[Masih] Takut Ultah

Mau bilang, “Kampret!” tapi takut terlalu mengumpat dan berdosa. Mau bilang, “Sial!” takut makin celaka, karena nggak bersyukur masih dikasih umur sama Yang Maha Kuasa. Yang sebenarnya, ulangtahun masih bikin aku gugup, takut dan gelisah. Nampaknya sisa-sisa Peter Pan syndrome itu masih ada. Haha. Bukan, bukan Peter Porn Pan yang itu, tapi yang dongeng klasik karangan J.M. Barrie. Baca buku dong, jangan nonton “video” aja… Cekakak.

Besok umurku udah 23 tahun. Bahkan menuliskan angka itu hatiku bergetar antara mau pilu sama mau nangis dan mungkin ada sedikit excitement yang tersembunyi dibalik itu semua. Tapi yang jelas, aku masih belum bisa merasa tenang memikirkan begitu banyak waktu yang telah terlewat dan aku belum kemana-mana, belum melakukan apapun, karena beberapa tahun yang lalu, aku kira aku sudah mencapai klimaks dan akan segera berakhir dan aku tidak akan merasakan apa-apa lagi, termasuk waktu, ketika aku meninggal.

Tapi sekarang aku paham, aku masih harus membereskan satu hal, yaitu meluluskan jiwaku biar level-ku di dunia ini komplit (seperti di game). Dan mungkin itu harus dilakukan dengan banyak jalan, cara, skema yang hanya Tuhan yang tahu apa yang direncanakan-Nya. Namun satu hal yang pasti, itu adalah yang terbaik bagiku. Bukan berarti aku bisa berpangku tangan begitu saja menunggu pemberian Tuhan. Pemberian itu diawali dengan sesuatu yang disukai Tuhan, yaitu belajar dan berusaha. Maka setiap ada usaha, maka ada konsekuensi dan hasil, toh. Itulah hukum kausalitas, belum lagi berbagai karunia-Nya yang masih terus diturunkan kepada kita. Subhanallah.

Ah, mulai deh ceramah lagi!


Iya, iya. Maaf.

Mungkin, bagi kebanyakan orang, ulangtahun adalah saat ketika mereka memikirkan masa depan lebih dari kapanpun. Mereka memikirkan apa saja yang sudah dilakukan dan apa visi-visi besar yang masih harus dicapainya. Tapi bagiku, dengan segala keterbatasanku, aku tidak berani berharap terlalu banyak. Tapi aku tahu ketika aku harus bertindak. Dan itu sudah ada dalam kepalaku. Aku memanfaatkan semua kekuatan yang kudapatkan belakangan ini dari orang-orang luarbiasa di sekitarku, untuk menjadi sebuah motivasi yang aku yakin jika diolah menjadi sebuah usaha akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagiku.

Support. Itulah yang selau kubutuhkan sejak kecil. Dan aku mendapatkannya, meski banyak atau sedikit, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Mungkin itulah inti dari ulangtahun. Saat kita memikirkan apa yang sudah kita dapat, dan menjadikannya bahan bakar untuk usaha-usaha yang lebih besar dan pengingat akan kita yang jauh lebih kuat dari tahun sebelumnya. Itu adalah saat sang tokoh utama belajar memahami situasi dan melakukan konfrontasi yang di satu sisi membebaskannya dari keraguan dan kepenatan saat ia masih sibuk merasa menjadi korban dari persitiwa hidupnya, dengan menjadi seorang pahlawan yang akan melawan ‘penjahat’ dan menyelamatkan masa depannya sendiri. Wow, that’s a good vision. I think I’ll use that one for myself.🙂

“We all have our time machines. Some take us back, they’re called memories. Some take us forward, they’re called dreams.” ~Jeremy Irons, British Actor.

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s