Debu-DeBUKU

Duh karena koneksi smart yang lagi parbeud parbeud parbeud πŸ˜₯ jadinya baru bisa posting sekarang…

Ceritanya kemarin saya lagi agak-agak masuk angin. Badan serasa lemes dan nggak bergairah (kayak ngantuk-ngantuk nggak jelas gitu lah). Biasanya sih saya langsung minum Poldanmig, yang kadang saya kombinasikan juga dengan obat-obatan lain seperti Antangin. Tapi kali ini saya nggak minum Poldanmig. Di warung habis, plus terlalu malas untuk pergi ke apotek walau jaraknya cuman seupil. He.

Akhirnya saya mutusin untuk bersih-bersih rak buku. Siapa tahu berkeringat bisa bikin melek.

Sebenernya udah dari kemaren-kamaren saya niat bersihin rak buku, tapi nggak pernah dapet kesempatan ngerjainnya pas siang hari, karena di jam segitu saya biasanya baru mulai tidur. 😳 (Belum bisa geser shift jam tidur dari malem ke pagi.) <= Di nokia kami menyebutnya…kalongisasi.

Tapi karena termotivasi buat ngeluarin keringet biar nggak lemes, akhirnya saya lakukan juga ibadah bersih-bersih malam kemarin. Sebenernya saya sempat semedi dulu selama beberapa saat, menawar-nawar hati apakah akan melakukannya atau enggak usah aja. Melirik bantal, siapa tahu bisa tidur malam dan bangun pagi. Nyari-nyari alasan supaya nggak jadi ngerjain. πŸ˜› Tapi mencoba tidur sama menyiksanya dengan memikirkan debu-debu tebal yang menyelimuti rak buku saya.

Yang paling bikin saya khawatir adalah debu dan jamur yang bisa bikin buku cepat rusak. Tapi seringnya saya terlalu malas untuk bersih-bersih secara rutin dan nggak pernah dikasih kamper. Mulai saat ini, moga-moga saya bisa konsisten bersihin rak tiap sebulan atau dua bulan sekali, dan mulai ngasih kamper kedalem rak.

Buku-buku saya sebenernya nggak begitu banyak. Ada dua rak (ada satu lagi tapi di ruang tamu), dan yang bisa dibilang ‘penuh’ cuma rak yang diatas. Sementara rak yang di lantai, baru sebaris yang terisi penuh buku, itupun udah beberapa kali saya pindah-pindah dan tukar isinya dengan isi rak yang lain. Tingkat kedua diisi VCD dan DVD, kadang juga saya pindah, buku jadi di tingkat kedua. Yang terakhir…miscellaneous, πŸ˜€ alias buat naroh apa aja. Biasanya sih buat naroh notebook buat coret-coret, alat tulis, dan buku-buku yang sedang dibaca, supaya gampang ngambilnya dari samping kasur.

Sejak beberapa waktu lalu saya mengganti formasi susunan buku-buku di rak atas. Buku-bukunya dibaringkan, bukan ditegakkan. Alasan pertama supaya debu nggak nempel-nempel di kepala buku, alasan kedua supaya menciptakan ruang lebih untuk menyimpan lebih banyak buku (agak takut juga sih kalo keberatan trus jatuh pas saya lagi tidur, dan jadilah saya telur dadar gurih penuh nutrisi).

kesalahan bukan pada mata anda. emang posisinya 'eksotis' kayak gini.

Saya iseng-iseng menyusun buku berdasarkan kadar ‘ketertarikan’ atau kesukaan saya terhadap buku-buku tertentu. Pengen melihat sebanyak apa buku yang benar-benar saya suka diantara buku-buku yang pernah saya baca.

Tapi bukan berarti buku yang lain nggak bagus lho. Sejujurnya saya mengelompokkan berdasarkan buku-buku mana yang paling meninggalkan kesan bagi saya dalam kategori Paporit. Sebagian besar karena buku-buku itu mengingatkan saya pada masa-masa sekolah saat saya membacanya. Walau saya akui koleksi saya nggak akan pernah lengkap tanpa buku-buku di kategori Referensi. Buku-buku di kategori Least Paporit adalah buku-buku yang “awalnya saya kira bakal sangat saya sukai, tapi ternyata tidak membuat saya tertarik” atau sekedar sulit saya nikmati. 😳

Topik dan genre bacaan saya emang rada random. Mungkin karena saking banyaknya buku-buku ‘serupa’ dari genre-genre yang dulu saya gemari. Setiap buku berikutnya yang saya beli cukup ‘nggak nyambung’ dari buku yang saya baca sebelumnya. Mungkin kesannya jadi nggak punya tipe bacaan yang pasti, tapi seenggaknya saya jadi bisa membaca beragam jenis buku dari berbagai topik dan genre.

Kamu suka baca buku apa? Berapa kali sih seharusnya kita membersihkan rak buku?

Iklan

10 pemikiran pada “Debu-DeBUKU

  1. bukubuku aku juga lumayan banyak, karena rak udah ngga cukup aku juga mengganti susunannya seperti kamu Ham, dibaringkan, membuat rak bisa muat lebih banyak buku dibandingkan kalau ditegakkan
    hmmm soal bersihbersih, kalau mood aja πŸ˜›

    • hihihi.. sip mbak. gaktau kenapa rak bukuku agak gampang berdebu. mungkin posisi kamar saya, jendelanya, atau apa yang bikin debu gampang numpuk di dalem rak. jadi pengennya sih bisa lebih rutin. <= halaa paling besok2 udah lupa lagi 😳

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s