That Spider Is My Father

Fiuh satu buku lagi yang baru selesai kubaca. Tapi masih ada setidaknya enam buku lagi yang ada di antrian. Nampaknya bakal jadi stok bacaan seumur hidup, nih. Soalnya aku termasuk pembaca yang lambat. 😳

Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng adalah novel karangan penulis Norwegia yang pasti tak asing lagi di telinga para penggemar buku, Jostein Gaarder. Novel ini terbit pada tahun 2001 di tempat asalnya dan 2002 dalam versi Bahasa Inggrisnya. Sementara di Indonesia, cetakan I-nya terbit tahun 2006 oleh penerbit Mizan. Jadi, yah, buku ini memang terbitan lama.

Petter si Laba-Laba

Novel yang berjudul asli SirkusdirektΓΈrens Datter (The Ringmaster’s Daughter – dalam versi Inggris-nya) ini bercerita tentang seorang pemuda bernama Petter. Sejak kematian ibunya yang seorang janda, ia harus memenuhi kebutuhannya sendiri. Ia pun mulai menjual sinopsis-sinopsis cerita kepada penulis-penulis yang sedang buntu ide secara diam-diam, dibawah organisasi yang ia sebut Writers’ Aid.

Petter sempat mengencani seorang gadis bernama Maria. Tapi hubungan itu pun kemudian kandas. Suatu hari Maria datang dan mengajukan permintaan yang tidak biasa, yaitu agar Petter menghamilinya sebelum ia pindah bekerja di Stockholm. Petter mengabulkannya dan seorang anak perempuan pun lahir dari hasil hubungan tanpa status resmi itu.

Setelah lama menjalankan bisnisnya dengan Writers’ Aid, Petter kemudian bekerja di bidang percetakan. Ia bekerja membantu para editor dan menghadiri pameran-pameran buku untuk mamantau judul-judul novel yang kemungkinan akan laris.

Di satu sisi, pekerjaan barunya itu membantunya terhubung dengan penulis-penulis yang membutuhkan “bantuannya”. Namun di sisi lain, aktivitasnya didalam jaringan kepenulisan justru memudahkan terbongkarnya kedok Petter sebagai “si Laba-Laba”.

Ancaman menjadi semakin jelas ketika ia menghadiri pameran buku di Bologna. Banyak orang di kalangan penerbitan, setelah membaca tentang si Laba-Laba di suratkabar Corriere della Sera, nampaknya sudah tahu atau curiga bahwa Petter lah si Laba-Laba yang disebut-sebut itu; bahwa dia lah “mesin imajinasi” dibalik karya-karya hebat penulis-penulis di berbagai negara selama ini.

Ia pun segera meninggalkan Bologna untuk menghindari ancaman pembunuhan (yang entah benar entah tidak) kemudian menginap di sebuah hotel di pinggir pantai Amalfi, Italia bagian selatan.

Disanalah ia kemudian bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Beate.

Panina Manina

Petter adalah pendongeng yang berbakat. Ia sering menceritakan kisah-kisah mengesankan yang ia karang sendiri. Putri Sirkus adalah salah satu dongengan yang dulu pernah ia ceritakan pada Maria, dan kemudian pada putri hasil hubungan mereka ketika anak itu masih berusia 3 tahun. Namun anak perempuan yang dipanggil “Poppet” itu tidak pernah diberitahu bahwa Petter adalah ayah kandungnya.

Putri Sirkus menceritakan tentang seorang gadis bernama Panina Manina. Ia adalah putri pemilik sirkus yang sangat berbakat terutama dalam atraksi trapeze (ayunan di ketinggian). Ia juga yang menjadikan atraksi-atraksi lainnya menjadi lebih meriah dengan aksi-aksi spontan yang dilakukannya. Karena itulah, ada seorang pemain badut yang kesal karena merasa anak itu mengacaukan pertunjukannya.

Ia kemudian membayar orang untuk melenyapkan gadis yang masih kecil itu. Orang yang dibayar badut itu adalah wanita Rusia yang kemudian membawanya ke negara asalnya lalu merawat Panina Manina dengan baik, sebab ia sendiri selalu menginginkan anak perempuan.

Ketika dewasa, Panina Manina pergi ke ibu kota Bavaria dan melihat sirkus yang diadakan disana. Dan ternyata sirkus itu adalah sirkus milik ayahnya. Namun ia sudah tidak ingat lagi tentang masa kecilnya, dan bahwa ia pernah menjadi pemain sirkus. Ketika menyaksikan sirkus itu, tiba-tiba ia turun dan menyeberangi pembatas lalu menari-nari di tengah-tengah pertunjukan, membuat semua orang tertawa namun kemudian menyangka gadis itu mabuk atau gila.

Panina Manina jatuh menangis diatas timbunan serbuk kayu ketika ia mengingat semuanya, masa lalunya. Dan si pemilik sirkus pun segera menyadari bahwa perempuan itu adalah putrinya yang tertukar hilang.

Jostein Gaarder (image: famousauthors.org)

Novel ini memang memiliki gaya cerita-di-dalam-cerita. Kamu mungkin akan merasakan kentalnya kekuatan bercerita dan imajinasi dari om Gaarder di novel ini. Ditunjukkan dengan banyaknya kisah-kisah sampingan berupa sinopsis-sinopsis yang, ceritanya, ditulis oleh tokoh Petter.

Dari segi cerita, ini menurutku lho ya, sebenernya plotnya tidak terlalu kompleks. Bahkan mungkin ada satu atau dua bagian alur yang bisa kamu tebak. Akan tetapi, ada banyak detil dan inspirasi dari pemikiran dan filosofi kehidupan tokoh Petter.

Endingnya juga cukup menarik walau bagiku agak menggantung. πŸ˜•

Namun intinya, Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng sangat layak dibaca karena ada berbagai macam inspirasi dan filosofi yang bisa kita serap di dalamnya. Termasuk mungkin inspirasi dan imajinasi untuk menulis fiksi. πŸ™‚

Iklan

19 pemikiran pada “That Spider Is My Father

  1. Hahay … tadi siang, padahal aku pegang buku itu di tempat kerja. Cuma dibulak-balik, terus diabaikan hehehe πŸ˜€

    Kalah cepet sama bang Ilham, malah udah dibikin review hehehe πŸ˜†

  2. Sayangnya saya nggak sempat baca-baca buku. Tapi dari review ini, sepertinya cerita ini menarik. Terima kasih telah berbagi, mas Ilham.

  3. Ping balik: menjadi lebih baik atau tidak menjadi lebih baik (hanya tetap baik) « komuter jakarta raya

  4. saya juga suka, ternyata khas sekali ya tulisannya si Jostein. Belum baca sih yang ini, tapi dua yang lain sudah. Terus, bahasa pengungkapannya itu, lho, bagus sekali.

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s