Eyes Opened

Butuh 23 tahun untukku sadar bahwa aku tidak bisa mengandalkan orang paling kupercaya sekalipun. Semua itu karena kenaifanku sebagai anak yang lemah.

Aku selalu tahu bahwa aku adalah pion yang diletakkan di depan pasukan, oleh ratu dan raja yang mengangguk-angguk penuh harapan meyakini bahwa aku bisa menghadapi apapun. Tapi, tidakkah ada yang melihat betapa aku telanjang tanpa membawa apa-apa untuk bertempur?

Beri aku petunjuk. Aku bodoh. “Buah busuk dalam sebuah pohon,” “bibit yang tidak berhasil.” Beri aku instruksi, bukan dongeng yang tidak aku ketahui.

13 pemikiran pada “Eyes Opened

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s