Bad Time feat. Diare

Aku terpaksa bolong puasa hari ini karena terserang munmen alias diare. Waktu-waktu yang mengerikan kulewati dengan rasa sakit di perut dan bolak-balik mencret.

Perut membuat suara ‘menggerutu’ karena cairan lambung mendesak ingin dikeluarkan. Akibatnya aku jadi lemes banget karena kekurangan banyak cairan secara tiba-tiba. Istilahnya badan ini syok, kali ya.

Karena nggak tahan lagi terpaksa bolak-balik ke kamar mandi dengan badan super-lemes, aku minta diantar ke mantri sama Bapak. Biar disuntik yang biasanya langsung ngaruh dalam waktu relatif cepat.

Mantri langganan kami ini selalu memberi obat yang sama. Mungkin obat-obatannya sejenis antibiotik yang bisa buat segala penyakit. Tapi tadi dia melarangku makan makanan yang keras dan minuman yang manis-manis.

Puasaku batal sebenernya udah sejak subuh karena aku sengaja muntah biar perut terasa lebih lega. Kalo tadi aku muntah sebelum imsak pun mungkin aku tetap akan minta dibawa ke mantri buat suntik. Jadi yah apa boleh buat. Puasaku tahun ini bolong sehari.

Sekarang kondisiku dan perutku udah mendingan walau aku masih takut kalau-kalau mau “bocor” lagi. Tadi setelah sampai di rumah, minum obat, aku langsung muntah banyak banget. Jadi obat yang belum ada sedetik diminum terpaksa keluar lagi. Aku ‘terkesima’ melihat muntahku. Haha. Bukan maksud ngayalin yang jijay-jijay, tapi aku melihat banyak sisa makanan yang nggak tercerna sempurna. Antara miris dan takjub. Itulah yang terjadi kalau pencernaan lagi eror.

Masih nggak jelas sebabnya virus atau apa. Dugaanku sih akibat ujan-ujanan sepulang dari konsultasi ketiga hari Jum’at lalu, disambung dengan udara dingin yang menyelimuti bumi. Makku juga ikut ujan-ujanan karena aku bonceng dengan motor, tapi doi ngerasa nggak enak badan malam itu juga. Setelah minum obat dan tidur udah lumayan sehat lagi, kecuali sakit pinggangnya yang belum ilang-ilang. Kasihan juga liat Makku ‘berduel’ dengan sakit pinggangnya. Dia jadi sangsi terus kalau mau shalat taraweh.

Aku nggak sabar ngerasain badanku fit lagi, karena aku nggak mau bolong puasa lagi di hari terakhir besok. Setelah browsing-browsing dikit, aku cari tahu tentang cara buat oralit. Yaitu 1 liter air dicampur dengan 1 sendok teh garam dan 5 sendok teh gula. Tapi begitu pergi ke dapur, lihat garam ternyata udah abis.

Satu lagi yang katanya bisa buat obat diare, tepatnya sih mencegah, yaitu air kelapa muda. Pengen beli tapi males keluar karena badan masih lemes dan lagipula ini masih puasa (bagi sebagian orang), jadi mungkin belum ada yang jualan begituan.

Cuma bisa berharap, seiring waktu, aku cepat sehat lagi. Amin.

Iklan

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s