Lebaranku

Idul Fitri kemarin orangtuaku pergi pulang kampung tanpa aku. Jadi, sehari semalam aku sendirian di rumah.

Aku sempat khawatir karena malam keesokan harinya orangtuaku belum juga sampai di rumah sampai lewat waktu ‘Isya. Namun Alhamdulillah akhirnya mereka tiba di rumah sekitar jam setengah 9 malam. Makku mengeluhkan macet parah. “Cuma bisa bergerak sedikit-sedikit… Kalau nggak bergerak takut disalip orang…,” ceritanya.

Aku cuma bersyukur mereka udah pulang dengan selamat sehat wal afiat. Tahu sendiri di musim-musim lebaran seperti ini sangat rawan kecelakaan, terutama di kalangan pemudik. Orangtuaku menggunakan mobil pick-up yang dipinjam dari kantor Bapak.

Bukan hanya kecelakaan di jalan yang aku takutkan, tapi juga “bajing loncat” alias perampok jalanan. Perampok-perampok yang biasanya merampok kendaraan dengan cara bersembunyi di rimbunan semak di pinggir jalan-jalan kampung yang sepi. Mereka dikenal beringas dan tak segan menggunakan cara-cara kasar untuk memaksa masuk kedalam mobil. Naudzubillah… Serem euy… >.<

Tak kelewatan orangtuaku pulang membawa berbagai buah tangan. Dari makanan sampai dedaunan misterius (hahaha) seperti ini:

Kata Maku ini adalah daun katuk + daun salam, oleh-oleh yang dibawa dari kampung kami di Kisaran, kabupaten Asahan. Bukan sesuatu yang khas. Malah nampaknya baru sekali ini dibawain berbagai rempah-rempah semacam ini. Bahkan ada pula beberapa batang pohon pisang tunas muda yang siap tanam. Hmm… Aneh-aneh juga oleh-oleh mudik tahun ini.

Suasana hatiku di rumah udah mellow aja, sambil sesekali ngeliat keluar jendela, memantau kalau-kalau pick-up berlogo PLN itu memasuki halaman. Di saat seperti ini aku jadi teringat masa-masa kecil dulu waktu sering sendirian di rumah. Nggak tahu harus ngapain, kesepian tapi juga menikmati kebebasan mau ngapain aja di rumah. Hehehe.

Tapi ternyata justru di waktu senggan itu Allah menghadiahiku sepotong karya yang penuh hikmah yang mengubah cara-cara dan pemikiranku selamanya. Insya Allah aku akan menceritakan tentang itu di post berikutnya.

Malam tadi aku mengawali usaha untuk tidur dengan gelisah. Efek obat Seroquel XR yang bikin ngantuk nggak selalu bekerja cepat, kadang bisa sampai beberapa jam setelah diminum. Dan selama itu pun aku tetap bisa merasa gelisah. Tapi bagusnya, sesingkat apapun kita tidur, satu kaplet Sero bikin tidur kita puas dan terasa pol. Walau rada lemes dan ngantuk-ngantuk dikit.

Pagi-pagi sekali tadi Makku menyampaikan rencana mendadak untuk ziarah ke makam mendiang abahnya, Kakekku. Sang ‘legenda’ keluarga, Alm. Doellah Usman. Akhirnya tanpa mandi terlebih dahulu, cuma cuci muka dengan sabun aku berangkat sama ortu ke makam beliau di kawasan perkebunan PTPN Silau Dunia. Taman makam itu memang dibuat khusus bagi para pekerja PTPN, dimana dulu Kakekku bekerja disana.

Sedikit kilas balik, Kakek Doellah Usman kami ini meninggal saat masih sangat muda sekali (setidaknya untuk disebut “Kakek”), yaitu saat ia berumur 27 tahun. Saat itu Makku baru berusia 3 bulan. Jadi dia tidak pernah benar-benar mengenali ayahnya sendiri. Hanya dari cerita-cerita, foto yang sudah diambil orang lain saat ia masih kecil, dan sebuah mimpi dimana Makku melihat dan bertemu abahnya. Wew.

Jalan menuju makam lumayan penuh ‘petualangan’. Setengah perjalanan jalanan bagus dan mulus. Tapi semakin memasuki pedalaman semakin nggak keruan, hancur-hancuran. (=.=’) Untung kita sempet sarapan di jalan. Alhamdulillah kita bertiga nggak ada yang menderita pusing ataupun mual yang signifikan.

Sumber air minum selama perjalanan hanya dari sebotol minuman Cola ukuran 1 liter yang sedikit bikin dehidrasi. Tapi saat menjelang akhir perjalanan kita sempet singgah ke rumah salah satu Budeku dan disana kita bisa minum dari air mineral gelasan. Fiuh, lega rasanya membayangkan perut akhirnya diisi sesuatu yang ‘sehat’.

Dan akhirnya kita berhasil sampai ke rumah sebelum shalat Jum’at seperti yang ditargetkan. Aku langsung ganti baju dan celana doang, dan langsung berangkat ke mesjid dengan motor.

Kegiatan hari ini kututup dengan tidur yang pulas dan mandi malam hari tadi.

Aku bersyukur Alhamdulillah karena Idul Fitri tahun ini aku bisa sedikit jalan-jalan, bertemu sejumlah keluarga, berziarah sambil menikmati udara alam yang segar. Satu paket yang udah cukup untuk lebaranku kali ini.

Iklan

2 pemikiran pada “Lebaranku

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s