Petir Menyambar-Nyambar

Cuaca semalem memang mirip seperti syair puisi-puisi cinta jaman dulu. Anginnya kenceng banget, petir menyambar-nyambar, hujan deras… Kayak ada kucing raksasa yang lagi berantem diatas seng.😯

Ketika saya melihat pagar dari seng pembatas kolam ikan kami ambruk, saya langsung heboh ngajakin Bapak saya buat benerinnya. Soalnya jatuhnya ke gang sebelah, takutnya jadi ngalangin jalan.

Bapak saya nyaranin supaya nunggu dulu, karena takut masih banyak petir. Jadi kita nunggu sambil duduk-duduk di teras, nonton pagelaran cuaca ekstrim yang bikin pohon-pohon gede terhempas-hempas kayak lagi joget “Iwak Peyek”.πŸ˜›

Saat itulah tepat di depan mata kami, pohon nangka di seberang jalan depan rumah ambruk diterpa angin kencang. Padahal, cerita Bapak saya, nggak lama sebelumnya yang punya pohon itu membangga-banggakan pohon nangkanya yang kata dia berbuah bagus dan sebagainya. Tapi kenyataannya, sekali tiup oleh angin kencang pohon kebanggan itu pun langsung roboh…

Karena masih hari Minggu, malam itu masih ada orang yang niat ngadain pesta kawinan. Tapi karena cuaca nggak mendukung sepanjang malam, akhirnya ya bisa dibayangkan apa jadinya…batal. Ditambah lagi mati listrik yang berlangsung selama beberapa jam. Dua kali listrik berkedip, ingin menyala tapi padam lagi, nggak tahu apa sebabnya.

The Tower & pesta dangdutan

Pohon yang tumbang itu mau nggak mau mengingatkan saya pada kartu Tarot (cerita perdukunan lagi nih hehe) yang ke-16, The Tower (Menara). Kartu ini sering menjadi momok yang menakutkan dalam pembacaan Tarot, karena ia mengindikasikan sebuah shock teraphy yang dialami seseorang akibat hal yang diyakininya terbukti salah atau merupakan penipuan. Keyakinan seseorang bisa runtuh oleh satu persistiwa penyingkapan yang membongkar semua kebohongan. Perasaan down yang datang tiba-tiba setelah menyaksikan apa yang diyakini dan disanjungnya runtuh oleh ‘kilat kebenaran’.Β  Namun tentu saja peristiwa ini bertujuan untuk memberikan pandangan dan cara berpikir yang lebih baik. Dalam hal ini yang runtuh adalah pohon nangkaπŸ˜† dan, kebanggaan yang punya pohon.

Selain itu cuaca buruk ini seolah menjadi teguran buat keluarga-keluarga yang tengah berbahagia yang menganggap menggelar pesta itu seolah wajib menyusul akad pernikahan. Budaya seperti ini kesannya rada materialistik, dan malah menimbulkan hal-hal lain yang sifatnya negatif. Seperti penampilan biduanita yang seronok dan seksi sementara para tamu undangan kan nggak jarang yang bawa anak kecil. Yang pokoknya begitu deh.

Kalo saya jadi nikah sama Freida Pinto nanti, kita nggak perlu lah ngadain pesta. Tapi kita akan mentraktir para tamu untuk belanja sepuasnya di mall. Bwakakak.😎

Lilin Graffiti

Selagi mati lampu semalem, saya iseng mainain kamera. Ecek-eceknya jadi kayak light graffiti. Tapi karena pake lilin, jadinya lilin graffiti…πŸ˜†

Biasanya apa yang kalian lakukan saat cuaca hujan dan mati lampu?

7 pemikiran pada “Petir Menyambar-Nyambar

  1. wah, di sini tadi malam aman2 saja. tapi tadi pagi wadowww
    gelap gulita terus petir pun menyambar bikin hati ciut
    tapi untungnya tidak lama sih, siangan sudah normal.

    klo pas hujan dan mati lampu, biasanya sih mengaburkan diri sama suami ke mal/bioskop
    tapi klo sudah malam, ywd tidur aja hehehe

  2. Mas Ilham ramal aku… huahaha *tetep konsisten minta diramal. LOL
    oiya mas Ilham aku kirim email di cek dan direply ASAP ya… klo bisa sih malem ini. Thank you

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s