Kecewa

I failed my job in Bandung.

Sebelumnya aku nggak pernah seperti ini. Jika emosiku meledak, biasanya aku nggak jauh-jauh dari rumah. Tapi kali ini, aku ‘meledak’ di tempat kerja! Di hari ketigaku di tempat kerja. Aku mengkonfrontasi karyawan. Dia adalah karyawan senior di tempat itu.

Dalam dua hari, aku menghabiskan satu blister Zerlin 25mg (aku minum 5 butir atau 125mg per hari) dengan harapan bisa menekan stres dan ketegangan. Tapi itu tidak berpengaruh pada kinerjaku. Ternyata aku memang nggak pinter bekerja gawean seperti orang-orang. Hanya bisa merepotkan atau bengong. Dan yang terutama, aku nggak bisa berbaur dan bersosialisasi. Ternyata, meski sudah menjalani pengobatan selama beberapa bulan, aku masih bermasalah dalam berhubungan dengan orang lain. Aku kecewa sekali pada diriku sendiri untuk hal itu. It is horrible. Kalau bisa menonton hidupku seperti TV, aku mungkin tak mau melihat diriku sendiri.

Aku masih tak enak pada sepupuku, Mas dan Mbakku. Karena aku mengacaukan kesempatan yang mereka berikan. Meski mereka bilang aku nggak harus settle kalau memang belum bisa enjoy atau betah. Mungkin bagi mereka aku lebay. Tapi itulah aku dan Kepala Bulan-ku, Bipolarku… Aku masih cenderung berprasangka, cemas berlebihan, dan akhirnya emosi. Dan kurasa masih belum banyak yang memahami itu. Tentu dengan hidup seperti ini aku merasa tersisihkan oleh ketidakmampuanku sendiri dalam melakukan banyak hal normal. Dan aku akan terus dianggap lebay dan tidak banyak berarti entah sampai kapan.

Bagiku cukuplah masa percobaanku di Bandung. Aku masih harus merasa tidak enak karena sepupuku bakal mengajakku pergi “jalan-jalan”.

Aku rasa aku memang ditakdirkan untuk membuat diriku sendiri direndahkan dan hidup dengan itu. Di satu sisi aku benar-benar ingin mati. Tapi aku tahu itu tidak akan mengubah keadaan jadi lebih baik. Aku tidak mau terus-terusan seperti ini…

Iklan

8 pemikiran pada “Kecewa

  1. ada pelajaran dalam setiap kejadian,,
    tetap semangat Ilham…..jangan menyerah ya!

    oya, tulisanmu bagus-bagus, kenapa kau tidak mencoba jadi penulis saja
    kupikir itu tidak membutuhkan begitu banyak interaksi dengan orang lain yang (mungkin) saja hanya akan menambah ketegangan pikiran

  2. Ambil hikmahnya mas… terus tingkatkan diri, dan jangan pernah menyerah
    Biar nggak stres, banyak-banyakin ibadah. Shalat, Doa, istighfar, banyak-banyak ๐Ÿ˜€
    Pokoknya, tetap semangkA!! :mrgreen:

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s