Dawn of The Deal

Udah dapet catatan resep dari dokter. Zerlin udah nggak perlu dilanjutin lagi setelah habis dua minggu. Sebenernya awalnya dokter bilang sebulan, tapi karena aku nggak bawa cukup uang jadinya dikasih dua minggu aja. Yang penting pil putih mungil itu udah bisa dibebaskan dari resep. Tapi dokter nggak tahu kalo aku masih punya Zerlin satu papan utuh, hihi, karena belakangan aku udah jarang minum si antidepresan itu.

Luften yang masih harus diterusin. Jadi aku cuma nerusin satu obat doang. Dokter bilang obat itu bisa dibeli di apotek. Aku awalnya nggak yakin, karena biasanya kan obat-obatan psikotropika nggak bisa dijual bebas. Untunglah udah ada resep. Dokter juga bersedia dihubungi kalo orang apoteknya minta konfirmasi/bukti.

image: pspgohome.com

So, once again, now I’m carrying just one pill in my prescription. Hore.

Perjalanan pengobatanku mungkin udah menjelang selesai. Namun bagaimanapun Bipolar bukan sesuatu yang bisa disembuhkan secara total. Tapi aku belajar banyak dari pengobatan yang kujalani; tentang bagaimana mengatasi episode, ledakan emosional, dan ‘berpihak’ pada sisi positif dalam diri. Terkadang rasanya seperti jadi Hulk. Sisi ‘monster’-ku sering mengalahkan diriku sendiri. Karena itu aku harus belajar berdamai dengan itu.

Ini ceritaku. Mana angkotnya, kok nggak lewat-lewat… Hloh?!?

Lots of thanks to Dr. Donald F. Sitompul, SpKJ for being a doctor and mentor for me and many other people all this long.

21 pemikiran pada “Dawn of The Deal

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s