Kafein?

Lagi ngupingin music score dari soundtrack film Hereafter, dengan harapan bisa dapet mood buat nulis. Soalnya aku suka banget film arahan Clint Eastwood itu. Musiknya cakep, indah sekaligus sedih, sampe bikin merinding disco, cing… Tapi walau udah dengerin secara shuffle di media player, belum dapet juga moodnya. Apa karena belakangan ini aku mulai rajin nenggak kopi lagi, walau dengan dosis nggak tinggi? Mungkinkah kafein bisa bikin otak cepet lesu dan buntu? I tak tahu ler…, kalau kata orang Malaysie.

Gimanapun aku harus tetep ngerjain tulisan fiksiku. Aku masih pengen punya karya yang selesai dalam tahun ini. Aku akan melakukan apapun biar aku tetep on track dan nggak terlampau merasa terbebani untuk mengerjakannya. Aku akan berusaha meskipun nggak bakal jadi novel yang diterbitkan. Bahkan mungkin kalaupun aku memang diijinkan Tuhan untuk nulis buku yang diterbitkan, mungkin setelah aku mencoba ratusan atau bahkan ribuan kali seperti banyak penulis senior lainnya. Mungkin itu bakal terjadi saat umurku 130 tahun. Haha, lebay. Aku ingin mencotoh Ernest Hemingway yang tetep berkarya sampai tua dan jadi ‘langganan tetap’ peraih nobel sastra.

Moga mimpiku ini bisa tercapai. Amin. :)

About these ads

6 pemikiran pada “Kafein?

    • iya mas nando. saya juga pengennya gitu. soalnya saya juga menikmati minum kopi. tapi karena efeknya kurang pas di saya, jadi yah terpaksa diukur, dipertimbangkan dan ditelaah dulu sebelum menenggak dosis kafein harian. haha. thnx udah mampir n komen. :D

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s