Mencari Rumah

Pagi ini aku dan Bapakku pergi dengan motor menuju lokasi rumah yang katanya mau dijual. Emak udah merencanakan agar kami pindah rumah. Walau begitu tetap butuh waktu sampai tanah rumah yang sekarang kami tinggali terjual.

Ada dua rumah di dua lokasi. Jujur, menurutku kedua rumah itu nggak enak banget posisinya. Kejepit diantara rumah-rumah lain dan yang satu lagi kejepit diantara ilalang dan semak-semak. πŸ˜• Gajebo. Ga jelas bo…

Dalam perjalanan, kita nggak sengaja ketemu bekas tetangga yang udah lama pindah. Akhirnya Wak Bo pun mengundang untuk datang ke rumahnya. Lokasinya nggak jauh dari lokasi rumah kedua yang kami kunjungi.

Saat memasuki lingkungan rumah Wak Bo, aku seneng banget liat lingkungannya. Suasananya rindang, sejuk, khas pedesaan dan masih banyak pohon. Walau rumah-rumahnya sederhana, tapi rata-rata halamannya berselimut rumput yang tumbuh alami. Duh, enak betul deh.

Sampe di rumah kita disuguhi minuman dan gorengan. Cerita-cerita, tepat di samping rumah Wak Bo ada tanah kosong yang harganya murah banget. Selain itu juga masih ada tanah kosong lain dan rumah yang juga murah di kawasan komplek militer. Bapak pun menunjukkan kegembiraannya. Aku pasti setuju kalau orangtuaku mau membeli tempat di kawasan itu.

Wak Bo memimpin di depan, menunjukkan halaman belakangnya yang ditanami umbi-umbian. Bapak (kaos polo biru) dan aku mengikuti di belakang.

Pas kita mau balik pulang, eh dikasih oleh-oleh dari hasil kebun Wak Bo sendiri. Pepaya sama daun singkong. Hehehe.

Iklan

13 pemikiran pada “Mencari Rumah

  1. Ping balik: Return To Bo’s Land « The Moon Head

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s