Kapan Kamu Pertama Kali Menggunakan Internet?

image: mirc.com

Pertama kali aku kenal Internet adalah waktu sepupuku baru pasang Telkomnet Instant di rumahnya. Ya, waktu itu masih jaman-jamannya pake Telkomnet Instant yang 0809-89empatkali itu…. Hehe.

Sejak itu aku mulai kenal situs-situs lawas macam boleh.com, astaga.com, Yahoo! dan kemudian aplikasi chatting mIRC. Saat itu aku masih kelas dua SMP. Dan untungnya waktu itu (sekitar tahun 2002) warnet udah mulai bermunculan, walau nggak se-bertaburan sekarang. Masih bisa dihitung jari lah mungkin. Tiap nama warnet yang ada seolah jadi spot yang wajib ditandai dan diinget untuk disambangi saat akhir pekan atau jam pulang sekolah.

Ketika memperkenalkan Internet kepada temanku, ujung-ujungnya malah dia yang kecanduang chatting di Internet. Sementara aku lebih sering pake Internet untuk browsing-browsing sederhana. Apalagi waktu itu udah mulai sering ditugasi bikin makalah.

Aku jarang bisa ketagihan dengan chatting di mIRC. Tapi lebih ‘bergairah’ dengan sebuah situs atau informasi tertentu yang bikin aku penasaran (bukan situs XXX lho… :mrgreen:). Misalnya, dari Internet aku pernah tahu ketika sebuah lembaga pengkloningan manusia, The Godsend Institute masih beredar (www.thegodsendinstitute.com). Siapa sangka institut yang aku tahu dari film itu ternyata beneran ada.😯 Lengkap dengan testimoni-testimoni para orangtua yang bahagia karena bisa memiliki anak mereka lagi, bahkan yang sudah meninggal (dengan mengambil sampel DNA anak yang meninggal).πŸ˜•

Tapi sekarang sih kayaknya situsnya udah nggak online. Pastinya, karena kegiatan pengkloningan manusia sendiri ditentang oleh sebagian pihak masyarakat, karena dianggap tidak manusiawi ataupun menyalahi agama.πŸ˜•

Caraku ber-Internet dulu (dan mungkin sampe sekarang) memang rada “nggak banget” untuk ukuran anak abege seusiaku saat itu. Nampaknya aku lebih suka dengan halaman web yang statis ketimbang chatting atau game.😳 Agak merasa tersisih tapi yah memang sudah nasib…πŸ˜€ Seenggaknya berlama-lama di warnet jadi bikin alasan buat beli minuman dinginnya (kalo bawa uang lebih). Hahaha.πŸ˜†

Salah satu hal lain yang nggak kalah ‘norak’ yang dulu pernah kulakukan adalah ngedownload gambar-gambar dari gugel (disimpen di disket; disketnya beli dulu di tempat fotokopi :mrgreen:) trus diprint dan ditaroh di binder.πŸ˜†

image: en.wikipedia.org

Pengalaman paling bete adalah ketika harus mati gaya nemenin temen yang mIRC-an berjam-jam. Entah kenapa juga aku mau ngelakuin itu. Mungkin dulu tuh anggapannya asal bisa ngeliat tampilan Internet aja udah cukup menghibur walau nggak ‘maenin’. Paling nggak bisa ikut ngasih ide kata-kata buat ngebales chatting-an orang.πŸ˜†

Trus bawaannya juga pengen ke warnet lagi asal ngeliat alamat web dikit, entah itu yang ditulis di badan truk pabrik makanan/minuman atau dari iklan di majalah.πŸ˜›

Tapi belakangan aku sadar bahwa aku cukup beruntung karena saat aku kenal Internet, waktu itu tarif yang ditarik udah nggak begitu melangit. Udah standar lah, 3,000-3,500 rupiah per jam. Sementara, kata kakak sepupuku, dulu-dulu Internet bisa dipasang tarif Rp 17,000 per jam.😯 Dan biasanya lokasi warnet dibuat demikian privat dan eksklusif karena masih dianggap fasilitas mahal.

Seiring waktu dan perkembangan teknologi, Internet udah lebih simpel dan lebih mudah diakses oleh sebagian besar orang (walau belum semua :(). Dan bagaimanapun aku sangat bersyukur karena dengan Internet aku jadi bisa nambah pengetahuan dan nyari informasi dengan begitu mudah. Bahkan sekarang dengan adanya blog, kita bisa mengembangkan pengetahuan yang kita dapat dari kehidupan sehari-hari ataupun dari Internet juga.

Internet seperti lahan kosong yang perlahan diisi dan dikembangkan oleh semua penggunanya. Jadi memang nggak salah jika Internet dianalogikan sebagai sebuah dunia lain disamping dunia nyata yang familiar disebut dengan Dunia Maya.😎

Kapan kamu pertama kali kenal dan menggunakan Internet? Dan bagaimana sekarang kamu menggunakan teknologi Internet?

8 pemikiran pada “Kapan Kamu Pertama Kali Menggunakan Internet?

  1. Assalamu alaikum, bos

    Kalau saya pertama mengenal internet itu tahun 97 (generasi awal), sama seperti bos waktu itu yang lagi ngetrend adalah web statis.

    Daftar di hosting gratisan dan belajar bikin halaman web pake Netscape yang kini dah almarhum.

    Hosting yang saya pake adalah geocities sebelum diambil sama kang Yahoo!

    Layaknya bos, saya juga tidak terlalu berminat sama yang namanya chatting. Mungkin ini karena kepribadian saya yang cenderung introvert.

    Saya lebih suka baca artikel dan belajar marketing. Sayangnya waktu itu clickbank dan paypal belum buka outlet untuk negara kita tercinta ini karena waktu itu Indonesia memiliki sebagai negara penghasil carder no.2 di dunia.

    rgrds,

    Rian
    Ada Jalan Menuju Uang, Cinta, Kemakmuran dan Kebahagiaan.

    • wah mantap.πŸ˜€ saya sampe sekarang tetep kurang ngerti belajar internet marketing.πŸ˜• dulu internet emang lebih statis yah (namanya masih Web 1.0 ya kalo gak salah…), belum bisa komentar2an di halaman web, apalagi facebook-an. dan blog adalah kombinasi yang sangat saya sukai karena menggabungkan kesukaan saya nulis-nulis dan diskusi lewat komentar. it’s kinda cool😎 dan patut disyukuri.πŸ˜€
      btw saya malah baru denger istilah carder😳 setelah gugling baru saya ngeh. kakak sepupu saya emang pernah bilang, ada beberapa (dan mungkin banyak) warnet yang diem2 ngejual informasi kartu kredit. kalo sekarang masih banyak atau nggak ya?

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s