Eaten

Aku mencemaskan Makku yang sedang berada di tanah suci. Itu saja. Aku tidak mau memikirkan atau peduli pada siapapun selain itu jika tidak perlu. Aku termakan oleh gelisah, frustasi dan emosi. Aku tahu aku seharusnya tidak boleh mempertahankan kondisi negatif yang memengaruhi emosiku seperti ini. Aku harus tetap memberikan energi semangat untuk Makku. Karena itu aku harus berpikir jernih. Aku agak merasa ini adalah semacam cobaan. Dan sepanjang hari ini aku belajar memproses situasi ini. Kecemasan bahwa Makku dalam kondisi yang membahayakan atau merugikan sehingga menghalangi ibadahnya adalah sebuah tes untuk menguji apakah aku sanggup melaluinya dan menyikapinya dengan sebijak mungkin. Aku mungkin juga cemas jika disulitkan oleh orang lain yang tidak tahu menahu tentang cara berpikirku yang hanya dipahami oleh Makku, meskipun itu adalah bentuk perhatian mereka terhadap Makku. Dan aku harus bisa menjernikan pikiran agar bisa fokus pada subyek utamanya. Tanpa Makku, tidak banyak dukungan yang memahami kondisiku, sehingga untuk cemas terhadap Makku pun aku harus menghadapi ketidaktahuan orang lain tentang itu.

Ini terasa berat bagi semua orang. Meski aku masih bisa sedikit terhibur membayangkan Makku berusaha untuk bersemangat melihat teman-temannya yang lain, sekaligus bijak mengatur tenaganya agar tidak terkuras seperti yang dinasehatkan abangnya, Pakdeku. Ibadah haji sungguh lah berat. Aku teringat pada Makku ketika kemarin ban motorku bocor dan aku harus mendorongnya dibawah cuaca yang panas, sampai betisku terasa terbakar (maklum, jarang olahraga). Aku langsung teringat bagaimana beratnya beribadah haji di tanah suci yang dijalani Makku, pastilah berkali-kali lipat dari yang kurasakan saat itu.

Doaku tak putus mendoakan kedua orangtuaku dan khususnya Makku yang tengah beribadah menuju rumah Allah. Aku hanya berharap Makku bisa terus menghubungi kami jika sempat, bahkan jika untuk mengabari bahwa ia sedang sakit atau tidak enak badan (semoga saja tidak) agar aku dan keluarga disini merasa tenang. Terakhir kali, Makku menelepon jam dua malam dini hari tadi (waktu di Arab berselisih sekitar empat jam lebih lambat dari waktu Indonesia, jadi kira-kira saat itu Makku menelepon pada pukul delapan) dan mengatakan ia sedang berada di Masjidil Haram. Aku senang sekali mendengarnya. Saat belum berangkat, Makku telah banyak bercerita tentang ceramah ustadz di tempat manasik hajinya yang menjelaskan tentang situs-situs historis Islami seperti Masjidil Haram itu. Aku ikut excited mendengar dan membayangkan bagaimana keadaan disana. Begitu banyak berkah yang bisa didapat jika beribadah di tempat-tempat itu, dimana doa-doa lebih cepat diijabah dan pahala yang kita dapat nilainya berkali-kali lipat dari tempat-tempat lain di seluruh dunia. Subhanallah.

Aku berharap Makku menghubungiku malam ini untuk menyampaikan kekhawatiranku tentang kesehatannya. Tapi jika tidak ada telepon, juga tidak apa-apa. Aku hanya bisa terus berdoa, ‘menyambung’ ibadah yang dikerjakan Makku disana.

Semoga Allah memberkahi serta meridhoi ibadah haji Makku dan melindungi kami semua dari yang bathil. Sesungguhnya kita tidak tahu mana yang lebih baik bagi diri kita selain Allahu ta’aala Yang Maha Sempurna. Walhamdulillahirabbil ‘alamiin.

17 pemikiran pada “Eaten

  1. Semoga beliau sehat selalu di sana ya…πŸ˜₯
    Semoga diberi kelancaran di sana, juga keamanan dan keselamatan. Semoga bisa kembali ke tanah air dengan selamat lahir dan batin…πŸ˜₯

    • Amin ya rabbal ‘alamin…
      terimakasih mas Asop doanya…
      kalo terus bayangin beratnya Mak saya disana, saya bisa terus-terusan sedih. makanya saya cuma bisa terus doain beliau biar sehat dan ibadahnya lancar.

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s