Ledakan ‘Bom Yang Gugup’

Dulu aku suka menyebut diriku dan secara umum semua anak-anak muda yang hidup dengan ADD/ADHD dengan sebutan “nervous bomb”. Bom yang gugup yang siap meledak kapan saja.

Aku bahkan tak bisa sungguh-sungguh merasa kecewa atas ledakan-ku malam Jum’at kemarin. Ya, entah bagaimana, setelah rasanya ratusan tahun berlalu…aku kumat lagi. Aku ngamuk lagi. Aku menghancurkan segalanya LAGI.

Aku hanya…HANCUR.

***

Lantai kamarku masih menguning oleh sisa noda darahku. Ketika aku meledak marah seperti monster kamis malam lalu, aku menemukan bahwa nyilet terasa sangatlah mudah dan nyaris tidak menyakitkan sama sekali. Darah yang mengalir deras didalam tubuhku segera merembes keluar seperti limpahan minyak bumi melalui sejumlah sayatan di pergelangan tangan yang kubuat. Sangat bodoh!

Dan ya, aku berteriak mengoceh tentang semua hal yang sama dari kali sebelumnya; cermah soal ignoransi, kelalaian, kesalah-kesalahan yang dianut bersama oleh semua orang dalam ‘zona aman’ mereka… Aku seperti orang gila yang mengumumkan tanggal pasti Hari Kiamat. Atau seorang penjual minyak ular yang frustasi karena jualannya tak laku-laku sebab orang terlalu ignoran untuk menerima dan memahami bahwa ada obat untuk penyakit mereka; bahwa ada ‘cara-cara lain’… Yap. Aku orang yang menyedihkan dan hina.

Jujur, aku takut ini disebabkan karena hilangnya Sertraline dari resepku. Tapi selain itu aku juga punya teori lain. Mungkin ini adalah, dalam orientasi alamiah, kebobolan, layaknya ‘security bridge‘, yang diakibatkan oleh kondisiku yang sempat ‘sekarat’ selama beberapa hari pada minggu sebelumnya karena kehabisan obat; dan Alprazolam generik yang kami pesan dari luar kota tidak kunjung datang karena ternyata penjualnya adalah PENIPU!

Kompulsif, jajan segala macam... (seenggaknya snek ikan ini adalah snek favoritku).

Ya, semua itu adalah suplemen yang sangat mumpuni bagi terjadinya ‘ledakan’ malam Jum’at itu.

Selain itu aku merasa kompulsif selama minggu ini. Cukup signifikan sehingga aku dengan mudah menghabiskan sisa uang THR-ku… Dan yang terburuk: aku memicu pertengkaran dengan sahabatku sendiri!

Untuk yang satu itu, aku benar-benar merasa hancur…aku berlaku sangat buruk! Buruk sekali!

***

Aku sadar kondisiku sekarang terasa sedikit longgar. Hal-hal buruk seakan masih terus mengancam di tengah kondisiku yang sudah lebih baik setelah kembali menerima asupan obat sejak hari Minggu. Mungkin saja kondisi ini karena ketiadaan Zerlin (Sertraline) dari resep. Mungkin juga hal lainnya.

Aku bahkan tahu ketika aku meminta maaf pada sahabatku, aku memanfaatkan kekuatan dari kompulsivitas untuk membuatku bisa merasa lebih nyaman dan ‘berenergi’ untuk mengutarakan permintaan maaf. Meski akhirnya aku menjelaskan pula tentang keadaan yang sebenarnya; tentang kondisiku, dan perbuatan-perbuatan buruk yang menghantui sepanjang hidupku.

Secara langsung kami tak pernah benar-benar bertemu kecuali sebentar, aku dan sahabatku itu. Dia dengan sangat mudah memaafkan perilaku jahat dan bodoh-ku. Kemudian aku mencoba memberikan pengertian padanya untuk mengijinkanku mengutamakan kebutuhanku terlebih dahulu sebelum melayani atau, jika bisa, membantu keperluan-nya maupun orang lain; dan bahwa aku sedang menjalani pengobatan yang kemudian ia menghargai itu.🙂

***

Dalam setiap aksiku, biasanya aku belajar sesuatu; menemukan sesuatu; memahami sesuatu, baik sebelum maupun setelah ‘ledakan’.

Dan insight hasil dari ledakan bodoh dan konyol kali ini adalah, dan aku telah berkata kepada Makku, bahwa, “Aku adalah Si Hancur. … Dan itulah identitasku. And I’m rolling as is.

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s