Jadi Tukang Servis Kipas Angin

Sore ini aku jadi tukang servis kipas angin. Bukan nyervis kipas angin siapa-siapa sih, tapi nyervis kipas angin sendiri. Hehehe.

Tujuan awal sebenarnya cuma mau bersihin debu dari ‘sangkar’-nya. Trus mau nyoba melumuri pen motornya dengan minyak biar nggak ngadat-ngadat.

Tapi aku malah jadi keasyikan ngutak-ngatik dan akhirnya, aku putuskan untuk melepas motor yang bikin kipasnya bisa noleh ke kanan dan ke kiri.

Sambungannya udah patah dan rusak, jadi nggak ada gunanya juga karena nolehnya udah ngadat-ngadat, kayak orang yang lehernya keselo. Hahaha.

Dan terakhir aku kaitkan kepala kipas pada lehernya menggunakan sambungan logam dan kawat aluminium biar fixed dan nggak oleng kemana-mana, karena yang bikin dia bisa noleh secara teratur udah nggak ada.

Hasil akhirnya:

Begitu masuk kamar, Makku langsung terkejut sekaligus ketawa melihat wujud kipas anginku yang udah berubah jadi mirip “robot,” katanya. Hahaha. Aku setuju dan ikut geli campur kagum sama bentuk barunya si kipas angin. Cuma rada takut aja kalo kepegang badan mesinnya trus kesetrum…

Angin yang dihasilkan pun jadi terasa lebih pol karena nggak ada penghalang dari ‘sangkar’-nya.

Eh, oh ya, tadi aku sempet baca-baca dikit tentang cara kerja kipas angin kok bisa bikin kita merasa sejuk

Jadi kira-kira intinya begini, sebenernya kipas angin itu nggak bikin suhu ruangan atau tubuh manusia lebih dingin, malah justru lebih hangat karena sistem kerjanya sebenarnya hanya memindahkan udara ‘pengap’ dalam suatu ruangan melalui baling-balingnya tanpa benar-benar mengubah suhunya.

Tapi di saat cuaca panas dan orang berkeringat, efek dari air keringat yang mengering/menguap oleh hembusan kipas angin membuat (otak) kita merasa lebih sejuk dan dingin, meskipun tidak benar-benar mengubah suhu seperti AC.

Peralatan-perlatan yang kugunakan dalam ‘kejahatan’ ngutak-ngatik kipas angin (sebagian besar pinjaman dari lemari kerja Mr.Incredible alias Bapak):

Menduga-duga diri ini… Jangan-jangan aku mewarisi kemampuan Mr.Incredible dan ujung-ujungnya jadi teknisi juga. Hihi.

2 pemikiran pada “Jadi Tukang Servis Kipas Angin

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s