Masih Adakah Yang Nulis Di Buku Diary?

Masih adakah yang nulis di buku diary? Well, mungkin bukan buku diary yang pake gembok kayak yang populer jaman dulu. Sekarang ada banyak variasi dan model buku diary/jurnal yang bagus-bagus di toko buku, walau harganya rada mahal.

Dulu, waktu masih usia-usia SMP aku pernah punya buku harian. Tapi bukan di buku jurnal yang bagus-bagus. Melainkan di buku tulis yang disatuin pake hekter/staples. πŸ˜† Waktu itu aku mikir, kalo aku mau punya buku harian untuk jangka panjang, aku nggak mau nulis di buku jurnal yang ‘kelewat cantik’. Jadi nggak ada salahnya kan nulis di buku tulis biasa yang murah meriah.

Tapi sejak itu aku suka beli buku-buku catatan yang bagus dan murah di swalayan, di pojokan tempat barang-barang stationary alias alat-alat tulis. Biasanya buat coret-coret belaka, atau catatan untuk organisasi ekskul di sekolah.

diary gembok

Aku berhenti nulis di ‘diary buku tulis’ itu ketika bundle buku harian itu mencapai, kalo gak salah, tiga buku yang digabung jadi satu. Kalo dipikir sekarang tuh…, “Ya ampun labil banget sih aku nulis buku harian begitu…” Haha. Tapi sekarang aku justru mikir untuk punya buku harian lagi, yang mungkin lebih eksklusif, menyesuaikan umur. Yah nggak harus yang mahal dan bersampul kulit buaya kayak buku jurnalnya Pakde-Pakde eksekutif. Tapi kalau bisa yang isinya tanpa garis, biar lebih bebas berkreativitas. Soalnya kalo aku coret-coret mesti ada gambarnya, entah itu gambar orang atau gambar nggak jelas.

Saat ini aku sesekali nulis di sebuah buku notes yang ringkas. Dan itulah yang membuatku sadar betapa jeleknya tulisan tanganku setelah bertahun-tahun lebih banyak nulis di komputer. πŸ˜€ Karena itu aku kepengen nulis di jurnal fisik lagi, sekalian untuk melatih tulisan tangan biar lebih bagusan dikit.

Apakah kalian masih ada yang nulis di buku diary?

Iklan

16 pemikiran pada “Masih Adakah Yang Nulis Di Buku Diary?

  1. kalo ane sih enggak lagi gan..
    coz ane lebih suka nulis di blog..
    kalau diary ntar dibilang cowok cemen,kalau di blog g da yg peduli
    sukur2 masih da yang mau baca..
    hahahaha

    • waduh.. buku harianku juga pernah kebaca sama sepupuku. buku harian masa kecil sih, tapi kan malu juga. aku cuma bisa ngelirik2 memantau reaksinya, karena lagi ngobrol sama istrinya. untung gak berapa lama ditutup lagi sama dia. πŸ˜†

  2. aku ! aku !
    terus terang menulis adalah salah satu hobi yang sudah tumbuh sejak aku masih keecil.

    entah sejak kapan memulai rutinitas menulis diary itu, tapi yang jelas, dikamarku ada 6 buku diary! *bangga sedikit ngga apa kan?*
    belum lagi di hitung dengan lembaran lembaran kertas yang aku simpen di dus.

    pokonya, itu adalah sahabat sejati aku! πŸ˜€

  3. *ngacung*
    masih! dan kudu rada ekslusif dan lucyu biar nulisnya rutin..hehe.. Banyak kok sekarang yang sampulnya kulit, atau warna-warni yang elegan, tapi tetep murah. Nulis di Diary itu berasa romantis kayak Rangga di AADC *keingetan adegan terakhir di film itu, waktu Cinta dikasih diarynya Rangga yang isinya puisi-puisi melelehkan hati*

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s