I Am Part of You, You Are Part of Me

Aku percaya bahwa dalam setiap situasi sulit, ada momen dimana Tuhan membuat kita (seharusnya) dapat merasakan penderitaan orang lain di posisi yang berbeda.

Ketika seorang pria kepala rumah tangga dibuat runyam oleh hutang yang melilitnya, sementara ia tidak sanggup mengatakannya pada keluarganya, sebagian perasaan itu sama dengan perasaan orang lain yang tengah kalut memikirkan bagaimana memberi makan anak-isterinya, sementara hari sudah sore dan ia belum mendapatkan apa-apa.

Ketika kita kesal hingga marah-marah karena koneksi Internet yang lambat (seperti aku juga kadang-kadang😳 ), di tempat lain, seorang pemulung cilik kecewa karena sampah hasil pungutannya hanya sedikit yang laku dijual di pengepul.

Ketika kita kesal pada Ibu  atau pembantu karena lauk di rumah hari itu tidak membuat berselera, sebuah keluarga kecil di rumah kardus harus membagi sejumlah kecil makanan secara adil untuk ibu, ayah, anak-anak perempuan kecil dan adik laki-laki mereka yang masih bayi.

Ketika kita diam-diam menggunakan uang kuliah untuk untuk membeli Blackberry atau ponsel Android terbaru,😳 seorang pelajar SD kurus dekil berdiri tegak di kantor guru untuk menyampaikan bahwa orangtuanya belum bisa membayar SPP untuk bulan itu dan bulan sebelumnya.

Sebagian dari diri kita adalah bagian dari mereka yang kurang beruntung. Keadaanku disebabkan/dipengaruhi oleh keadaanmu (dan sebaliknya). Kita adalah bagian dari sistem raksasa kehidupan dimana setiap anggotanya (seharusnya) saling membantu untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain.

Hanya karena seseorang mampu, bukan berarti ia harus menimbun sumber kebutuhan untuk keperluannya pribadi. Berbagilah sedikit hal meskipun di saat kita sendiri kekurangan. Sebagian dari hidup mereka yang kurang beruntung ditunjukkan pada kita ketika kita mengalami penderitaan, tak lain agar kita merasakan apa yang saudara kita rasakan. Agar kita bersyukur atas apapun yang saat ini kita PUNYA, sebelum itu menjadi sesuatu yang PERNAH KITA PUNYA.

sumber gambar: 1/2/3

20 pemikiran pada “I Am Part of You, You Are Part of Me

    • betul mbak puch. rasanya miris membandingkan keluhan2 “galau” generasi kita di facebook dengan keluhan tertahan di hati anak2 indonesia yang kurang beruntung.😥

  1. trimakasih gan tulisan yang bagus,, ini mengingatkan kita untuk lebih bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini dengan membandingkan kepada mereka yang kurang beruntung dari kita.

  2. Saya suka tulisan ini. Saya sampai membayangkan dengan jelas keadaan yang digambarkan. Itu semua yang saya pikirkan selama ini. Bahkan saya juga selalu nekanin kata ke anak, keluarga dan suami, buat menghabiskan makanan, belum tentu orla bisa makan seenak ini,dll. Belum tentu orla bisa tidur nyenyak, bisa sekolah dll

    • wah bagus sekali kalau sejak dini sudah mengingatkan anak bahwa ada orang2 lain diluar sana yang kurang beruntung.🙂 mungkin akan ada saatnya anak2 itu sudah dewasa dan melakukan bagian mereka dalam membantu orang2 yang kurang mampu.

  3. saya adalah bagian dari kamu
    kamu adalah bagian dari saya
    tanpa kamu saya bukanlah siapa-siapa
    dan kamu bagi saya adalah apa-apa

    (alaaaaah komen gak jelas😀 )

    Yang JELAS tulisannya MANTAP menjadi renungan buat kita semua ^^/

    • sip. kata-kata ‘romantis’ itu mengingatkan kita siapa diri kita sebagai satu kesatuan umat manusia yang saling terhubung. dan bagaimana kita diciptakan untuk saling memenuhi kebutuhan. Ammiin… (eh?)😀

  4. Saya suka tulisan ini. Memberi perenungan yang dalam.
    Ketika kita memiliki pandangan yang sempit & terhalang,kita hanya mampu memikirkan diri kita sendiri – tanpa mampu memahami bagaimana keadaan orang-orang lain di sekitar kita.
    Thanks inspirasinya..

    • yeah.. saya rasa fungsi asli kita adalah saling terhubung dan menyokong satu sama lain. dan sebaiknya kesulitan apapun yang kita alami tidak menghalangi kita untuk menjalankan fungsi itu. may we have peace on earth.🙂

  5. Wah, apik mas…
    Selalu bersyukur🙂
    Di sekolahku ada istilah pareto efisiensi, seseorang ga akan naik utilitasnya kecuali orang lain menurun utilitasnya. Ada hubungannya sama ini gak ya :-s

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s