Berlebihan Dalam Keterbatasan Finansial: Prioritas Yang Keluar Jalur

Mungkin itu cuma aku. Aku kan nggak selalu punya uang lebih dari…nothing. Tapi saat aku punya sejumlah uang yang bisa kuhabiskan untuk beberapa barang yang kuinginkan, aku selalu berakhir menghabiskannya pada satu hal seluruhnya, secara berlebihan, secara impulsif. Tapi setidaknya aku belajar untuk memastikan hasil dari kecerobohan itu masih bisa sangat kunikmati dan kuambil manfaatnya. Seperti buku. Buku-buku. Aku suka buku.

Tapi seperti sebagian waktu lainnya, aku selalu ingin membeli dek kartu Tarot. Yang baru.

Aku punya satu dek Rider-Waite (yang ternyata versi bajakan) dan aku ingin sesuatu yang lain, yang lebih original dan pas dengan karakterku, jika ‘karakter’ itu ada pada diriku. Tarot kan juga membaca, secara teknis… Jadi, proses intuisi semacam ini, sepanjang yang aku tahu tidak bisa lagi diasosiasikan mentah-mentah dengan hal-hal mistik, adalah sebuah kegiatan yang menarik dan bermanfaat, mereka bilang…seperti mereka bilang, “mengeksplorasi diri” secara psikologis. Anyway, aku suka aja liat-liat koleksi dek Tarot di album Toko Tarot di Facebook. Berikut link-link ToTar jika kamu mau eye-shopping koleksi-koleksi Tarot-nya (ada berbagai publisher dan oracle): facebook.com/tokotarot & facebook.com/tokotarot1.

Jadi, seperti yang kubilang, terkadang merencanakan prioritas untuk membeli barang saat punya uang bisa jadi cara termudah untuk kehilangan kontrol sama sekali jika kita tidak hati-hati, terutama bagi orang yang memiliki kecenderungan impulsif sepertiku. Tapi jangan menyerah begitu saja pada keputusan paling cerobohmu sekalipun. Pastikan hasilnya bermanfaat, bagaimanapun. Misalnya, jika kamu menginginkan: sepeda gunung, sepeda fixie, …sepeda, DVD, hape baru, dan berakhir dengan kamu menghabiskan untuk yang memiliki harga paling masuk akal sehingga kamu tergoda membeli dalam jumlah banyak: misalnya DVD, maka pastikan kamu memilih judul-judul terbaik yang bisa kamu hargai sepanjang hidupmu, atau yang rewatchable.

Tapi tentu saja, yang paling terbaik adalah memiliki sangat banyak uang, atau memiliki kebijakan ekonomi yang kritis supaya kamu tetap bisa menyokong kenyamanan dirimu ketika tidak memiliki beberapa hal yang kamu inginkan.

Belilah dengan bijak. Mungkin celetuk marah emak-emak yang menyuruh anak balitanya membeli hal-hal yang bisa dimakan saja di warung tidak berlaku ketika kita menyadari batas finansial pribadi saat dewasa. Itu pasti. Tapi jangan sampai nggak makan juga. Nggak ada gunanya kalau punya barang yang diinginkan tapi terlalu sakit untuk menikmatinya. Kesehatan adalah hal yang tidak bisa dinilai dengan uang. Sebaliknya, ketidak-sehatan akan menguras banyak uang. (Tidak termasuk operasi plastik. Hehe.)

Iklan

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s