Books To Go With

image: colouringbook.org

Karena jarang bepergian jauh, aku juga jadi jarang milih-milih buku buat dibawa selama perjalanan.

Aku punya pengalaman satu kali, ketika aku pergi ke Jogja. Nggak tanggung-tanggung, aku bawa semua buku yang ada di rakku pada waktu itu.πŸ˜† Termasuk tujuh jilid novel The Chronicles of Narnia (eh waktu itu belum lengkap 7 ding).πŸ˜• Yang jelas itu bukan keputusan yang efektif. Karena toh sebenernya aku jarang membaca ulang buku yang udah pernah kubaca. Seingetku hanya beberapa buku yang pernah kubaca ulang. Makanya aku jadi belajar sama pengalaman itu.

Jika Allah Yang Maha Baik mengijinkan, aku berencana untuk pergi ke luar kota lagi awal tahun depan. Tepatnya ke Bandung. Insya Allah. (doain ya… :D) Nah, karena itu dari sekarang aku udah bersiap-siap. Terutama secara mental, karena kesempatan seperti inilah yang selalu kudambakan sejak gagal studi di Jogja dulu.πŸ˜₯ Kali ini bukan lagi dalam rangka menempuh pendidikan, tapi untuk kerja sama sepupu. Ini bener-bener big step bagiku, setelah hiatus selama beberapa tahun dari rutinitas dan kehidupan sosial.

Kembali ke masalah persiapan, aku udah mendaftar dalam pikiran buku-buku mana yang mau kubawa nanti. Yang jelas aku bakal membawa buku-buku baru yang belum kubaca dan bahkan ada yang masih disegel. Plus satu, eh dua ding, buku yang tampaknya layak untuk kubawa dan dibaca ulang. Buku-buku itu adalah The Overcoat karya Nikolai Gogol dan kitab Al-Hikam-nyaΒ Ibnu ‘Athaillah, yang penuh kata-kata mutiara yang mencerahkan. Jadi, total semuanya ada delapan buku: Gadis Sirkus dan Laki-Laki Penjual Dongeng karya Jostein Gaarder; Room to Read karya John Wood; Let The Right One In karya John Ajvide Lindqvist; The Heart Against Al-Qaeda karya Mariane Pearl; Kehidupan oleh Anand Krishna, yang baru bebas dari jeratan hukum, hehehe; dan terakhir Luka Cinta Andrea oleh Suzanne O’Malley.

Dari sekian buku di rak, ternyata aku cuma ‘berani’ membawa dan membaca ulang sedikit sekali buku. Hmm… Tapi seenggaknya ini demi efektivitas. Fokus yang lebih penting adalah persiapan diriku, khususnya untuk belajar dan bekerja di tempat baru, lingkungan baru, serta diri yang baru. Insya Allah. Amin.

Kalau kamu, buku apa yang suka kamu bawa kalo bepergian? Atau buku apa yang paling sering kamu baca ulang?

20 pemikiran pada “Books To Go With

  1. Wah, banyak nih buku-bukunya yang saya suka. Tapi zaman sekarang dengan adanya berbagai gadget membuat membaca menjadi lebih mudah, begitu pula membawa “banyak buku” menjadi lebih enteng, hehe.

    Salam kenal ya, mas Ilham.πŸ˜€

  2. Heeeeei ayo nanti kopdaaar di Bandung!πŸ˜€πŸ˜€

    Hmmmm Mas Ilham masih ingat posting-an saya, di mana saya bilang bahwa saya suka membawa buku novel yg sedang saya baca ke mana-mana (beli makan ke warung, belanja ke supermarket, dsb)? Saya hanya sebatas itu.πŸ˜€

    Saya pernah mencoba baca buku di kereta api, dan hasilnya sulit sekali berkonsentrasi. Bukan apa2, saya malah bawaannya ngantuk.πŸ™‚

    • waah unyu… masa sampe ke warung n supermarket bawa buku…πŸ˜€ aku lebih susah konsen kayaknya kalo baca buku di tempat2 terbuka, apalagi di tempat umum. lebih suka baca di kamar yang sepi.πŸ˜•

  3. Ping balik: Obat Baru, Resepku Makin Ekonomis | The Moon Head

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s