Little Lord Fauntleroy (1936)

image: imdb.com

Sekitar dua hari lalu aku mengunduh film ini dari archive.org. Situs tersebut memang terkenal menyimpan berbagai jenis file yang bisa di-download gratis, dari file teks sampai software, yang memang diperuntukkan untuk umum atau istilahnya public domain.

Jadi nggak ada file yang ilegal di situs sini. Termasuk diantaranya adalah film-film klasik dan dokumenter; indie dan/atau buatan sendiri.

Biasanya aku sering download kartun-kartun klasik macam Superman, Betty Boop, Guliver’s Travels dan lain-lain. Karena ukuran file-nya nggak begitu gede-gede (maklum koneksi pas-pasan).

Tapi sesekali aku juga suka download film-film klasik yang rata-rata besar file-nya sekitar 400-an MB dalam format mp4 (tersedia juga dalam format lain seperti .oog, mpeg2, .flv, .avi dan sebagainya: tergantung ketersediaan dari yang ngupload file).

Salah satunya adalah film yang berjudul Little Lord Fauntleroy ini.

Walaupun film ini dibuat tahun 1936, tapi dari berbagai sisi filmnya sangatlah apik. Mulai dari akting para aktor dan aktrisnya, pengambilan gambar atau sinematografinya (gak ngerti :mrgreen:) sangat bagus seperti film di era-era setelahnya.

Setelah menyimak sejumlah komentar di halaman archive.org, film ini memang dibuat dengan bujet yang terbilang tinggi untuk film pada masa itu. Jadi nggak heran hasilnya sangat baik.πŸ˜€

Ceritanya…

Diangkat dari novel karya Frances Hodgson Burnett, film ini bercerita tentang seorang anak Amerika di tahun 1880-an yang menemukan bahwa dirinya adalah ahli waris sebuah keluarga bangsawan di Inggris.

Sejak kematian ayahnya yang berkebangsaan Inggris, Cedric Errol atau yang biasa dipanggil Ceddie (9) harus hidup hemat bersama ibunya, yang ia sebut “Dearest”, dan seorang pembantu bernama Mary.

Di Brooklyn tempat tinggalnya, Ceddie berteman dengan seorang bocah penyemir sepatu bernama Dick (diperankan oleh Mickey Rooney) dan pemilik grosir, Mr. Hobbs.

Kadang Ceddie suka diledekin karena logat bicaranya yang ke-British-British-an (halah ribet amat nulisnya :lol:). Tapi dia ngotot kalo dirinya adalah orang Amerika karena dia lahir di Amerika.

Dick lah yang selalu membantunya kalo anak-anak berandalan mulai mengganggu dan mem-bully Ceddie.

Tiba-tiba muncul sosok bernama Mr. Havisham di rumah keluarga Errol. Pakde-pakde berkelakuan anggun dan tenang ini ternyata adalah pengacara yang diutus kakek Ceddie, Earl of Dorincout dari Inggris.

Mr. Havisham datang ke rumah Ceddie untuk memberitahukan bahwa sang Earl menginginkan Ceddie untuk menjadi penerus keluarga, karena si kakek udah tua dan sakit-sakitan. Maka Ceddie pun punya nama baru, yaitu Lord Fauntleroy.

Ceddie sangat sedih karena harus meninggalkan teman-temannya, Dick, Mr. Hobbs dan seorang ibu penjual apel yang punya masalah dengan reumatik.:mrgreen: Mr. Hobbs sendiri sebenernya nggak suka orang Inggris. Karena menurutnya orang Inggris itu jahat dan suka berperang. Walau begitu dia tetap menyukai Ceddie dan ikut sedih waktu anak itu pamit pergi.πŸ˜₯

Ceddie dan ibunya pun meluncur ke Inggris. (Jangan bayangin naik pesawat ya…πŸ˜† )

Sampai di Inggris, mereka diantar ke sebuah rumah mewah yang nggak begitu jauh dari istana.

Ceddie nggak tahu bahwa sebenernya kakeknya sangat sensi dengan orang Amerika, apalagi ketika putranya sendiri menikahi ibunya Ceddie (masih jaman-jamannya orang Amerika dan Inggris benci-bencian).

Makanya Ceddie kembali bersedih ketika dikasihtau bahwa ibunya, Dearest nggak bakal ikut ke istana.πŸ˜₯

Aku suka banget sama ibunya. Cantik dan aktingnya juga sangat mengesankan.πŸ™‚ Apalagi di adegan ini, waktu dia bilang nggak bisa ikut Ceddie ke istana, bikin aku lumayan berkaca-kaca.😳

Earl of Dorincout adalah bangsawan tua yang terkenal galak, keras dan fanatik. Namun Ceddie dengan cepat mampu meluluhkan hatinya. Dia bahkan bikin orang-orang berpikir bahwa kakeknya adalah orang yang baik dan dermawan, berkebalikan dari anggapan mereka selama ini.

Sang Earl pun menggelar sebuah pesta untuk memperkenalkan Lord Fauntleroy yang baru. Pesta itu juga dihadiri adik perempuan Earl of Dorincout, yaitu Lady Constantia.

Cewek ini masih muda, cantik dan suaranya pun bagusπŸ˜€ (aku duga dia emang penyanyi). Ceddie langsung ‘naksir’ sama Lady Constantia dan mengatakan bahwa dia sangat cantik. Hehehe. Tapi dasar bocah, dia ketiduran sebelum pestanya selesai.

Saat semua tamu udah pulang, Mr. Havisham tiba-tiba datang membawa kabar yang nggak enak. Dia bilang bahwa Ceddie bukanlah ahli waris yang sah. Sebab ada seorang wanita yang datang membawa anaknya dan ia mengaku bahwa anak itu adalah anak dari putra tertua Earl of Dorincout, alias abang dari ayahnya Ceddie.

Earl of Dorincout langsung galau karena dia udah terlanjur sayang sama Ceddie. Tapi Mr. Havisham bilang wanita itu punya bukti berupa sertifikat atau akte lahir anaknya.

Wanita yang kemudian ia temui adalah wanita yang kelakukannya kayak nggak tahu tata krama.😑 Bahkan anak laki-laki yang dibawanya juga kelihatan ‘konyol’ dan suka makan permen sampe mulutnya belepotan.πŸ˜†

Earl of Dorincout terpaksa menerima kenyataan itu karena wanita itu membawa pengacara yang mengaku mampu membuktikan kebenaran perkataan wanita itu. Tapi sang Earl dengan tegas mengatakan bahwa dia nggak mau melihat anak-beranak itu selama sisa hidupnya.

Ceddie sebenernya udah tahu karena mendengar pembicaraan antara kakeknya dan Mr. Havisham. Dia sedih karena takut kakeknya tidak akan sayang lagi padanya. Tapi Earl of Dorincout mengatakan dia akan membereskan masalah ini dan bahwa Ceddie tetaplah his boy.

Dalam kegalauannya, Earl of Dorincout untuk pertama kalinya mau menemui menantunya, alias Dearest. Dia terkesan oleh kelembutan dan kebaikan wanita itu, bahkan ketika mendengar bahwa Ceddie kemungkinan bukan ahli waris yang sah. Dearest menjelaskan bahwa wanita yang tiba-tiba muncul itu melakukan itu pastilah demi kepentingan anaknya juga, sebagaimana ia kepada Ceddie.

Earl of Dorincout meminta maaf pada Dearest karena sudah bersikap buruk padanya selama ini. Lalu ia pun pergi untuk melanjutkan kegalauannya.:mrgreen:

Tak disangka-sangka, bantuan justru datang dari Amerika.

Waktu Dick dan Mr. Hobbs lagi ngobrol-ngobrol sambil “saling menyemir sepatu” (nyemir sepatunya ganti-gantian)πŸ˜† Mr. Hobbs membaca koran yang meberitakan tentang keluarga bangsawan Dorincout. Termasuk berita tentang tahta Lord Fauntleroy yang batal oleh karena munculnya seorang wanita dan puteranya yang ia klaim sebagai anak dari putra tertua Earl of Dorincout.

Di koran itu terdapat gambar sketsa wanita tersebut. Dick langsung berseru karena dia mengenali perempuan itu. “It’s HER!”

Singkat cerita, berkat berkat bantuan Dick dan Mr. Hobbs, terungkaplah siapa wanita itu sebenarnya. Wanita itu adalah Minna, mantan isteri Ben yang notabene adalah abangnya Dick sendiri, dan anak itu adalah Tom, anak dari perkawinan Minna dan Ben. Pengakuan palsu wanita itu pun langsung terbantahkan dan mereka diusir dari Inggris.

Akhir cerita, Ceddie tetap menjadi Lord Fauntleroy yang kelak akan menjadi Earl of Dorincout meneruskan kakeknya, dan ibunya juga boleh tinggal bersama mereka di istana. Hore.πŸ˜€

The End.

Film ini sangat ringan dan menyenangkan untuk ditonton. Walau berbahasa Inggris tanpa subtitle, tetap dapat dinikmati khususnya bagi yang Bahasa Inggris-nya ‘pas-pasan-untuk-diri-sendiri’ sepertiku.

Credits:

Little Lord Fauntleroy

Directed by: John Cromwell
Produced by: David O. Selznick
Written by: Frances Hodgson Burnett (novel)
Hugh Walpole (screenplay)
Starring: Freddie Bartholomew, Dolores Costello, C. Aubrey Smith
Studio: Selznick International Pictures
Distributed by: United Artists
Release date(s): April 2, 1936
Running time: 98 minutes
Country: United States
Language: English

***

Download disini atau disini.

Sedikit tambahan dan trivia:

Ada salah satu dialog unyu yang aku suka. Tulisan tangan Ceddie masih suka salah ejaan/tulisannya. Maklum, masih umur 9 tahun.:mrgreen: Ketika mereka pergi ke gereja, Ceddie melihat di bagian belakang gereja ada makam Earl of Dorincout yang pertama beserta makam isterinya. Tulisan di dindingnya pake bahasa Inggris kuno dengan huruf-huruf Romawi gitu (huruf U pake huruf V, dan sebagainya). Trus Ceddie bilang ke kakeknya, “Perhaps I kept my spelling from them.” (“Nampaknya ejaanku diwariskan dari mereka.”) Xixixi.πŸ˜€

Mungkin ini cuma pendapatku, tapi Ceddie agak-agak mirip sama aktris Amy Adams.πŸ˜†

Ada sebuah dialog Dick kepada Mr. Hobbs yang berbunyi (kurang-lebih), “You know, Mr. Hobbs, talking about oil, you’re not an Earl, you’re a PRINCE! Faktanya, Earl itu sama atau setara tingkatannya dengan Pangeran. Hehehe.πŸ˜€

Enjoy the movie!

14 pemikiran pada “Little Lord Fauntleroy (1936)

  1. Untunglah ceritanya happy ending jadi ceddie tak kehilangan tahtanya. Jaman dulu belum ada test DNA kali ya, mengapa kakeknya Ceddie begitu galau dpt cucu yg ngaku2 itu

    • iya soalnya dibilang pengacaranya (yang juga palsu) mereka punya bukti akte lahir. kalo ada tes DNA ntar cepet ketahuan n jadi gak seru deh ceritanya. hehehe.πŸ˜€

  2. Ping balik: 13 Ghosts (1960) | The Moon Head

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s