Flu

Hadooyy… Lagi flu parah nih. 😦 Siang kemarin aku bangun dengan tenggorokan yang agak sakit, terutama pas nelen. Bayangin lagi enak-enaknya molor harus kebangun sama tenggorokan yang nggak nyaman. Kalo ungkapannya si Anoe, it’s so kamfret you know. πŸ˜›

Aku langsung teringet sama postingannya mbak Puch. Disitu ada banyak pilihan obat sakit tenggorokan yang jenisnya tablet hisap. Langsunglah aku pergi mandi trus ngesot dengan motor menuju apotek. Aku pilih untuk beli FG Torches karena menurut tulisan mbak Puch yang itu paling banyak dibeli pelanggan karena lebih manjur. Dari apotek deket rumah itu aku beli satu strip FG Torches isi 10 butir dengan harga 9,500. Lebih murah dari harga yang tercetak di stripnya dan dari yang disebutin di artikel mbak Puch. (Alhamdulillah, ya.)

Dalam sehari aku ngabisin tiga butir. Walau anjurannya sih, untuk dewasa 1-2 butir, 4-5 kali sehari.

Aku nggak tahu apa obat hisap ini bekerja, karena malamnya aku nggak betah dengan rasa nggak nyamannya dan minta Bapak nganterin ke mantri langganan buat disuntik. Habis itu pak mantrinya juga ngasih obat lagi, seperti biasa.

Yang paling capek itu harus bolak-balik ke kamar mandi buat buang ehem, lendir dari hidung. Warna lendirnya seperti hulk, 😳 jadi aku langsung menduga bahwa itu pertanda lendir yang bervirus atau berpenyakit.

Tapi seenggaknya sekarang rasa gatel di tenggorokan udah berkurang. Cuman aku nggak tahu sampe kapan nih idung meler terus kayak air terjun si bora-bora. 😦

Pemicu flu ini aku curigai ada 2: emang lagi musim, dan karena aku kurang istirahat. Ternyata emang sangat nggak baik maksain otak bekerja, walau itu untuk kegiatan yang menghibur seperti ngelaptop atau internetan, jika memang udah waktunya istirahat.

Walaupun kita sulit tidur, setidaknya istirahatkan otak dari kegiatan apapun. Entah berbaring atau meditasi. I dunno juga sih. Sejauh ini belum ketemu solusinya untuk jam tidurku yang masih kacau. Aku juga belum punya duit untuk nebus obat dari dokter. (Nahas. :lol:)

Biasanya aku nonton TV dengan volume 0 sambil ngeteh atau ngopi. Kayak janda bule yang sedang menikmati kejombloannya di film-film drama romantis gitu. πŸ˜†

Tapi aku yakin itu juga sebenernya kurang bagus sih buat kesehatan. Yang terbaik adalah mencoba beristirahat sebaik mungkin ketika tubuh emang udah harus istirahat. Kalo udah sakit gini baru deh rempong guling-guling. 😦

Aku mencoba banyak minum air putih dan makan yang cukup. Dan terus minum obat dari pak Waisan, sang mantri, diselingi ngisep FG Torches yang bentuknya mirip permen Polo. Selanjutnya, entahlah, Heraldo… *mendadak telenovela* Aku harap bisa segera sehat. Itu aja.

Aku menerima tips dan rekomendasi biar cepat sembuh dari flu. Ada? Ada? Silahkan pahat di prasasti komentar dibawah… πŸ™‚

Gambar hanya dramatisasi. Kemungkinan tidak nyata. :mrgreen:
Iklan

8 pemikiran pada “Flu

  1. mungkin bisa dicoba πŸ˜€

    masak air sepanci sampai mendidih. terus celupkan handuk bagian tengahnya, karena di 2 ujung untuk pegangan, peras sampai tak ada air menetes, lalu handuk itu dikompreskan ke kepala terus sampai leher. berulang2 sampai terasa enteng.

    lekas sembuh yaaa

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s