More Dead Babies & Kolak Ubi

Karena koneksi smart yang makin nggak jelas, saya terpaksa ke warnet untuk bisa online. Nulis postingan ini juga udah dari rumah, biar lebih hemat waktu dan billing. Wekekek.

Seharian kemarin saya cuma main sama laptop tanpa tujuan. Dengerin mp3 dan nonton film secara sepotong-sepotong bergantian. Bener-bener galau bin gundah gulana gara-gara nggak bisa inetan… Seenggaknya saya punya film-film baru buat ditonton berulang-ulang karena kemaren baru bisa ngerental lagi. Hore. T.T

Isu yang sedang terjadi adalah seputar kolam ikan yang kemarin tiba-tiba banyak ikan yang menghembuskan nafas terakhirnya. Penyebab kematian anak-anak ikan lele ini masih menjadi misteri.

Mungkin ini seleksi alam di kalangan ikan lele. Seperti yang sudah saya baca bahwa kematian seperti ini bisa terjadi di awal-awal pertumbuhan bibit. Kebanyakan ikan juga udah nggak doyan makan pelet. Di usia 2-3 minggu, nampaknya mereka sudah siap menerima asupan nutrisi yang berbeda, seperti daging sisa atau jeroan.

Dari pengamatan terakhir masih ada ikan-ikan yang mati. Akan saya proses sore nanti, sekalian menginterogasi ikan-ikan yang masih hidup apakah mereka melihat sesuatu yang mencurigakan.

Sementara itu, di divisi dapur, Emak saya memasak kolak ubi yang wanginya bikin keinget bulan puasa. Mmm…

Nggak banyak yang bisa saya ceritakan. Semoga next time saya punya topik yang lebih baik untuk ditulis. Sampai jumpa dan jangan lupa berdoa sebelum makan!๐Ÿ™‚

2 pemikiran pada “More Dead Babies & Kolak Ubi

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s