Obat Baru, Resepku Makin Ekonomis

Sekarang obat malamku, Seroquel XR 300 udah diganti dengan Luften 25 (Clozapine 25 mg). Dari Google aku mengetahui bahwa Luften ini adalah ‘obat untuk pasien yang tidak responsif terhadap obat antispsikotik/neuroleptik’. Mungkin dokter menilai bahwa Seroquel kurang efektif untukku. Ini berkaitan dengan masalah tidurku. Aturan minum yang dikelang membuatku sama sekali nggak bisa tidur ketika nggak minum Seroquel. Aku juga terpaksa malu ketika dokter bilang Seroquel itu nggak boleh dimakan sepotong-sepotong atau dibelah-belah. Kalau udah dipotong, kandungannya akan rusak. Jadi potongan yang nggak langsung diminum itu bakal mubazir atau sia-sia. Oalah… 😳 Aku kira yang penting bisa bikin tidur. Namun ternyata kandungan untuk Bipolar dari obatnya jadi rusak.

Dari Google aku juga baca bahwa Luften aslinya adalah obat untuk Skizofrenia. Tapi, dokter pasti punya pertimbangan sendiri kenapa memilih obat ini untukku. Efeknya sih nggak jauh beda dengan Seroquel. Bikin ngantuk. Banget. Sedikit bedanya, efek ngantuk dari Seroquel terasa lebih mulus dan alami, kayak ngantuk normal kalo pas capek atau dorongan body clock. Sementara ngantuk dari Luften terasa agak lebih ‘agresif’ dalam arti terasa kayak dipaksa tidur sama si obat.

Tapi aku seneng karena Luften harganya lebih murah dari Seroquel. Jadi sekarang resepku lebih ekonomis hampir 50% dari biasanya. Hore. 😎

Trus kan, hehe (agak malu nyeritainnya), pulang dari konsul aku manfaatin deh sisa uangnya buat jajan buku dikit di toko buku Wali Songo. Milih yang ringkas dan murah buat dibawa dalam perjalananku. Dan aku juga sukses beli jam tangan murah di emperan jalan depan karfur Gatot Subroto. Xixixi. :mrgreen:

Ohya, aku juga konsultasi soal kelangsungan pengobatanku sama dokter. Kata dia nggak masalah walau aku udah diluar kota nanti. Obat bisa dikirim dari Medan atau dia bisa nulis surat buat dokter disana. Keputusan diserahkan pada pasien, atau tepatnya ortuku sebagai penyedia dananya. Hehe. Kalau gini aku jadi lebih tenang. Karena takutnya, kalau konsultasi sama psikiater di Bandung, bakal dikasih pengobatan dari awal yang notabene obatnya bisa jadi lebih banyak dan lebih mahal.

Bagaimanapun, Alhamdulillah untuk biaya pengobatanku yang udah makin murah. Semoga aja resep baru ini bisa berjalan efektif. Amin.

Iklan

10 pemikiran pada “Obat Baru, Resepku Makin Ekonomis

  1. waktu masih remaja –dulu– saya pernah melewati masa depresi karena inferiority complex.

    kalau bipolar saya baru dengar sekarang.

    sama dengan kepribadian ganda, gak ya?

  2. hi, saya juga menggunakan seroquel. saya membeli seroquel 100 mg kemudian dipotong menjadi 4 (25mg)
    Siang minum ati depressant antipres 50 mg, kemudian malam seroquel 25 mg.
    bagaimana keadaan anda sekarang ? baik baik saja ?

    • wah bagus deh kalo bisa mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan. saya juga Insya Allah masih ngobat. saat ini lagi dikasih abilify sama luften. thnx ya kunjungan dan sharingnya. πŸ™‚

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s