Berharap-Harap Cemas

Aku mulai memikirkan “segalanya” tentang kehidupanku. Dan “segalanya” itu sebenarnya hanya melingkupi dua hal, yaitu: visi jangka pendek dan visi jangka panjang.

Aku semi-nganggur selama empat tahun sejak putus kuliah. Yeah, I’m totally an a**hole. Tapi itu mungkin adalah salah satu penggambaran bagaimana hidupku dan hidup siapapun bisa hancur oleh Bipolar.

Seumur hidup aku selalu melihat orang-orang menjalankan hidup dengan cara yang berbeda denganku. Menurutku aku tidak memiliki wawasan tentang bagaimana cara hidup orang normal, atau aku sekedar sangat kekurangan pengetahuan akan life skill sejak dini.

Aku tersesat dalam usaha menyamai pola pikir “orang normal”, bagaimana mereka/kalian bertindak, dan sebagainya. Mungkin ada yang mengatakan hal seperti itu adalah stigma negatif. Namun bagiku itu bahkan tidak sebesar itu pemahamannya.

Ketika aku dinormalkan oleh obat, aku tahu bagaimana berpikir bahwa “I AM people”. Bahwa aku salah satu dari semua orang dan there’s no big deal jika mengingat betapa inginnya aku menjadi seperti itu selama ini. Semua yang ingin kucapai selama mengimpikan untuk menjadi orang normal beralih menjadi transformasi yang lembut dan menentramkan. It’s like, ketika orang mengatakan “Think out of box,” bagiku kini, kebenarannya adalah… There’s no box.

Dan kukira itu cukup untukku memulai membangun hidupku dari sekarang. Namun aku berharap-harap cemas akan sesuatu yang akan menggagalkanku untuk mendapatkan yang terbaik. Karena aku paham itu adalah cara agar aku tahu pada akhirnya apa yang terbaik yang pantas kuperoleh. Itu bisa jadi usaha yang keras dan membutuhkan semua aspek kehidupanku sebelum dan setelah pengobatan. Atau bisa jadi sesuatu yang sama sekali baru dalam caranya.

Aku agak merasa Tuhan bakal butuh meruntuhkanku dulu untuk memberiku pandangan yang lebih jelas tentang ‘jalan santai’-ku menuju ke-terbaik-an. Dan untuk sementara ini, aku tidak tahu, meskipun aku ingin, bagaimana mulai menindakinya (dengan cara yang benar dan memperkaya hidupku).

Allahuakbar. Allahumma, layakkanlah hatiku yang kecil bagi kemulian-Mu. Amin.

4 pemikiran pada “Berharap-Harap Cemas

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s