13 Ghosts (1960)

Mau cerita-cerita film klasik lagi nih. Hehe. Kalo sebelumnya aku cerita tentang film klasik bergenre drama, kali ini filmnya bergenre horor berjudul 13 Ghosts.

Nampaknya film ini bukan public domain.😳 Jadi, hak ciptanya masih dipegang oleh Columbia Pictures Industries, Inc. dan William Castle’s Productions.

William Castle dikenal telah banyak melahirkan film-film horor terkenal pada jamannya, seperti House on A Haunted Hill, I Saw What You Did, The Night Walker, dan lain-lain.

Seperti yang mungkin kalian ingat, film 13 Ghosts ini juga pernah ada versi modern-nya (remake) yang udah beberapa kali diputar di tv swasta. Versi remake itu dibuat tahun 2001 lalu.

13 Ghosts versi 1960 dan 2001 memang memiliki sejumlah perbedaan, dari alur hingga jumlah karakter. Namun secara garis besar, ceritanya sama.

Perabotan

Di awal film diceritakan keluarga Cyrus Zorba yang tinggal di Los Angeles lagi mengalami masalah ekonomi. Karena tak mampu membayar hipotek, perabotan rumah mereka pun akhirnya disita.

Cyrus yang bekerja sebagai ahli paleontologi di museum tak mampu berbuat apa-apa.

Padahal hari itu (atau besoknya, ya…? kurang nangkep. :?) adalah hari ulangtahun anak bungsunya, Buck. Jadilah mereka menggelar acara ultah anaknya di lantai, berempat dengan Medea, si putri sulung.

Harapan Buck

Bersama tiupan lilin ulangathunnya, Buck berharap agar mereka bisa punya perabotan lagi. Tapi siapa sangka, takdir punya cerita sendiri buat mereka.

Tepat setelah itu, mereka menerima sebuah telegram yang isinya meminta mereka bertemu di kantor seorang pengacara bernama Benjamin Rush.

Rush memperkenalkan dirinya sebagai pengacara almarhum paman Cyrus, yaitu Dr. Plato Zorba, seorang ilmuwan. Rush, atau biar gampang sebut aja dengan nama panggilannya, Ben, mengatakan bahwa paman Cyrus mewariskan mereka sebuah rumah miliknya.

Hilda, istri Cyrus sangat senang sekaligus tak percaya. Karena harapan anaknya, Buck, terkabul. Tak hanya perabotan, malahan sak-rumah-rumahnya sekalian. Hehe.

Hantu-hantu di rumah Dr. Zorba

Dengan nada memperingatkan, Ben menceritakan tentang obsesi Dr. Zorba yang nyentrik.

Ilmuwan itu menghabiskan sisa hidupnya meneliti dunia supernatural. Dr. Zorba terobsesi untuk menangkap dan mengendalikan hantu!😯 Sebab dia yakin kalau kita bisa melihat hantu, mereka bisa dikontrol layaknya hewan peliharaan.

Keluarga Zorba diberitahu bahwa rumah yang akan mereka tempati itu dihuni oleh 12 hantu. 11 diantaranya adalah hantu-hantu ‘hasil tangkapan’ Dr. Zorba selama penelitiannya. Dan yang ke-12 adalah, well, Dr. Zorba sendiri.

Ben juga menyerahkan sebuah kotak yang berisi sebuah kacamata berdesain aneh. Kacamata itu adalah kacamata khusus yang dibuat oleh Dr. Zorba buat ngeliat hantu.

Pindahan…

Singkat cerita mereka pun pindah ke rumah itu. Di rumah itu ada seorang pengurus rumahtangga yang misterius bernama Elaine.

Di hari pertama, mereka menemukan sebuah papan ouija yang biasa digunakan untuk melakukan kontak dengan makhluk halus. Pasti udah tahu kan… Kalo di kita mah sekerabat sama Jaelangkung.

Peristiwa horor terjadi ketika lukisan potret Dr. Zorba tiba-tiba jatuh dan bilah kayu penunjuk huruf papan permainan itu tiba-tiba melayang trus menunjuk Medea. Itu setelah dia dan Buck mengajukan pertanyaan siapa yang akan mati di rumah ini.

Mereka juga menemukan sebuah buku yang dicetak dengan bahasa latin. Karena nggak mudeng sama artinya, Cyrus berniat menyerahkan buku itu ke atasannya di museum untuk diteliti.

Di malam pertama, Cyrus menyaksikan sendiri bagaimana ‘kacamata hantu’ itu bekerja.

Ketika mengikuti sebuah suara erangan misterius, ia tiba di sebuah ruangan rahasia dimana di dalam ruangan itu ia bertemu dengan hantu-hantu penghuni rumah itu. Plus dia mendapat ‘kenang-kenangan’ berupa luka bakar berbentuk angka 13 di punggung tangannya.

Hantu ke-13

Atasan Cyrus di museum bagian paleontologi menjelaskan tentang buku berbahasa latin yang mereka temukan di rumah itu.

Buku itu adalah buku jurnal milik Dr. Zorba tentang hantu-hantu yang berhasil ia tangkap dalam rangka penelitiannya. Ia bahkan menuliskan tentang hantu ke-12, yaitu dirinya sendiri. Disitu dia menyebut-nyebut tentang kejahatan yang dilakukan terhadap dirinya, dan bahwa dia akan terus gentayangan jika dendamnya belum terbalas.

Selanjutnya di buku itu terdapat bagian untuk hantu ke-13, tapi halaman itu dibiarkan kosong.

Di rumah, peristiwa poltergeist semakin menjadi-jadi. Hilda ketakutan sekaligus kesal ketika barang-barang di dapur pada berantakan, hancur; kaleng tepung dan botol susu melayang-layang… Rempong deh!😆

Buck lalu memberitahu orangtuanya bahwa di dapur itu ada hantu bernama Emilio. Hantu Emilio selalu tampak membawa-bawa pisau daging. Pisau itu dulu dia pakai untuk membunuh isterinya, ibu mertua dan juga kakak iparnya yang juga jadi hantu di rumah itu.

Buck diberitahu tentang itu sama Elaine, si pengurus rumah. Nggak ada yang nyangka ternyata wanita itu tahu banyak tentang hantu-hantu di rumah Dr. Zorba.

Elaine kemudian mengakui bahwa dia dulu membantu Dr. Zorba dengan penelitiannya.

Menurut cerita Elaine, di masa-masa terakhir hidupnya, Dr. Zorba sangat dekat dengan pengacaranya, Ben. Dia bahkan tidak menghiraukan nasehat Elaine untuk menghentikan penelitiannya yang menguras banyak uang.

Dr. Zorba sampai menjual semua aset yang dimilikinya, menarik seluruh uangnya di bank untuk membiayai penelitiannya.

Elaine mengatakan ia menemukan Dr. Zorba sudah tewas pada pagi hari saat ia masuk ke kamarnya. Menurutnya Dr. Zorba tewas karena dibunuh oleh hantu-hantu di rumah itu. Sementara orang terakhir yang ada bersamanya hanyalah dirinya dan Ben yang sudah pergi pada malam harinya…tepat setelah ia mengurus surat wasiat Dr. Zorba. Hmm…

Di kamar itu, setelah ditinggal Elaine, Cyrus mengalami hal mistis lagi. Kejadian di kamar itu sebenernya merupakan petunjuk tentang bagaimana pamannya tewas, tapi kayaknya dia belum begitu ngeh dan langsung ngacir sesudahnya.

Malam itu juga, Medea diteror oleh penampakan hantu menyeramkan di kamarnya. Sementara Buck malah asik sendiri ketika bertemu hantu pemain sirkus tanpa kepala dan singanya di ruang bawah tanah.

Uang dibawah tangga

Salah satu kebiasaan Buck di rumah itu adalah merosot diatas pegangan tangga.

Dia nggak sadar ketika uang 200 dolar jatuh dari bawah tangga itu sampai dia kembali dari dapur. Penemuan uang itu kemudian diketahui Ben yang kebetulan datang ke rumah.

Ben lalu mengatakan supaya Buck menjaga rahasia itu, tanpa ada yang boleh tahu.

Seancé

Atasan Cyrus di museum menyampaikan ide untuk melakukan Seancé atau ritual pemanggilan roh halus untuk berkomunikasi dengan roh Dr. Zorba.

Ternyata si Elaine juga berbakat sebagai medium. Jadilah mereka mengadakan ritual Seancé malam itu.

Sementara orangtua dan kakaknya sibuk dengan ritual yang dipimpin Elaine, Buck kembali menemukan uang dibawah tangga setelah memerosotinya.:mrgreen: Bahkan kali ini lebih banyak. Akhirnya dia menemukan darimana asal uang-uang itu.

Ben muncul dan mengatakan supaya Buck merahasiakan itu dari keluarganya sampai besok pagi. Padahal, bisa ditebak, sebenernya dia sendiri yang menginginkan semua uang itu.😡

Kemudian terungkap bahwa Ben juga lah yang waktu itu menyamar jadi hantu dan menakut-nakuti Medea di kamarnya.

Tapi niat jahatnya tidak berhenti disitu. Diam-diam, dia membawa Buck yang tengah tidur terlelap, ke tempat tidur almarhum Dr. Zorba. Disanalah ia berniat untuk membunuh Buck!

Tapi roh Dr. Zorba tak tinggal diam. Dia datang dan menggagalkan rencana Ben. Buck terbangun dan melompat turun dari tempat tidur yang bisa njepit orang itu.:mrgreen: Dan akhirnya justru Ben yang terperangkap dibawahnya, sambil dicekek sama hantu Dr. Zorba…

Dan tewaslah ia.

Lalu kacamata hantu itu melayang dari kotaknya, lalu hancur dengan sendirinya. Kayaknya sih hantu Dr. Zorba sendiri yang menghancurkan benda ciptaannya. (Catatan: tulisan ‘Kablooey’ di gambar hanya rekayasa. :razz:)

Ringkasan cerita

Benjamin Rush, pengacara muda yang licik membunuh kliennya sendiri, Dr. Zorba, sebelum ilmuwan itu menghabiskan semua uangnya. Tapi setelah membunuhnya pun, Ben masih nggak tahu dimana uang itu disimpan.

Ben menakut-nakuti Medea supaya dia dan keluarganya meninggalkan rumah itu. Eh nggak tahunya Buck menemukan uang yang selama ini dicari-carinya. Karena Ben nggak mau si bocah memberitahu keluarganya tentang uang itu, dia pun berusaha membunuh Buck.

Tapi rencana itu digagalkan oleh hantu Dr. Zorba. Dia menghabisi Ben dengan tangan hantunya sendiri.:mrgreen:

Dendam sang ilmuwan terbalas, dan Ben pun sukses terdaftar sebagai hantu ke-13. Keluarga Cyrus mendapatkan uangnya dan mereka hidup bahagia.

Lalu, di adegan akhir, Elaine yang kemudian bekerja jadi pelayan keluarga Zorba, bilang kepada Buck bahwa “hantu-hantu itu masih ada dan akan kembali lagi.”

Jreng-jreng…

Habeess….

Versi 2001

Jujur aku udah nggak inget secara detil tentang film 13 Ghosts versi 2001. Dengan bantuan mbah gugel, berikut aku coba jabarkan perbedaan antara 13 Ghosts versi asli dengan Thir13een Ghosts versi modern.

image: futuregamez.net

Di film ini, keluarga yang diwarisi rumah berhantu bernama Kriticos. Arthur yang seorang duda, dua anaknya Kathy dan Bobby, beserta pengasuh mereka, Maggie.

Desain rumahnya lebih canggih tapi juga rumit seperti labirin. Menurut Wikipedia, rumah ini berfungsi seperti mesin yang dirancang untuk mengurung 12 hantu berdasarkan Black Zodiac dan untuk membuka Ocularis Infernum atau Mata Neraka.

Alur ceritanya juga dibuat lebih seperti game. Dimana tiap karakternya harus bertahan hidup dari serangan hantu-hantu yang hanya bisa dilihat dengan kacamata khusus yang disebut spectral viewer.

Perkembangan zaman - Di 13 Ghosts (1960), Buck digambarkan hobi menggunakan roller-skate. Di Thir13en Ghosts, Bobby terlihat suka naik skuter.

12 hantu di film ini juga diberi ‘perhatian lebih’; diberi nama beserta latar-belakangnya; keterangan bagaimana mereka mati dan sebagainya.

Selain beberapa karakter tambahan, di film ini tokoh antagonisnya justru si paman sendiri, Cyrus Kriticos yang ternyata masih hidup.

Ia memalsukan kematiannya, mengatur supaya Arthur menjadi hantu ke-13 untuk mengaktifkan mesin goib itu dan memberi Cyrus kekuatan besar, bisa melihat masa lalu dan masa depan.

Sayangnya, Thir13een Ghosts versi modern ini mendapat ulasan yang kurang bagus.

Film 13 Ghosts (1960) ini digarap dengan baik. Walau menurutku durasinya kurang lama, cuma sekitar 80 menit-an.😦

Seperti yang kubilang di awal, film 13 Ghosts (1960) ini sebenernya masih memiliki hak cipta. Jadi, silahkan donlot at your own risk. Hehe.😛

Selamat menonton.🙂

————————————————-
sumber lain gambar: fanforum.com, imdb.com

12 pemikiran pada “13 Ghosts (1960)

  1. Wow. Mantap… mau nonton, mau unduh beli di iTunes Store, tapi gaji bulan ini udah dialokasikan. Hemmm… bulan depan deh kalo gitu:mrgreen:

    • umm sebenernya ini bukan soal seremnya. film ini (tahun 1960) dinilai lebih baik daripada remake-nya di tahun 2001. kayaknya jaman dulu ide2 masih orisinil, sekarang holiwut pun sering remake film2 asia dan hasilnya flop di pasaran.😦
      waah ada award nih…. thnx mas fariz…🙂

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s