mungkin ini salah satu efek menjadi anak tunggal: saya terbiasa berusaha melakukan semuanya sendiri.

Meski saya canggung secara sosial, sebagai orang yang terbiasa sendirian jujur aja saya masih suka punya penilaian yang agak nyinyir terhadap “ketergantungan” orang terhadap orang lain dalam kehidupan sosial. Karena kadang orang mudah terpengaruh dan menjadi lemah karena bergantung pada opini, tren dan standar orang lain.

Kadang saya berpikir kenapa orang nggak berusaha menyokong kebahagiaannya sendiri dengan memanipulasi atau menerapkan disiplin pada mental. Tapi akhirnya saya sadar, bahwa sebenernya saya yang memiliki mental yang lemah karena saya takut, nggak mau membiasakan dan akhirnya nggak mampu meng-handle berbagai jenis manusia, situasi dan keadaan.

Dalam situasi yang terlalu menyita emosi, saya bisa benar-benar pergi meninggalkan situasi dan tempat tersebut dan nggak kembali lagi. Saya lebih mudah berada di sekitar orang-orang yang “mampu menghargai dirinya sendiri” dalam arti orang-orang yang berhati besar yang mampu dan terbiasa menghandle orang-orang lemah dan insecure seperti saya.

Namun kebanyakan waktu saya lebih suka sibuk sendiri dengan pikiran sendiri. Kalau disimpulkan, mungkin saya bukan mencoba menerapkan disiplin mental, tapi saya hanya berusaha terlalu keras melindungi diri dan mengendalikan segalanya secara sadar karena takut gangguan mental saya mengacaukannya. Walau mungkin bisa juga dibilang sebaliknya, bahwa gangguan kejiwaan saya membuat saya lebih waspada terhadap tidakan-tindakan saya.

kognitif

Semua berawal dari pikiran.

Intinya, disiplin mental itu adalah kebiasaan yang sangat bermanfaat. Semua tindakan, kebiasaan dan perasaan berasal dari pikiran (lihat grafik diatas). Kita bisa mulai mengolah mental dari situ. Jika biasanya kamu gampang curiga atau patah hati jika hal-hal nggak terjadi sesuai keinginan, kamu bisa memikirkan kemungkinan lain dari situasinya yang lebih mendamaikan, supaya kamu bisa ngerjain hal lain yang lebih bermanfaat. Ingat aja, lebih baik merasa damai daripada merasa benar.

Apalagi jika kamu adalah rekan penderita gangguan kejiwaan. Jangan biarkan gangguan kejiwaan ‘mendefinisikan’ cara pandangmu. It’s not you. Karena pada dasarnya kita nggak pernah mau menyakiti atau membuat siapapun sedih.

Penyakit ini hanyalah ketidakseimbangan kimiawi di otak, trauma masa lalu yang tak lagi bisa menyentuh dan menyakitimu. Jangan biarkan dia menjadi kelemahan pribadi, meski dia ingin kita begitu. Sebaliknya, jadikan diri kamu ahli dalam menjinakannya.

Sementara itu, saya masih harus belajar hidup bersama orang lain.

WBD Logo

Topeng

topengSebagian orang berpendapat bahwa manusia memakai “topeng” setiap hari. Sikap yang ditunjukkan seseorang belum tentu sama di waktu dan tempat yang berbeda. Dan akhirnya kita cuma bisa berkomentar apakah tindakan orang tersebut munafik atau tulus. Padahal kita nggak bisa mengharapkan dunia nyata ini seperti sinetron. Yang baik ya baik terus, yang jahat ya jahat mulu.

Menurut saya tindakan memakai “topeng” atau persona merupakan sekedar usaha yang berasal dari niat, situasi, ego dan gagasan tertentu (kata saayaa).

Kita mampu menilai sebuah situasi dan memutuskan tindakan yang kita ambil, serta menentukan tujuan yang ingin kita dapatkan dari situasi tersebut.

Kita sebagai manusia punya kebutuhan dan keinginan. Kita boleh jadi berkualifikasi untuk punya jabatan dalam sistem yang mengorganisir hak orang sipil. Tapi belum tentu ego kita membuat semua orang mendapatkan haknya secara adil. Kita boleh jadi menginginkan sesuatu yang baik untuk diri kita, tapi belum tentu ego mendorong kita menjalani usaha yang halal dan sehat untuk mendapatkannya.

Kalo boleh jujur, saya pikir kita sebagai manusia belum cukup humanis dan empatetik untuk otomatis jujur dengan emosi dan perasaan kita terhadap sesama, terutama orang asing. Kita nggak bisa baca pikiran satu sama lain dan masih takut sehingga harus bertaktik agar tidak dirugikan orang lain. Apalagi kenyataannya nggak semua orang punya tingkat kesejahteraan yang sama. Sehingga yang “lebih” takut dirampok oleh yang “kekurangan”, yang merasa tidak punya apa-apa takut di-bully dan dieksploitasi orang yang punya kepentingan.

Jadi memakai ‘topeng’ menurut saya adalah gejala yang biasa. Kita juga nggak perlu terlalu menyorotnya sebagai watak yang tak bermoral atau munafik. Kita semua descent dan berkelas dengan cara yang berbeda-beda, memiliki kualitas dan watak positif yang baik dan bisa menyenangkan orang lain dengan cara yang unik. Meski di sisi lain kita juga tak lepas dari kekurangan dan kesalahan. Itulah yang membuat kita manusia…sejauh ini.

5 Tanda Kamu Kesepian Kronis

kesepian kronis

Berikut 5 tanda kamu mengalami Kesepian Kronis. (Sebenernya ini agak-agak nggak penting banget tapi yah lumayan buat nambah-nambah postingan ha.)

1. Lintasan Mood

Ketika kamu menderita kesepian kronis, kamu menghadapi lintasan mood seorang diri. Ketika mood kamu cuma pengen ngeremin telor alias diem nggak beraktivitas, kadang kamu berharap ada yang nanya kenapa kamu diem aja dan nggak kemana-mana. Tapi kamu juga terlalu malas untuk mencari seseorang yang peduli. Ketika kamu gelisah nggak bisa diem dan mood-nya selalu pengen ngelakuin sesuatu, itu bisa sangat menyiksa karena kamu nggak punya siapa-siapa untuk bisa diajak menyusun jadwal atau rencana kegiatan. Paling bagus ujung-ujungnya kamu jalan-jalan sendirian di mall, trus mendadak statis bak patung saat browsing-browsing celana dalem dan mempertanyakan makna eksistensimu.

2. Penampilan

Kamu berhenti memerhatikan penampilan diri. Kamu mungkin bakal makan sesuka kamu, sebanyak atau sesedikit yang diinginkan mood. Kamu bisa jadi kegemukan atau malah kekurusan. Rambut kamu dibirkan mbiak-biak kayak Suketi baru bangkit dari kubur. Kamu juga berhenti pake parfum, dandan dan membeli pakaian baru, karena kamu nggak tahu mau menunjukkan itu semua sama siapa. Rasanya nggak ada gunanya, jadi ya, prinsip “jadi diri sendiri” berarti lepas tanggungjawab terhadap penampilan dan jadi apa adanya seperti saat kamu masih bayi (yang berarti kemungkinan kamu juga seliweran di rumah tanpa busana [semoga nggak]).

3. Percakapan Imajiner

Ini satu hal yang mungkin agak aneh tapi terjadi pada saya sendiri. Kamu mungkin bakal mulai banyak bicara sendiri di dalam pikiranmu. Terkadang cuma monolog, terkadang seolah bicara dengan seseorang, yang bisa jadi orang khayalan atau seseorang yang kamu kenal seperti teman atau saudara. Dan setiap kamu melakukan tindakan tertentu, kamu akan berfantasi orang itu meminta penjelasan pada kamu mengapa kamu melakukan apa yang baru saja kamu lakukan. Dan kamu akan mulai menjelaskan panjang lebar alasan dan motivasi dari tindakanmu. Silahkan terkikik geli atau mengernyit tapi itulah yang saya lakukan hampir setiap hari. (Oh God I need friends.)

4. Semakin Introvert

Kamu merasa semakin introvert setiap harinya. Dan ketika dihadapakan pada situasi sosial, kamu merasa kemampuan kamu dalam berinteraksi dengan orang lain telah banyak berkurang. Kamu jadi mudah gugup, nggak fokus dan susah nyambung sama obrolan. Apalagi kalau orangnya ngobrol soal hal-hal sederhana tentang dunia nyata seperti pekerjaan, tempat/lokasi/alamat, cuaca, dan sebagainya.

5. Merindukan Sisi Komedi Dari Konsep Kesepian

Kalo dulu kamu bisa bilang dengan setengah bercanda, “Buat apa gaul banyak-banyak, ane udah punya temen kok, dua orang.” atau “Ane males keluar. Ada manusia diluar sana.” Sekarang kamu cuma bisa nyengir-nyengir merindukan saat komentar-komentar kamu itu terasa lucu dan imut. Karena saat ini kamu nggak yakin lagi apa yang kamu inginkan. Pengen punya temen banget, tapi kemampuan bersosial kamu terlanjur menurun dan kamu takut cuma bakal bikin suasana jadi garing atau canggung, dan akhirnya temen kamu nggak menikmati kehadiranmu. Ujung-ujungnya kamu malah mengecewakan diri sendiri dengan ‘performa’ yang buruk.

Kamu adalah jiwa malang yang tangguh dan mandiri

Tapi tidak ada kata terlambat untuk melatih kembali artikulasi pikiran dan tubuhmu agar kembali siap bersosialiasi. Kamu bisa mulai menarik satu atau dua temen untuk menemani kamu di rumah atau kosan. Buat rencana untuk main bersama yang santai dimana mereka bisa melakukan apapun yang mereka mau tapi hasilnya bisa dinikmati sama-sama. Misalnya masak bareng, nonton DVD bareng, dan sebagainya.

Takut gagap atau salah ngomong? Berlatihlah dengan membaca dengan bersuara lantang seperti saat berlatih pidato. Menyuarakan ide atau pikiran bakal membantu kamu menaruh kepercayaan pada dunia luar di sekitarmu sehingga kamu nggak akan canggung atau ragu-ragu lagi.

Salah satu faktor yang membuat kamu gugup adalah kamu selalu takut kamu tidak siap ketika orang lain menginginkan sesuatu darimu. Modifikasilah pemikiran itu. Berpikirlah “selalu siap menerima” dan bukannya “harus siap melayani” ataupun “selalu meminta”. Kenali dan hargai kehendakmu sendiri demi kebahagianmu sendiri. Hargai pula hak dan kebahagiaan orang lain.

Selain masih bisa bersenang-senang dengan teman-teman, kamu akan selalu dikenal sebagai orang yang mandiri dan menjadi sosok yang menguasai baik dunia nyata maupun dunia imajinasi. ;) Dan siapa tahu di masa depan kamu akan jadi sosok yang diandalkan teman-temanmu ketika mereka butuh pertolongan atau ‘pundak untuk menangis’.

Ada lagi ciri-ciri orang kesepian? Jangan lupa klik Suka, komen dan +Ikuti karena…yah itu bikin saya seneng. *tepok jidat pake piring terbang*

Rahasia Sains Periklanan

 

Mau tahu bagaimana cara kerja iklan memengaruhi calon pelanggannya? Berikut saya coba rangkum isi video diatas.

Perusahaan-perusahan di Amerika menghabiskan $170 triliun per tahun.

Iklan menggunakan teknik-teknik yang menanam memori positif serta merangsang emosi penonton sehingga tergerak untuk membeli produk mereka. Hal yang mendasari ini adalah level atau tingkatan bawah sadar manusia.

MODEL

Pada dasarnya kita cenderung tidak ingin mudah dipengaruhi untuk melakukan sesuatu. Tapi kita cenderung memerhatikan apa yang dilakukan oleh orang lain sehingga model digunakan untuk menyampaikan pesan dengan cara tersebut.

Ekspresi senang paling sering digunakan dalam iklan sebab kita memiliki “syaraf cermin” dimana kita cenderung meniru ekspresi yang ditunjukkan orang lain.

Pupil yang melebar tampak lebih ataktif sehingga foto-foto model iklan seringkali di-Photoshop agar pupil mata mereka tampak lebih lebar.

Para ahli juga mengatakan posisi tangan tangan saat memegang produk dalam iklan juga berpengaruh. Dalam hal ini tangan yang dominan yaitu kanan.

WARNA

Warna digunakan perusahaan dalam logo mereka untuk mewakili pesan yang ingin mereka sampaikan tentang produk mereka. Merah menandakan tindakan, semangat dan masa muda.

Hijau menunjukkan kesegaran, pertumbuhan dan kesehatan. Sementara biru menunjukkan kepercayaan, percaya diri dan kenyamanan.

BAHASA

Teknik lainnya adalah klaim yang tidak benar-benar teruji. Misalnya “lebih harum” atau “lebih nikmat” meskipun tidak ada perbandingan resmi yang dilakukan. Selain itu juga testimoni palsu yang mereka klaim berasal dari tokoh publik atau selebriti.

PERTANYAAN RETORIS

Iklan terkadang menggunakan pertanyaan-pertanyaan retoris untuk membuat orang tergerak menggunakan produk mereka. Contohnya: “Got Milk?”, “Mau?”, “Sudahkah Anda Minum Yakult Hari Ini?”

Nah, udah tahu ‘kan gimana perusahaan menggoda kita melalui iklan-iklan mereka? Tertarik membuat perusahaan dan iklan untuk produkmu?