Tips Mengatasi Efek Samping Antipsikotik

Salah satu kata kunci yang masuk ke blog saya adalah mengenai “efek samping Luften”.

Luften (Clozapine) adalah golongan atypical antipsychotic yang sebelumnya umum digunakan dalam perawatan Skizofrenia. Namun kemudian setelah penelitian lebih lanjut digunakan pula dalam perawatan Bipolar karena memiliki efek menstabilkan mood. – Pyschcentral

Selain Luften antipsikotik lain yang banyak dijumpai adalah Seroquel (quetiapine), Abilify (aripiprazole), Risperdal (risperidone) dan Zyprexa (olanzapine).

anxious-irritableBeberapa efek samping antipsikotik ini antara lain lemes, ngantuk, sluggish/lembam (melempem), kecemasan (anxiety), ketegangan hingga mudah marah atau kesal.

Ketika efek-efek samping ini menguasai memang sangat nggak menyenangkan terutama ketika kita harus berada dalam situasi sosial. Seusai beraktivitas kita bisa jadi merasa tegang hingga mudah kesal.

Salah satu jalan yang terpikir oleh saya itu seringkali “Udah deh abis ini pause dulu minum obatnya” tapi hari berikutnya tetep aja diminum lagi supaya bisa tidur malem.

Sebenernya kita bisa mencoba mengatasi emosi dan mood yang kacau yang disebabkan efek samping antipsikotik ini. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Jalan-jalan cari udara segar. Cari tempat yang tenang dimana kamu bisa berpikir sesuka hati dan mengekspresikan perasaan tanpa takut terganggu atau mengganggu orang lain. Saya biasanya keliling-keliling naik motor di jalan-jalan yang cenderung sepi seperti jalan-jalan utama dekat perumahan elit hingga pelosok-pelosok gang (me-nyasarkan diri he he). Jangan lupa sediakan bensin yang cukup.
  2. Talk to someone. Ajak temen ngobrol atau chatting. Dengarkan cerita sehari-hari dari dia. Mendengarkan teman yang memiliki lebih banyak energi darimu bisa menularkan sedikit optimisme dan energi positif.
  3. Silahkan menangis atau berteriak jika memang terasa perlu dilakukan. Cari tempat yang sepi, atau menangislah di pelukan pacar atau sahabat yang kamu percayai. Setelah itu jangan lupa ungkapkan bahwa kamu sudah merasa lebih baik dan percaya serta aman bersamanya.
  4. molor dengan gantengRilekskan diri dengan istirahat dan tidur. Minum air mineral yang banyak. Setelah keringetan ngadem deh tuh pake AC atau kipas, trus usahakan tidur atau setidaknya berbaring santai. Dengarkan musik favorit atau yang menenangkan. Pikirkan bahwa kamu sedang berusaha menguasai perasaan yang nggak enak ini, karena kamu tahu ini bisa dihilangkan dan dikendalikan. Tidurlah dan mudah-mudahan setelah bangun pikiran dan perasaanmu akan lebih baik.
  5. Hindari konsumsi kafein seperti kopi yang bisa memicu kecemasan dan ketegangan. Salah satu efek samping lain dari obat-obatan antipsikotik adalah berat badan naik. Maka sebisa mungkin jaga pola makan. Jangan terlalu banyak makan apalagi yang cepat meningkatkan kadar gula darah karena bisa bikin kita berasa lamban dan berat.
  6. Belajar sesuatu setiap hari. Asah otak dengan pengetahuan-pengetahuan baru yang menarik minat kamu. Tapi jangan biarkan otak terlalu lelah juga supaya nggak memicu ketegangan. Seimbangkan dengan sajian yang ringan, menghibur dan merilekskan seperti menonton film atau melihat gambar-gambar yang lucu dan menyenangkan.

Demikian beberapa tips dari saya pribadi. (Maaf kalau kurang bersesuaian dengan anjuran terapis he.) Semoga sedikit-banyaknya bermanfaat.

Obat Baru, Resepku Makin Ekonomis

Sekarang obat malamku, Seroquel XR 300 udah diganti dengan Luften 25 (Clozapine 25 mg). Dari Google aku mengetahui bahwa Luften ini adalah ‘obat untuk pasien yang tidak responsif terhadap obat antispsikotik/neuroleptik’. Mungkin dokter menilai bahwa Seroquel kurang efektif untukku. Ini berkaitan dengan masalah tidurku. Aturan minum yang dikelang membuatku sama sekali nggak bisa tidur ketika nggak minum Seroquel. Aku juga terpaksa malu ketika dokter bilang Seroquel itu nggak boleh dimakan sepotong-sepotong atau dibelah-belah. Kalau udah dipotong, kandungannya akan rusak. Jadi potongan yang nggak langsung diminum itu bakal mubazir atau sia-sia. Oalah… :oops: Aku kira yang penting bisa bikin tidur. Namun ternyata kandungan untuk Bipolar dari obatnya jadi rusak.

Dari Google aku juga baca bahwa Luften aslinya adalah obat untuk Skizofrenia. Tapi, dokter pasti punya pertimbangan sendiri kenapa memilih obat ini untukku. Efeknya sih nggak jauh beda dengan Seroquel. Bikin ngantuk. Banget. Sedikit bedanya, efek ngantuk dari Seroquel terasa lebih mulus dan alami, kayak ngantuk normal kalo pas capek atau dorongan body clock. Sementara ngantuk dari Luften terasa agak lebih ‘agresif’ dalam arti terasa kayak dipaksa tidur sama si obat.

Tapi aku seneng karena Luften harganya lebih murah dari Seroquel. Jadi sekarang resepku lebih ekonomis hampir 50% dari biasanya. Hore. :cool:

Trus kan, hehe (agak malu nyeritainnya), pulang dari konsul aku manfaatin deh sisa uangnya buat jajan buku dikit di toko buku Wali Songo. Milih yang ringkas dan murah buat dibawa dalam perjalananku. Dan aku juga sukses beli jam tangan murah di emperan jalan depan karfur Gatot Subroto. Xixixi. :mrgreen:

Ohya, aku juga konsultasi soal kelangsungan pengobatanku sama dokter. Kata dia nggak masalah walau aku udah diluar kota nanti. Obat bisa dikirim dari Medan atau dia bisa nulis surat buat dokter disana. Keputusan diserahkan pada pasien, atau tepatnya ortuku sebagai penyedia dananya. Hehe. Kalau gini aku jadi lebih tenang. Karena takutnya, kalau konsultasi sama psikiater di Bandung, bakal dikasih pengobatan dari awal yang notabene obatnya bisa jadi lebih banyak dan lebih mahal.

Bagaimanapun, Alhamdulillah untuk biaya pengobatanku yang udah makin murah. Semoga aja resep baru ini bisa berjalan efektif. Amin.