Ngobat Dobel

Barusan sepupu dan ponakan-ponakanku baru dateng setelah mendarat dari Bandung pagi tadi. Duh, langsung gugup hampir setengah mati. Kenapa aku nggak kepikiran ngatur waktu minum obat sejak awal. Karena lagi ngobat dobel yang sama buat diare, aku harusnya mendahulukan Alpra dan padanannya di sore hari, biar minum obat dari mantri pas malemnya. Kalo itu kulakukan tadi mungkin aku bisa tampil lebih prima di hadapan keluargaku, walau kata mereka aku masih kelihatan pucat (mereka tahu aku kena diare hari ini dari Makku).

Tapi yah apa boleh buat. Aku cuma bisa berusaha menghadapi kenyataan tanpa ego. Biarlah semua jadi berkah bagi peningkatan kualitas hidupku.

Hikmah hari ini juga lumayan. Setelah mendingan dari diare, sepupu-sepupuku tak lupa bawa oleh-oleh yang lumayan banyak. Yang paling menarik buatku apalagi kalau bukan makanannya, hehehe. Ada snek tempe goreng dan tahu Bandung yang katanya khas. Nyamm… Tuh tahunya lagi digoreng sama Makku buat buka puasa.

Ohya, hari ini yang puasa di rumah cuma Mak. Bapak yang sedari kecil mengikut Islam Muhammadiyah sudah lebaran hari ini.

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s