Fiuh, Utang “Tidur Tanpa Obat” Terbayar

Kemarin-kemarin itu aku lupa ngikutin aturan minum obatku yang baru. Harusnya Seroquel, obat malem, diminum kelang-kelang sehari, eh tanpa sengaja aku minum terus dengan indah selama empat hari berturut-turut. Akhirnya terpaksa aku bayar hutang kelangan hari yang harus dilalui tanpa obatΒ  di malam hari. Rada-rada grogi karena takutnya nggak bisa tidur dan berakibat bawaan jadi kacau.

Malam pertama cukup berjalan kacau. Karena aku baru tidur jam setengah empat. Jadi inget jaman-jaman ‘muda’ dulu. Kalo dulu sih, mau tidur jam 2, jam 4, atau pas subuh pun nggak masalah. Kalo sekarang, tidur telat seolah jadi indikasi yang demikian buruk karena program ngobat yang nggak berjalan sesuai rencana. Dan disamping itu, aku juga udah kelanjur menghargai tidur yang ‘benar dan sehat’. Ceile.

Malam-malam berikutnya, aku pun mengatur tidur dengan bantuan sisa Alganx yang ada. Plus gigit-gigitin Seroquel dikit-dikit. Udah diperlakukan kayak permen aja tuh pil, padahal rasanya pait beud n gak enak… >.< Alhamdulillah, ya tidurku cukup bagus. Tapi hari Minggu kemarin sih aku rada ngerasain gejala-gejala kayak pas aku tiba-tiba gak minum obat karena nggak konsul. Badan serasa dingin dan lumayan gelisah. Apalagi cuaca belakangan dingin menggigilkan… Ditambah lagi perut yang mules-mules (ampe bolak-balik ke belakang, diam-diam berharap lama-lama aku jadi kurus karena banyak ‘pengeluaran’ hari itu xixixi :D).

Aku baru sadar akan hal itu malam harinya. Alias semalem. Dan akhirnya aku dengan rela menggunakan bantuan Alganax, walau sisa obat anti-anxietas itu sengaja aku sayang-sayang buat kalo dibutuhkan darurat.

Syukurlah utang “tidur tanpa obat” itu udah aku lunasin. Dan mulai malam ini aku bisa mulai nenggak Seroquel lagi untuk membantuku tidur. Pil putih yang harus kuminum malam ini pun udah tinggal setengah karena kugigitin malam-malam sebelumnya. Haha. Niatku, kedepannya kayakanya aku belum bisa nurutin aturan minum yang baru yang dikelang-kelang, karena ternyata nggak enak banget kalo nggak bisa tidur karena nggak minum Sero. Jadi aku akan minum setengah Seroquel setiap malam. Dan tanpa Alganax. Antidepresan yang ada hanya dari Zerlin yang diminum pagi.

Kadang-kadang, aku senang ketika merasa aku sudah lebih dekat kepada sembuh dari Bipolar. Aku rasa aku sukses mengikuti petunjuk baik dalam hal ini. Dan kuharap, hasil dari yang telah aku lalui adalah pantas bagiku sampai pada batas maksimalnya. Meski rasanya masih banyak yang harus kucapai, khususnya secara materi. Aku nggak yakin apa yang harus kulakukan setelah ini. Mungkin aku hanya harus mengikuti petunjuk baik lainnya. Insya Allah aku mampu.

For a better life! *sambil ngangkat cangkir berisi wine…eh nggak ding,…fanta-susu :lol:*

17 pemikiran pada “Fiuh, Utang “Tidur Tanpa Obat” Terbayar

    • nice tips mas. kalo saya sebenernya suka shift2an tidurnya. lama tidurnya tetep lama.πŸ˜† cuma gak tentu, kadang dari pagi sampe siang, siang sampe sore, dan kalau beruntung shiftnya malam sampe pagi seperti tidur normal.

  1. Yup seroquel bisa membuat tidur sangat lama, seperti handphone yang dicharge sampai penuh. bisa ngga bangun sama sekali. perlu diketahui bahwa seroquel bukanlah obat tidur, seroquel adalah mood stabilizer yang mempunyai jam kerja 8 jam. Kalo alganax itu mirip xanax ya ?

    • iya kalo ndak salah mas. sama2 alprazolam.
      seroquel emang bisa dibilang ‘penyelamat jiwa’..πŸ˜† tapi gak enaknya kalo lepas dari seroquel itu efeknya bisa sakaw. saya pernah ngerasain sekali gara2 kehabisan obat.

  2. wahhh bro tulisan tulisannya bagus banget. jarang lho orang sini mau mengungkapkan / menshare masalah terutama menyangkut psikis. Sebenarnya di indo itu banyak yg mengalami masalah kecemasan, depresi tapi sangat sedikit yang mau mensharenya.
    Kalo dibilang lepas seroquel sakaw, sy malah sebelom kenal seroquel, tidur sangat susah, kadang cuman 3 jam. Mau ditidurkan lagi ngga bisa. Jadi udah sakaw duluan.πŸ™‚ Tapi setelah memakai seroquel, eh tidur bisa 8-10 jam. Habis gitu bangunnya juga segar siap beraktifitas lagi.
    Bro pakai seroquel masa ndak ada kombinasinya ? saya ada dikasih Antipres Antidepressant SSRI 25 mg. Soalnya seroquel setauku harus ada kombinasinya.

    • iya ada kok kombinasinya. cuma waktu itu kita lagi nungguin pesanan obat dari luar. kita udah pede obatnya bakal nyampe tanpa harus ke dokter, ternyata obatnya gak datang2, jadinya yah gitu deh.πŸ˜• pokoknya jangan sampe deh tiba2 putus dari obat. karena kita gaktau efeknya selain dokter.
      iya saya disini cuma mau sharing aja dikit tentang perkembangan pengobatan saya. sekalian memberi gambaran dan pandangan yang lebih positif tentang orang dengan masalah kejiwaan.πŸ™‚

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s