Eros & Psyche (Bagian 1)

Eros & Psyche adalah sebuah dongeng Yunani kuno tentang kisah cinta antara manusia dan bangsa dewa Olympus. Kisah ini telah mendasari banyak dongeng-dongeng yang lebih modern seperti Cinderella, Beauty and The Beast, hingga Romeo & Juliet-nya Shakespeare.

Dalam kisah-kisah awal, Eros digambarkan sebagai seorang pemuda berusia 20-an dan merupakan dewa termuda di Olympus. Tapi karena sifatnya yang kekanak-kanakan dan suka mengacau, ia kemudian sering digambarkan sebagai anak kecil bersenjatakan panah yang disebut Cupid seperti yang kita kenal sekarang.

Psyche

Dikisahkan, Psyche adalah anak bungsu dari tiga bersaudari dari pasangan raja dan ratu di Yunani. Masyarakat mereka memuja Venus Aphrodite, dewi cinta dan kecantikan. Tapi Psyche sendiri lebih suka memuja Artemis, dewi keperawanan.

Ketika ketiga putri raja itu diminta untuk menjadi pendeta kuil, Psyche menolak karena tidak ingin membuat sang dewi tersinggung. Namun karena paksaan orangtuanya, ia akhirnya menjalani tugas tersebut.

Ketika Psyche muncul keluar dari kuil Aphrodite, orang-orang terkesima oleh kecantikannya sampai-sampai mereka mengira dialah Aphrodite sendiri. Berita tentangnya segera menyebar dan makin banyak orang yang mengaguminya.

Aphrodite merasa tersinggung karena disamakan dengan manusia biasa. Kemudian ia memerintahkan putranya, Eros untuk turun ke bumi dan membunuh Psyche dengan anak panahnya.

Pengorbanan

Psyche tidak menikmati popularitasnya. Kedua kakaknya, Megalometis dan Baskania sudah menikah dengan raja-raja yang berkuasa, sementara dirinya belum juga menemukan pendamping yang tepat.

Orangtuanya takut ini adalah hukuman dari dewa terhadap putrinya. Mereka pun mengkonsultasikan masalah ini kepada peramal Delphi di kuil Apollo.

Sang peramal mengeluarkan perintah untuk mengantarkan Psyche ke puncak pegunungan. Mendandaninya bak pengantin lengkap dengan ritualnya, untuk dipersembahkan kepada calon suaminya yang ia gambarkan sebagai seorang tiran yang berkuasa atas surga dan neraka.

Mendengar hal ini, raja dan seluruh negeri diserang kesedihan yang mendalam. Mereka harus kehilangan gadis tercantik di negeri mereka untuk dinikahkan dengan sesosok monster yang mengerikan.

“Tidak ada gunanya bersedih,” kata Psyche. “Semua orang memujaku sebagai Aphrodite… Ingatlah hanya ada satu Aphrodite, ibu dari alam semesta dan dewi kecantikan abadi yang pantas dipuja. Sekarang aku akan pergi, menyambut calon suami yang buruk yang sudah dipilihkan takdir untukku.”

Ketika upacara selesai, Pyshce ditinggalkan sendiri. Saat itulah muncul Zephyr, angin lembut petang yang diperintahkan Eros untuk membawa Psyche.

Istana

Psyche sangat terkejut ketika ia sudah berada di sebuah lembah yang sangat indah, dengan air sungai yang jernih, dan bunga-bunga bermekaran. Di hadapannya berdiri sebuah istana megah bertiang-tiang emas dan berdinding perak padat.

Ketika ia melangkah masuk, terdengar suara yang menyambut kehadirannya.

“Selamat datang, pengantin yang cantik, selamat datang ke rumahmu; engkau adalah tuan rumah istana ini yang telah disediakan oleh suamimu untukmu.”

Gadis itu terkejut dan melihat sekeliling, namun tidak dapat melihat siapa-siapa.

“Siapakah gerangan?” tanya Psyche.

“Ini adalah suamimu yang menyapa,” jawab suara itu.

“Siapapun engkau, tidak bisakah kau menunjukkan diri kepada pengantinmu supaya aku bisa melihatmu langsung? Aku diberitahu bahwa suami yang ditakdirkan untukku adalah seorang tirani yang jahat, monster bertuah yang ditakuti penghuni langit melebihi neraka. Tunjukkan dirimu apa adanya dan jangan mengambil wujud yang lebih bagus dari wujud aslimu.”

“Pengantin tersayang, puaslah dengan cintaku dan percayalah pada suamimu. Peraturan yang tak dapat diubah mengharuskan aku menyembunyikan wajahku, namun saat malam hari ketika kegelapan mengelilingi kita aku akan bersamamu dan kau akan merasakan kehadiranku. Kemudian kau bisa menilai apakah aku sungguh seorang monster seperti yang kau takutkan. Tapi sekarang jangan pikirkan hal itu dan biarkan para pelayanku melayanimu.”

Psyche hanya bisa merasakan kehadiran suaminya pada malam hari ketika ia menyentuhnya, menciumnya dengan lembut dan hangat. Tapi ia segera merasa kesepian. Ia rindu keluarga dan teman-temannya. Suaminya mengatakan ia boleh melihat mereka setiap kali muncul tapi tidak boleh bicara dengan mereka.

Kelicikan

Suatu hari kedua kakaknya pergi ke gunung untuk meletakkan bunga di monumen yang dibangun untuk mengenang Psyche. Tanpa menghiraukan peringatan suaminya, Psyche memerintahkan Zephyr untuk membawa kedua kakaknya ke istana.

Dua perempuan itu takjub dengan pemandangan yang mereka lihat. Psyche lebih senang lagi karena bisa menemui kedua kakaknya yang sudah menjadi temannya sejak kecil. Tapi ketika mereka bertanya seperti apa suami yang menjadi pendamping hidup adiknya, Psyche bingung harus menjawab apa. Lalu dia memutuskan untuk berbohong. Dia mengaku suaminya adalah seorang pria muda yang berkuasa, penyayang dan senang berburu.

Dia meminta kakak-kakaknya supaya menyampaikan pada orangtuanya bahwa dia baik-baik saja di tempat tinggal barunya. Kemudian kedua kakaknya itu pun pergi kembali ke rumah.

Suami Pysche kecewa karena ia membiarkan kakak-kakaknya masuk ke rumah. Dia bilang bahwa kedua wanita itu licik dan berniat merenggut kebahagiaan adiknya.

Tetapi Psyche kembali mengijinkan kedua kakaknya masuk pada kunjungan kedua. Mereka mencoba mengorek kebenaran dari adiknya tentang siapa sebenarnya suaminya itu.

Akhirnya Psyche mengaku bahwa dia sendiri tidak tahu bagaimana rupa sang suaminya itu. Kedua kakaknya menekankan pada Psyche bahwa pria itu pastilah monster seperti yang dikatakan peramal Delphi.

Kedua wanita itu pun meninggalkan istana dan adik mereka yang galau oleh pemikiran tentang wujud asli suaminya.

Tetesan minyak panas

Pada malam hari, Psyche kembali merasakan kehadiran suaminya. Ciuman dan sentuhan itu tidak terasa seperti sentuhan seorang monster. Tapi dia harus memastikan agar ia bisa memberikan jawaban yang memuaskan pada kakaknya.

Psyche menunggu hingga suaminya pergi untuk tidur. Diam-diam ia mendekatinya sambil membawa penerangan berupa lilin. Dia terkejut sekaligus takjub ketika melihat sosok pemuda berbaring dengan sepasang sayap di punggungnya, serta busur dan anak panah di samping tubuhnya. Saking terkesimanya, Psyche tidak sengaja membuat minyak panas dari lilin di tangannya menetes ke bahu makhluk yang aneh sekaligus indah itu. Seketika Eros terbangun.

“Psyche, Psyche!” seru dewa muda itu. “Mengapa kau mengkhianati kepercayaanku? Aku harus meninggalkamu sekarang dan tidak lagi melindungimu dari musuh-musuhmu.”

Seketika itu juga Eros terbang meninggalkannya. Psyche begitu terpukul oleh penyesalan. Ia berusaha mencegah Dewa Cinta itu pergi tapi tersungkur keluar bingkai jendela dan jatuh ke tanah. Ia kesakitan, tapi hatinya lebih sakit lagi oleh rasa penyesalan atas apa yang telah dilakukannya.

Psyche menelusuri semak-semak dan ranting di hutan dalam keputus-asaan. Ia bertemu nymph, makhluk berwujud wanita cantik penghuni danau yang kemudian menyuruhnya menemui Pan, dewa gembala. Dewa itu menasehatinya agar tidak berputus asa dan senantiasa berdoa pada Eros, karena ia adalah teman dari para kekasih.

Lalu Psyche mencari kedua kakaknya. Dia menemui Megalometis dan menceritakan tentang apa yang telah ia lakukan pada suaminya. Kakak sulungnya itu berpura-pura simpati pada adiknya. Kemudian ia menyuruh Psyche untuk meminta nasehat pada kakak keduanya, Baskania.

Megalometis sangat senang memikirkan bahwa sekarang ia memiliki kesempatan untuk menjadi istri baru bagi Eros. Dia memerintahkan untuk membangun kuil bagi dewa cinta itu. Namun suaminya, seorang raja yang sudah tua, cemburu dan tanpa banyak kata langsung membunuh istrinya sendiri.

Sambutan yang sama ia terima saat menemui Baskania. Setelah Psyche meninggalkannya, Baskania pergi ke puncak gunung dan meminta agar Eros menerimanya sebagai istrinya. Bukannya diterbangkan oleh Zephyr ke lembah dengan istana yang megah, ia jatuh kedalam jurang dan menemui ajal.

Dendam Aphrodite

Eros pulang ke rumahnya untuk merawat lukanya. Aphrodite memarahinya dan menyuruh suaminya, Vulcan Hephaestos, dewa penempa besi, untuk menjaga agar putra mereka tidak kabur menemui gadis itu lagi.

Aphrodite begitu marah dan ingin melakukan pembalasan dendam kepada Psyche. Ia pun mencari-cari perempuan itu, terbang dengan kereta kencana berbentuk kerang raksasa yang ditarik oleh burung-burung merpati.

Tugas-tugas Aphrodite

Psyche melanjutkan perjalanannya.

Ia datang ke kuil Demeter. Disana ia bertemu sang dewi panen raya dan meminta bantuan bagaimana cara agar ia mendapat pengampunan dari Aphrodite. Tapi itu diluar kekuasaannya dan dewi itu tidak bisa membantunya. Kemudian Psyche pergi ke kuil Hera, ratu surga dan istri dari Zeus, bapak dari semua dewa. Tapi Hera juga tidak membantu Psyche. Karena bagaimanapun, Aphrodite adalah menantunya dan ia menyerahkan takdir Psyche pada gadis itu sendiri.

Sementara itu Aphrodite kembali ke istananya bersama kakaknya, Hermes untuk dimintai nasehat.

Akhirnya Psyche dengan pasrah datang ke istana Aphrodite. Ia disambut oleh seorang pelayan Aphrodite yang bernama Fashion. “Kau rupanya! Kaulah orang yang dicari-cari majikanku.”

Fashion menggeretnya dengan kasar menemui Aphrodite.

Psyche memohon pada ibu mertuanya untuk diampuni. “Aku mohon beri aku kesempatan dan terimalah aku menjadi pelayanmu asal engaku mengampuniku dan berhenti membenciku.”

Aphrodite menjawab, “Kita lihat saja apa yang bisa kau lakukan,” kemudian mengambil gandum, padi, biji bunga opium dan semua jenis biji padi-padian, mencampurnya menjadi tumpukan yang besar, kemudian berkata dengan nada mencemooh, “Aku akan menguji kesabaran dan keuletanmu. Pisahkan biji-bijian ini berdasarkan tiap jenisnya, dan jika tugas ini tidak selesai sebelum petang aku akan mengirimmu kepada pelayan-pelayanku, Kegelisahan dan Penderitaan, yang akan menyiksa dan menghukummu dengan teramat berat.”

Kemudian meninggalkan gadis yang ketakutan itu sambil membanting pintu.

Psyche menatap putus asa pada tumpukan besar biji-bijian itu. Kemudian muncul seekor semut kecil yang kemudian memanggil seluruh koloninya. Semut-semut tersebut kemudian mulai menyortir biji-bijian tersebut dalam waktu yang tidak lama.

Ketika Aphrodite melihat hasil pekerjaan itu, dia berseru, “Ini bukan hasil pekerjaanmu sendiri. Aku akan memberimu tugas yang lain.”

Aphrodite kemudian memerintahkannya untuk mengumpulkan bulu-bulu domba emas di seberang hutan. Ia memperingatkan bahwa domba-domba itu sangat liar dan bisa membunuh dengan mudah.

Psyche pergi ke hutan dan hendak masuk kedalam sungai. Dia tidak peduli jika dia mati karena dibunuh domba-domba liar itu atau tenggelam di sungai. Namun saat itu seorang nymph, ibu dari musik, bidadari air, muncul dari tepi sungai dan mencegahnya melakukan tindakan ceroboh. “Tunggulah dibawah pohon hingga senja. Ketika domba-domba itu masuk kembali ke hutan, bulu-bulu mereka akan tersangkut di ranting-ranting dan kau tinggal mengambilnya.”

Setelah Psyche kembali membawa bulu-bulu emas yang diminta, Aphrodite berkata, “Aku tahu kau tidak mungkin berhasil melakukannya tanpa bantuan. Maka aku akan memberi tugas ketiga, yang akan menguji keberanian hatimu. Ini adalah jambangan air dari kristal murni. Pergilah ke puncak pegunungan, di kawasan yang paling liar kau akan menemukan aliran sungai Cocytus yang mengalir deras menuju dasar jurang. Ambil air dari puncak air terjun sungai suci itu dan aku akan mempertimbangkan apakah kau pantas bagi putraku.”

Namun ketika Psyche tiba di tempat itu, ia melihat kawasan itu dihuni oleh naga-naga yang buas, mendesis-desis sambil menunjukkan cakar-cakarnya yang besar. Psyche menangis karena putus asa. Lalu tiba-tiba muncul elang gagah milik Zeus. “Gadis muda, kau bisa jatuh ke jurang jika mencoba mengambil air ajaib ini dari sumbernya. Biarkan aku membantumu.”

Elang perkasa itu membawa jambangan kristal dan mengisinya dengan air sungai itu sambil menghindari serangan naga-naga ganas dengan cerdiknya.

“Kau telah menyelesaikan tugas-tugasmu,” kata Aphrodite. “Kau pastilah mampu melakukan sihir. Karena itu aku masih punya satu tugas lagi untukmu. Dan ini adalah yang terakhir.”

Bersambung…

Panjang nih ceritanya. Semoga betah ngikutin ceritanya yah… ๐Ÿ™‚

Atau kalau mau baca selengkapnya, bisa download ebook-nya (Bahasa Inggris) disini.

Di bagian kedua sekaligus terakhir nanti kita akan mengetahui apakah Psyche mampu menyelesaikan tugas terakhirnya. Makanya saksikan terus Eros & Psyche hanya di TMHtv. Hehe.

>>Eros & Psyche Bagian 2

Iklan

11 pemikiran pada “Eros & Psyche (Bagian 1)

    • sebenernya saya nyarinya kemaren ebook yang fairytale2 gitu mbak, biar gak terlalu njelimet bosone. he. tapi tetep bacanya didampingi software kamus. biar bisa nerusin ceritanya lagi dimari. ๐Ÿ˜€

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s