Nomor Hape Allah

Sejak beberapa minggu lalu, Emak saya mulai ngajarin ngaji di rumah. Yang diajarin sebenernya cuma dua anak tetangga, si Bagus ama adeknya, Dimas. (Mereka ngingetin aku sama Walter dan Danny, abang-beradek di film Zathura. Bedanya, si adek yang cenderung lebih bandel dari abangnya.) Sejak Bapak mereka meninggal nggak berapa lama yang lalu, si ibu, Kak Rama meminta secara pribadi sama Emak untuk ngajarin anak-anaknya ngaji, biar bisa doain mendiang Bapak mereka.πŸ™‚ Emak pun bersedia ngajarin mereka tiga kali seminggu, dan tanpa pake biaya apapun.

Si Bagus sih udah lumayan kenal huruf. Jadi seringkali Emakku berkonsentrasi sama yang kecil, si Dimas. Kadang-kadang ngajarinnya sambil ketawa-ketawa, kadang aku sampe kaget pas Emakku tereak-tereak kesenengan tiap kali Dimas berhasil baca frasa-frasa baru dengan lancar.

Emakku juga menjelaskan kalo ntar mereka bisa baca Al-Qur’an, mereka bisa kirim doa buat Bapak. “Ngirim SMS sama Bapak?” celetuk si Dimas. “Kok ngirim SMS sih…” sergah Emakku, ngakak tak berdaya. Pulang-pulangnya Dimas ngelapor sama emaknya, “Mak, tadi kami ngeSMS Bapak.”πŸ˜† Besok-besoknya begosiplah emak-emak tu tentang celetukan si Dimas.

Malam kemarin Emakku memerintahkan anak-anak untuk belajar shalat. Nanti dites. Kalo salah, gerakannya nggak sesuai sama yang dibuku, bakal dipukul. “Mana pukulannya?” kata si Dimas.πŸ˜† Udah dibilang kan si Dimas tuh emang rada-rada bandel. Trus Emakku juga menjelaskan tentang 5 waktu shalat dalam kata “ISLAM” (Isya, Shubuh, Lohor [dzuhur], Ashar, Maghrib).

“Hapenya Allah tuh dek,” kata si Bagus.

“Nomor hape Allah berapa, Lek (Bulek)?” celetuk si Dimas. Emakku jawab, “Ya jumlah rakaatnya lah… Berapa? 4-2-4-4-3. Itulah nomor hape Allah.”

Wakaka. Kedengarannya agak ‘menyesatkan’ bagiku,πŸ˜† tapi kurasa itu cara yang bagus supaya bikin anak-anak gampang mengerti tentang Islam.

Nah kira-kira apa lagi ya cara unik dan kreatif untuk ngajarin anak soal agama?

21 pemikiran pada “Nomor Hape Allah

    • haha emang tuh saya aja baru ngerti kalo adeknya sebandel itu. xixi. tapi selama mau ngaji sih nggak apa-apa. siapatau jadi gak bandel lagi. hehe.πŸ˜›

  1. hahahhaa.. saya juga pernah waktu kecil tanya ginian mas. Padahal kalau dipikir-pikir, pertanyaan seperti itu adalah asli pertanyaan anak kecil yang masih polos:)

  2. Selain masalah agama, coba bicarakan lagi mengenai kisah Nabi.πŸ™‚
    Dari sana, anak juga bisa belajar banyak mengenai moral, akhlak dan bagaimana seharusnya bersikap di masyarakat.
    πŸ˜€

    Nabi Muhammad salah satu uswatun hasanah terbaik yang bisa dijadikan preferensi anak-anak itu.πŸ˜‰

  3. Ping balik: Ngaji Yuk… « The Moon Head

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s