Kamus Sarang Semut

Pas lagi bersih-bersih dan ngatur ulang buku-buku di rak, aku menemukan sebuah peradaban. Bukan peradaban yang hilang seperti Atlantis. Tapi peradaban semut yang ternyata mereka lah yang selama ini menggerayangi minumanku. Gimana nggak sebel kalo tiap naro minuman seperti kopi atau teh manis, dalam sekejap gelas udah dikuasai pasukan berseragam hitam dan berantena.

Dan fakta yang menjelaskan semuanya pun terungkap. Aku nggak pernah tahu darimana semut-semut itu datang. Mereka seolah tiba-tiba muncul begitu saja, dan hilang dengan sama cepatnya. Rupanya mereka udah pada bertelur, beranak-pinak didalam rak, tepatnya di dalam kamus Bahasa Indonesia yang covernya udah sobek ini:

Lubang atau relung-relung huruf yang berderet di bagian bodi kamus jadi tempat yang sempurna bagi semut-semut itu bersarang. Mendapatkan sumber makanan gratis dari minuman-minuman manis yang sering kuletakkan di bagian atas rak yang kujadikan meja untuk laptop atau hp atau buku yang sedang kubaca.

Itulah begonya aku. Udah tahu bakal disemutin tetep aja ditaro disitu. Kadang-kadang kutaro di lantai di samping kasur, tapi emang posisi diatas rak itu udah pewe dan pas buat ditaroin segala macem termasuk gelas/cangkir minuman.

Si ‘kamus sarang semut’ udah kupindahin ke rak di ruang tamu yang lebih besar dan terbuka. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui jumlah semut yang mendiami rak bukuku selama ini. :mrgreen:

Iklan

21 pemikiran pada “Kamus Sarang Semut

  1. Aku salut sama semutnya mas Ilham. Mereka itu (semut) lagi belajar bahasa asing. Makanya agar lebih cepat hafal, dia terpaksa bikin rumah di relung-relung bookmark itu. Nah kalau ada pertanyaan dari guru bahasa mereka, jadi lebih cepat search-nya… tinggal komando aja dari huruf A hingga Z. (*ngomongin apa sih*)

  2. Hehe.. makanya rajin-rajin bersihin lemari mas. Dua minggu sekali lah, minimal :mrgreen: Untung kamusnya nggak kenapa-kenapa, ya…

    • bukan kayaknya mbak. πŸ˜› tapi semut halus yang gigit/bikin gatel juga sih sebenernya. gaktau jenisnya apa. gak sempet nanya kepala sukunya. πŸ˜•

  3. Kalau di kost, kamar saya sering dimasuki semut. Semutnya merah dan gendut-gendut. Kalau meletakkan makanan tanpa ditutup rapat, bisa dipastikan mereka ada disitu πŸ˜€

    Kadang semut juga bersarang didalam dinding. Biasanya semutnya kecil-kecil dan sakit sekali jika menggigit. Pas nyangkut pakaian, mesti lihat-lihat dulu πŸ™‚

  4. Ping balik: Ngabuburit « The Moon Head

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s