Beauty

Di postinganku yang kemaren, aku mendapatkan informasi yang sangat inspiratif dari mas Teguh Puja. Mas Teguh yang tulisan-tulisanya begitu menarik sekaligus filosofis di blognya menyebut-nyebut lewat komentar soal buku yang berjudul Critical Theory Since Plato.

Buku ini semacam kumpulan dari pemikiran kritis para filosof pada masa lalu. Tak ayal lagi buku setebal 1,500 halaman lebih ini sangat dihargai terutama di kalangan akademis. Mas Teguh bilang buku ini sangat bagus dan inspiratif. Bukannya nggak percaya, tapi aku langsung munyer bayangain buku klasik 1,500 halaman, dalam Bahasa Inggris pula.πŸ˜†

Walau gitu, aku nggak bisa bohong bahwa buku ini pasti sangat menarik.

Aku cari filenya di Internet tapi nggak ada karena udah pada dihapus karena udah pada dirazia sama badan sensor Amrik.

Akhirnya aku cuma berhasil dapet satu potongannya pada bagian yang membahas pemikiran-pemikiran karya Plotinus. Tokoh ini hidup dua abad sebelum Plato. Ia dikenal dengan karyanya Enneads yang menjadi sumber dalam Critical Theory Since Plato. Di buku ini ia membahas tentang “beauty” atau keindahan/kecantikan. (Unduh ebooknya disini [13 halaman, 46KB].)

Plotinus mengkaji tentang keindahan atau kecantikan yang terbentuk dalam persepi manusia.

Diantaranya, ia menjelaskan bahwa kecantikan itu tidak tampak dari satu elemen saja, melainkan gabungan dari banyak hal/faktor. Kecantikan/keindahan juga tidak hanya datang dari kecantikan fisik.Β Ada keindahan yang berupa suara, kata-kata serta keindahan/kecantikan yang berasal dari budi yang luhur dan kecerdasan seseorang.

Setidaknya ada 13 poin yang menjabarkan pemikirannya ini yang dikutip dari beberapa karya tulis lain seputar Plotinus.

Aku masih sulit memahami semua kata Bahasa Inggris-nya, tapi aku tahu dan setuju ketika mas Teguh bilang buku ini sangat menarik dan inspiratif. Walau aku nggak yakin bisa melahap 1,500 halamannya.πŸ˜€

Di malam yang sama, aku masih dengan pilekku pergi ke kamar mandi untuk nyemprot “lendir bervirus” yang masih bersarang di hidungku. Kemudian pikiranku tergugah (halah halah) pas ngeliat ada kupu-kupu, eh, ngengat ding, yang muncul dari balik ember gede trus terbang keatas.

Praktisnya, ada ngengat berwarna putih cantik yang terjebak di kamar mandi. Kalo ngeliat kupu-kupu atau capung yang kejebak di dalem rumah, diam-diam aku merasa sangat senang, apalagi waktu masih kecil. Maklumlah, anak kecil apa-apa mikirnya, “Can I keep it, Mom? Please…” hehe, cuman secara bahasanya sih nggak sampe ngomong begitu lah… Ihik ihik.

Aku senang karena Emakku selalu bilang supaya, “Ssudah makan dulussanah…” Hloh.πŸ˜€ Bukan, bukan. Maksudnya, “Udah biarin aja, tong.” (Sebutan “tong” dengan ‘semangat’ adat Jawa, bukan Betawi.)πŸ˜›

Nah, kalian pasti tahu gimana anggapan masyarakat kita soal kupu-kupu atau serangga sejenis yang terjebak dalam rumah. Ada yang bilang itu pertanda mau ada tamu yang datang, yang lain mengatakan itu pertanda roh keluarga kita yang meninggal lagi berkunjung.

Tanpa bermaksud melanggar anggapan turun-temurun ini, aku kemudian membebaskan ngengat cantik itu keluar lewat jendela kamar. Nangkepnya lumayan susah, karena aku agak takut sayapnya rusak. Tapi doi lumayan jinak, jadi nggak butuh waktu lama buat nangkepnya. Hehe.

Aku nggak sempet ngambil fotonya. Tapi kira-kira wujudya seperti ini:

image: singaporeseen.stomp.com.sg

Ngengat yang kutemui di kamar mandi warnanya putih bersih, pola vertikalnya lebih teratur dan warnanya pink lembut. Dan kalau kamu kira kepalanya ada diatas seperti pada gambar, yang sebenernya kepalanya itu di bawah, di bagian lebar sayapnya. What a trick, huh…

Beauty in an inappropriate place

Aku ngeluarin ngengat itu karena nggak tega membiarkan dia berada di kamar mandi yang saat itu lagi menguarkan bau tak sedap dari saluran air.😦 Aku mikir, aku aja nggak tahan berlama-lama di kamar mandi saat itu, kalau bukan karena harus bolak-balik nyemprotin hidung gara-gara pilek.

Setelah mengeluarkan hewan (yang terasa tipis tapi kuat di tangan) itu, aku menyadari sesuatu hal. Sesuatu yang agak-agak menggalau dan filosofis, lebih tepatnya.πŸ˜€ Aku mungkin nggak akan memahami keindahan ngengat itu jika dia tidak berada di kamar mandi (yang bau) malam itu. Hampir secara ironis, kecantikannya tampak justru ketika berada di tempat yang buruk. (Oke, kamar mandi kami nggak sejelek itu kok.πŸ˜› )

Di komunitas dan habitatnya, mungkin dia hanya salah satu dari kumpulan ngengat-ngengat yang juga indah. Tapi nilai dirinya bertambah ketika ia terjebak di tempat asing, berjuang keluar dengan mengerahkan kekuatan yang mungkin belum pernah dilakukannya di alam bebas. Tapi bagaimanapun, itu pasti, dengan ataupun tanpa sepengetahuan kita, adalah bagian dari perkembangan hidupnya menjadi ngengat yang lebih tangguh.

Aku tidak bisa menolak untuk menghubungkan insiden itu dengan apa yang baru aja kubaca tentang keindahan dalam kajian Plotinus.

Aku bahkan belum membaca secara penuh tulisan Plotinus di ebook itu, tapi aku yakin dia akan senang mengamati ngengat putih yang terjebak di kamar mandiku. Wkakak.πŸ˜†

Apa definisimu tentang kecantikan dan keindahan?

24 pemikiran pada “Beauty

  1. Ilham, kalau memang mau bukunya. Coba tuliskan email yang bisa saya gunakan untuk mengirimkan filenya. File yang nanti saya kirimkan berisi sekitar 750 halaman di buku ini.πŸ™‚

  2. Ping balik: Horace dan ‘Utile et Dulce’ « Penikmat Senja

  3. cantik itu kalau aku lagi bersepeda tiba tiba di depan mata ada gerombolan rusa liar, memandang aku dengan malu malu sebelum berlari menjauhπŸ™‚
    atau ketika bersepeda tiba tiba di atas terbang ratusan burung membentuk formasi V sambil berkicau saling menyemangati satu sama lainnya, indah sekaliπŸ™‚

  4. Cantik itu jangan hanya kulit luar saja tapi dalamnya juga. Mm…. dalam itu maksudnya hati dan sifanya gitu (inner beauty).

    • waha kalo orang2nya senyum serentak di keramaian secara tiba-tiba serem juga sih…πŸ˜† senyum memang bisa mengeluarkan energi positif, bahkan ketika kita bersedih.πŸ™‚

  5. Wah ga ngebayangin buku 1500 halaman bahasa inggris isinya tentang pemikir dan filosofi semua… >.<
    baca buku pelajaran 300 halaman aja setengah mati. hahahaπŸ˜›

      • haha yo wis abis review buku primbon ramal aku hahahaπŸ˜›
        aku paling suka hal ramal meramal gitu.. kadang suka langsung percaya aja apalagi klo emang aku banget ramalannya hahaahaπŸ˜€

      • jiakaka. begitulah cara paranormal cari uang: mbikin pelanggannya semakin penasaran..πŸ˜€
        tapi nanti ta’ coba kasih info lagi tentang ‘ramal-meramal’ yang bisa dilakukan sendiri di rumah bersama anak-anak tersayang anda (kayak mau ngasi resep bolu aja).πŸ˜†
        *asik..makasih mas ivan, aku jadi punya bahan postingan lagiπŸ˜† *

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s