The Romance of Restless Nights

Satu hal yang menyenangkan adalah ketika menyadari bahwa aku bisa melewati suatu malam tanpa harus tidur. Itu seperti ide yang cukup gila yang bisa benar-benar kulakukan begitu saja tanpa ada yang menghentikan. Setidaknya bagi orang payah sepertiku yang jarang terikat dengan aktivitas rutin.

Sebelumnya aku mungkin berpikir bahwa menyenangkan menjadi ‘warga yang baik’ yang menikmati istirahat malam dan bisa benar-benar tidur; merealisasikan konsep tidur normal tersebut. Dan kurasa itu tetap merupakan hal yang direkomendasikan. Dalam kasusku, aku menggunakan obat. Dan aku segera sadar bahwa efek itu tidak permanen. Ketika aku melepas obat itu aku merasakan perasaan yang mengerikan. Dan aku pun sadar betapa aku merindukan malam-malam ketika aku bisa menikmati kesunyian dengan ‘kepentingan’-ku sendiriโ€”ngelaptop, nonton TV dengan volume kecil, minum kopi instan, atau makan makanan sisa.

Lalu ketika obatku diganti, aku menemukan bahwa obat ini seperti the happy medium, jalan tengah dari masalahku dengan obatku sebelumnya yang mulai terasa seperti sejenis ketergantungan atau semacamnya. Dan yay! Aku bisa menikmati lagi malam-malam tanpa tidur tanpa efek samping yang tidak mengenakkan. Aku bisa minum obat kapanpun aku ingin/butuh istirahat di malam hari.

Romantisme malam-malam tanpa istirahat ini semakin terasa ketika malam ini aku ditraktir sepupu makan lontong yang seksi dengan sate kerang berbumbu eksotis. Ketika sampai kembali di rumah, aku bersikap seolah siap beristirahat. Aku mencoba membaca buku, mendengarkan mp3 brainwave, sampai aku sadar, “Hey, aku bisa nggak harus tidur malam ini.” Walau kepala sedikit puyeng karena alasan yang tak jelas, aku meletakkan buku-buku, menurunkan laptop ke kasur, dan menulis post indah ini dengan pose bak mermaid seksi yang terdampar di pantai. Merencanakan secangkir kopi dan makanan yang bisa kumakan; dan Bioskop TransTV yang mungkin menarik ditonton dalam gelap.

Seakan-akan masa mudaku kembali lagi…

The Romance of Restless Nights
(a pleonastic poetry by moi)

Oh, restless nights…
You acquire my mere presence to guide enjoyment dropping on your land lips.
You put me up like a prisoner of cup of coffee and pajamas made of oil…
And such creativity my moon head tingles and rings quite frequent at his mighty, precious golden hours, as you may say…

For the rest, I rely on your noble heart of chilling glow,
that marks an entrance of the one of many of such.

In conclusion, I love you…

Aku tidak pernah benar-benar berpikir aku mengalami/menderita Insomnia. Jadi aku lebih suka menyebutnya momen ‘restless night’.

Apa yang biasanya kamu lakukan selama begadang dan tidak ada pekerjaan yang harus dilakukan? Sebutkan hal-hal yang paling menyenangkan atau mungkin ekstrim, gokil yang kamu lakukan ketika melewatkan jam tidur.

Iklan

14 pemikiran pada “The Romance of Restless Nights

  1. Di kampung yang saya huni sekarang, ada peraturan adat yang mengharuskan orang begadang apabila ada orang meninggal. Ini dia; begadang dengan tidak ada pekerjaan yang dilakukan. Saya biasanya hanya ngobrol dan ngobrol, sementara yang lain sibuk main kartu, main domino dan remi.

    Saya tidak tahan begadang. Kalau sudah lewat jam 12 malam, kantuk ini benar-benar tak tertahan…. ๐Ÿ˜ฆ

    • waw peraturan adat yang menarik. ๐Ÿ˜€ kalo bapak2 biasanya pada betah berlama-lama kumpul2 sama temen2nya. kalo gak dibatasin sama ‘orang rumah’ masing2 mungkin bisa lupa waktu. haha..

  2. Begadang tanpa ada yang dilakukan? kayaknya nggak pernah deh. Biasanya ini nih kerjaan saya kala begadang : setrika tumpukan baju yang menggunung. Selesai setrika biasanya udah jam 3 an, tanggung kalau mau tidur. Akhirnya dilanjutkan bikin mie plus nonton TV sejenak. Lalu siap-siap masak buat sarapan

    • madu? wah boleh dicoba tuh mbak. sebenernya aku gak tau aku insomnia atau nggak. soalnya kalo sekalinya tidur bisa ampe belasan jam. ๐Ÿ˜† aku udah sering susah tidur dari waktu kecil.

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s