Surat Dokter

Lagi wanti-wanti surat dokter yang dijanjikan dokter dua minggu lagi untuk menyambung pengobatanku di Bandung nanti, Insya Allah. Sebenernya aku pikir hari ini dokter udah bisa dimintai surat dokter itu. Karena di kunjungan sebelumnya aku udah cerita juga tentang tawaran kerja dari sepupuku itu. Tapi dokter memberi resep untuk dua minggu, jadi masih bakal konsul lagi ke dokter Donald satu kali lagi, sekalian dia bakal bikin surat dokter di konsultasi terakhir itu.

Kalo boleh dibilang secara blak-blakan sih, dokter lebih prefer seandainya kita tetep beli obat sama dia, trus obatnya itu dikirim. Yah, bagaimanapun pasti adalah sedikit motvasi usaha. Hehe. Namun di sisiku jelas lebih efisien kalo nyambung ngobat di Bandung, biar aku ngurus sendiri dan nggak perlu ngerepotin orang rumah buat ngirim-ngirim obat dari sini.

Oke deh, aku anggap masalah ini udah bisa diatasi. Selebihnya dokter masih concern soal kondisiku seperti biasanya. Dia terus update perkembangan pasiennya lewat file di komputernya.

Hmm sekarang tinggal mikirin nyari dokter SpKj di Bandung. Selain ngarep rekomendasi dari dokter, aku juga udah gugling buat nyari-nyari informasi. But i’m still not sure. Ada satu atau dua tapi kurang jelas. Kekhawatiranku sih, selain takut susah nyairnya pas udah disana, aku juga lumayan takut kalau fee-nya bakal lebih mahal. Hehehe. Secara gitu kota besar kayak Bandung.

Orang mungkin berpikir bahwa pengobatan untuk penyakit mental itu seperti menghasilkan suatu efek yang permanen setelah minum obat tertentu, seperti misalnya obat-obatan selain golongan psikotropika. Namun sebenarnya, pengobatan untuk masalah mental itu, setidaknya bagiku lebih seperti pelatihan dan disiplin mental. Obat jelas punya efek, bahkan seringkali efeknya sangat kuat dan powerful, sampai-sampai, terutama pas awal-awalnya, bikin kita ngerasa kayak ‘bego dan dibego-begoin’, merasa terpenjara karena nggak bisa bergerak leluasa.

Pengaruh obat-obatan itu sebenarnya punya tujuan jangka panjang. Obat-obatan lebih berfungsi untuk ‘memperkenalkan’ kepada pasien: kondisi seperti apa sih yang seharusnya atau normalnya orang rasain itu, seperti apa sih kondisi yang memungkin cara berpikir yang positif; memunculkan kembali sisi stabil dalam diri pasien. Nah, maka selanjutnya tugas pasien lah untuk melatih hal-hal yang didapat dari efek obat-obatan ini, untuk ‘berpihak’ pada sisi dirinya yang positif dan produktif.

Salah jika pasien beranggapan bahwa dengan pengobatan akan langsung berubah total. Kalo istilah Emakku tuh, kayak makan sambel, pedesnya nggak bisa langsung terasa, tapi pas pertengahan makan, baru deh…BYAARR!! *mulut menyemburkan api* wakakak😆 Proses pengobatan itu seperti satu paket yang dijalankan step-by-step, dan butuh keterlibatan usaha dan kerja keras si pasien sendiri untuk menyembuhkan dirinya.

Karena, kalo cerita jujurnya, aku dan mungkin banyak pasien Bipolar lain pada awalnya memandang pesimis terhadap pengobatan medis. Saat itu egoku masih terlalu besar untuk bersabar menerima langkah awal pengobatan, aku bahkan marah, kesal dan benci pada obat-obatan itu. Namun akhirnya aku sadar, bahwa itu semua adalah bagian yang harus kulalui, jika aku ingin mendapatkan hasil yang sebenarnya dari langkah pengobatan.

Ibaratnya, pengobatan memberi kita pengetahuan dimana pohonnya, dan bagaimana cara memanjatnya. Namun di tangan kita lah diserahkan kekuatan untuk mulai memanjat, dan memetik buahnya. Kombinasi pengobatan dan usaha yang kita lakukan adalah hasil yang sesungguhnya.

Have a good life, everyone!😎

11 pemikiran pada “Surat Dokter

  1. waahh, sya baru tahu tentang penyakit yang namanya Bipolar sob.. setelah searching, bipolar itu disebabkan oleh depresi atau euphoria berlebihan, bener tak??

    semoga pengobatannya berjalan dengan sukses, dan kamu bisa lebih mendapatkan kestabilan.. lebih dekatkan diri dengan Tuhan sob.. salam saya..🙂

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s