Street Food Paporit

Makanan atau jajanan pinggir jalan memang nggak pernah sepi dari pelanggan. Ada yang beli buat lauk nasi di rumah, buat mengisi perut yang lapa, atau sekedar buat ngemil di sore akhir atau malam hari.

Pengetahuan kulinerku sama sekali nggak cukup untuk meng-cover semua jajanan pinggir jalan yang ada di seluruh Indonesia. Tapi aku akan menyebut beberapa yang menjadi favoritku sejauh ini.

Cekibrot.๐Ÿ™‚

Ayam Penyet

Di Medan ayam penyet baru muncul sekitar 2006 atau 2007, atau bisa jadi lebih awal. Awalnya ayam penyet ini hanya muncul di restoran-restoran diย  mall atau pusat perbelanjaan sebagai makanan fitur dengan premis ‘makanan tradisional yang dibikin mahal dimodernisasi’.

Tapi syukurnya, nggak lama kemudian warung-warung tenda dan ‘restoran’ sederhana mulai bermunculan memperkenalkan ayam penyet dengan harga yang tetap ekonomis sebagaimana yangย  ada di Jawa.

Dari satu paket ayam penyet, aku justru paling suka makan lalapannya yang dicocol sambel terasi. Kol, daun kemangi, timun, tahu-tempe gorengย (dan kadang-kadang ada terong gorengnya juga)… + sambel terasi… = ยกAy, Mama!ย  Kalo ada yang namanya surga dunia, sesi makan ‘pedas menggemaskan’โ“ ini pastilah salah satunya.

Bakso & Mie Ayam

Bakso – Makanan ini terekam dalam ingatanku sebagai jajanan fancy-good-feeling sebagai anak kecil. Kalau Emak belanja di pasar yang jauh, doi biasanya pulang bawa plastik kresek gendut dan panas berisi sebungkus bakso dan/atau es koteng atau sekuteng. Mataku langsung nge-zoom-in kalo lihat objek itu di meja makan.

Karena sensasi gurih lezatnya, bakso nyaris seperti makanan mewah saat aku masih kecil. Sampai sekarang pun it is always a pleasure jika bisa menghadapi seporsi bakso hangat berkuah jernih (apalagi yang banyak potongan sawinya), dengan aroma harum menggoda yang khas, dan jus cabe yang sifatnya optional. Halah halah…

Mie ayam – Sebenernya dulu aku nggak ngerti kenapa Emakku suka banget sama mie ayam ketimbang bakso. Menurutku mie ayam punya aroma yang aneh dan menyengat, yang entah bagaimana aroma seperti itu bisa ada dalam makanan. Tapi, secara magis (lebay), lama-lama aku suka juga dan derajatnya menyamai bahkan sesekali melebihi bakso dalam pilihan cemilan beratku.

Kalo di Medan sini, mie ayam nggak serta-merta identik dengan pangsit seperti mungkin di kota-kota lain. Walau menurutku harusnya ada karena udah cucok dan aku suka banget mie ayam yang pake pangsit (apalagi pangsit rebus). Tapi itulah kuliner, satu jenis makanan bisa punya versi yang beda-beda di setiap kota.

Sate

“Bang. Sate. 100 tusuk. Makan sini.” Nah lho, bahkan sundel bolong aja doyan sate.:mrgreen:

Siapa coba yang nggak kenal hidangan dengan ‘desain’ khas ini? Rasanya smokey, gurih, manis dan nggak jarang bikin seporsi itu serasa nggak cukup. Mau lagi dan lagi. (Tapi mau nambah malu :oops:)

Ada lumayan banyak jenis daging-dagingan yang bisa dijadiin sate. Dari ayam, kambing, sapi, sampai kelinci dan rusa. Harganya juga variatif. Kadang-kadang tergantung tempat ngejualnya juga. Satu porsi sate ayam misalnya. Kalo belinya sama abang yang pake gerobak bisa relatif murah, tapi biasanya dagingnya kecil-kecil dan tipis. Kalo mau puas, alias porsi dewasa, sate bisa dicari di warung-warung yang punya lapak sendiri, seperti restoran-restoran pinggir jalan atau tenda.

Sebenernya aku suka sate kambing. Tapi efeknya itu kurang menyenangkan. Mulai dari kepala pusing, gelisah sampai susah tidur. Yah judulnya aja sate kambing, yang notabene berpotensi menaikkan tekanan darah. Jadi, hati-hati buat yang punya darah tinggi. Jangan makan sate kambing banyak-banyak.

Umumnya, bumbu sate itu kan ada dua tuh. Bumbu jawa/kacang sama bumbu padang yang kental dan cenderung lebih pedas. Waktu kecil aku nggak pernah suka sate pake bumbu padang. Sama seperti mie ayam, menurutku aromanya itu rada-rada aneh dan tajam untuk ada dalam makanan. Di sisi lain, Emakku justru suka banget bumbu padang.

Tapi, seperti dalam kasus mie ayam, sekarang aku nggak begitu nolak lagi si bumbu padang ini. Walau tetep lebih doyan bumbu jawa yang berwarna gelap dan manis-pedas… Membanjiri pasukan sate berdaging tebal dan potongan besar lontong yang lembut-lembut unyu, dengan taburan kerupuk yang di-remes langsung oleh tangan penjualnya yang nggak tahu udah cuci tangan apa belum… Oy oy oy…. *ngiler*

Tiga (eh, empat, ding) makanan diatas adalah jajanan pinggir jalan paporitku. Selain dari makanan-makanan itu, aku juga suka jajan es dawet dan gorengan. Kadang-kadang es kelapa muda juga kalo pas perut dan badan terasa nggak enak karena masuk angin saat cuaca panas (summer flu [ceila]).

Di kota-kota lain mungkin punya jajanan pinggir jalan khas sendiri. Seperti angkringan di Jogja dan beberapa kota lainnya, pempek di Palembang, dan lain sebagainya (nggak tahu lagi makanan khas di Indonesia :mrgreen:).

Kalau jajanan atau street food paporit di tempat tinggalmu apa aja?๐Ÿ˜€

sumber gambar:
http://www.ifood.tv
http://www.e-kuta.com
http://www.blog.uad.ac.id
http://www.kaskus.us
http://www.inforesep.com

58 pemikiran pada “Street Food Paporit

    • sate cemilan sempurna di momen apapun. mengalahkan silverkuin kayaknya.๐Ÿ˜†
      tapi harusnya tukang sate masang papan peringatan di lapaknya..
      “warning: bikin nagih”๐Ÿ˜€

  1. hwaduuh bikin mupeng aja niy๐Ÿ˜ฆ … aku juga tergila2banget sama mie ayam. Kalo mudik ke indonesia, kerjaan yah itu, pagi siang dan malam selalu jajan diluar. Abis enak2 dan murce2 harganya๐Ÿ˜€ … Ada satu jajanan favoritku. KETORPRAK!!!!

  2. iyaa bener.. tuh makanan hampir bisa ditemuin di semua wilayah di Indonesia. memang favorit banget, selain mie goreng nasi goreng dan masakan padang..

    kalo saya teteeup : mie ayam aja deh favoritnya

  3. Saya sih lebih suka bakso, bubur kacang ijo kalau beli yang dipinggir-pinggir jalan dan ini biasanya dilakukan pas senggang atau pas libur kerja, keliling nyobain makanan2 yang di jual dipinggir jalan, nanti kalau ketemu yang enak akan di rekomenin ke teman-teman, heeeee

  4. ini bukan masalah tempat favorit jajannya, tapi masalah makanan yang ada digambar itu lho… hahah…
    2 postingan sudah ku baca ttg makanan saat perut kosong..

  5. hehe, kalau saya suka semua tuh yang kakak.sebutkan di atas. dan nambah lagi : nasi jenggo! makanan khas bali, dimana seporsi nasi bungkus seharga 5000 rupiah, lauknya buanyak banget!๐Ÿ˜†

  6. Tempe penyet emang murah meriah dan enak…. cocok buat lidah dan kantong mahasiswa๐Ÿ™‚. Selain itu kalau di semarang banyak makanan yang jadi favoritku walau mungkin bukan khas semarang. Misal Batagor, es Duren, Leker, roti cane, dan masih buanyak lagi๐Ÿ˜›

    • karena itulah saya tanya makanan pinggir jala paporit di tempat2 lain.. bubur ayam sama nasgor saya juga suka..๐Ÿ˜€ saya inget suka banget nasi goreng kambing di jogja. bubur ayam pake sate kulit.. wahaha maknyos dan berlemak.๐Ÿ˜€

  7. penyetan (ayam, telur, tahu, tempe, terong) udah jadi menu wajib makan malam mahasiswa jogja.

    tambahan, warung burjo yang bukan saja menyediakan bubur kacang ijo, tapi juga (harus ada) intel rebus/goreng (ind*mie telur rebus/goreng), mie dokdok, macam2 susu & beverages, dan menu2 full nasi. ini juga menu wajib mahasiswa jogja.
    ^^

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s